Materi Stage Manager (Manager Panggung)
Stage Manager/manager panggung adalah orang di belakang panggung yang bergelut dengan dunia pemanggungan (termasuk Lighting, setting, meke up costum, dan musik)
apa yang dilakukan?
>Sutradara galak- Pemain nyaman
>Pemain tepat waktu
>Artistik tepat waktu
Stage manager harus paham kondisi , arif, diplomatis, percaya diri, terbuka, mengungkapkan diri, riang, tahu membawa diri, terbuka, suka kebersamaan, canda, punya daya humor, kebiasaan melucu, membuat orang lain ceria/ senang.
selain itu, ia juga harus efektif (terampil berkomunikasi dengan orang-orang di segala lapisan, menggunakan akal, tidak pelupa, ramah, mengindahkan orang lain, wajar, menjadi diri sendiri, jeli melihat ke depan, waspada, tetap tenang, punya Plan A dan Plan B jika keadaan darurat, berkembang (belajar dari pengalaman terdahulu), giat, bertenaga, penuh semangat, tunjukan gairah, hormat pada diri sendiri, hormat pada orang lain.
Tunjukan bahwa teman-teman adalah satu tim, jika salah satu hilang pertunjukan tidak terjadi. yang terpenting adalah: tidak takut memikul tanggung jawab.
Stage manager bekerja pada saat sutradara bertemu dengan para pemainnya untuk pertama kali. termasuk juga membuat jadwal latihan. Jadi ada kesepakatan dan kepercayaan dari sutradara dan stage manager.
Stage manager punya naskah pemandu yang dikenal dengan prompt Book, yaitu catatan yang diperbaharui secara berkesinambungan tentang latihan dan pementasan serta memuat informasi untuk penyelenggaraan latihan dan pementasan dari hari ke hari.
Sebelumnya ada pertemuan antara Pimpinan produksi, Stage manager, dan sutradara.
Stage manager juga membuat working diffision, membantu memanage kejadian/adegan -adegan. ia punya pegangan naskah yang telah ia bedah yang nantinya juga akan membantunya memenage kejadian/ adegan.
pada umumnya, stage manager juga menjadi Superman, alias orang yang bekerja sendiri dan menjadi segala-galanya. maka dalam hal ini adalah keliru. stage manager memanage orang-orang yang bekerja dalam artistik dan menyatukan mereka. ia harus memotivasi dan memberi masukan kepada kru agar dapat bekerja dan selesai tepat waktu dalam menjalankan pekerjaannya.
hubungannnya dengan pimpro? Pimpro/ pimpinan produksi mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pemroduksian. Nah, stage managerlah yang mengubungkan pimpinan prosuksi dengan sutradara.
jadi penting sekali bagi stage manager untuk mengetahui naskah. setelah membaca naskah, ia mempresentasikannya kepada pemain, sutradara, dan kru artistik.
pada saat pementasan, stage manager lah yang berwenang mengatur jalannya acara, termasuk juga membuat Run Down/ susunan acara yang telah menjadi dan diketahui oleh semua kru, pemain, dan sutradara. di tempat pementasan ia lah yang paling mengetahui detail acara, apa yang harus dilakukan, dan mengerti setiap detail tempat/ area pementasan.
*catatan ini aku dapat dari workshop Stage manager Oleh Sari Madjid “teater Koma”. Mbak sari madjid ini adalah Stage manager terbaik di Indonesia dan sering bekerja pada setiap event pementasan teater koma.
pedoman penulisan tanda baca
November 17, 2008
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
contoh: Saya suka makan nasi.
Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah.
2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
contoh:
• Irwan S. Gatot
• George W. Bush
Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh: Anthony Tumiwa
3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
• Dr. (Doktor)
• Ny. (Nyonya)
• S.E. (Sarjana Ekonomi)
4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
• dll. (dan lain-lain)
• dsb. (dan sebagainya)
• tgl. (tanggal)
Dalam karya ilmiah seperti skripsi, makalah, laporan, tesis, dan disertasi, dianjurkan tidak mempergunakan singkatan.
5. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.
contoh:
I. Penyiapan Ulangan Umum.
A. Peraturan.
B. Syarat.
Jika berupa angka, maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
Contoh:
• 1.1
• 1.2
• 1.2.1
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh: Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
contoh:
• Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
• Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael.
8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, yang terdapat di dalam nama badan pemerintah, lembaga- lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
contoh:
• Sekjen : (Sekretaris Jenderal)
• UUD : (Undang-Undang Dasar)
• SMA : (Sekolah Menengah Atas)
• WHO : (World Health Organization)
9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
contoh:
• Cu (Kuprum)
• 52 cm
• l (liter)
• Rp 350,00
10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
contoh:
• Latar Belakang Pembentukan
• Sistem Acara
11. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
contoh:
• Jalan Kebayoran 32
• Jakarta, 3 Mei 1997
• Yth.Sdr.Ivan
Jalan Istana 30
Surabaya
Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi.
contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
contoh:
• Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
• Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
contoh:
• Oleh karena itu, kamu harus datang.
• Jadi, saya tidak jadi datang.
5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
contoh:
• O, begitu.
• Wah, bukan main.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
contoh: Kata adik, “Saya sedih sekali”.
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
contoh:
• Medan, 18 Juni 1984
• Medan, Indonesia.
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
contoh: Rinto Jiang,S.E.
11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
contoh:
• 33,5 m
• Rp 10,50
12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.
13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
contoh: “Di mana Rex tinggal?” tanya Stepheen.
Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.
Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
contoh:
• yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari.
• Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
contoh:
Ketua : Borgx
Wakil Ketua : Hayabuse
Sekretaris : Ivan Lanin
Wakil Sekretaris : Irwan Gatot
Bendahara : Rinto Jiang
Wakil bendahara : Rex
3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
contoh:
Borgx : “Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!”
Rex : “Siap, Boss!”
4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
contoh:
(i) Tempo, I (1971), 34:7
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit.
5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
contoh:
….dia beli ba-
ru juga.
-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
contoh:
…. masalah i-
tu akan diproses.
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
contoh:
…. cara baru meng-
ukur panas
akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
contoh:
………mengharga-
i pendapat.
3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
contoh: anak-anak
tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
contoh: p-e-n-g-u-r-u-s
5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
bandingkan:
• ber-evolusi dengan be-revolusi
• dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
• Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
• PN dengan di-PN-kan.
6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
contoh:
• se-Indonesia
• hadiah ke-2
• tahun 50-an
• ber-SMA
• KTP-nya nomor 11111
• bom-V2
• sinar-X.
7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
• di-charter
• pen-tackle-an
Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang).
Tanda Pisah (—)
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
-Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera
2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ’sampai’.
contoh:
• 1919—1921
• Medan—Jakarta
• 10—13 Desember 1999
Tanda Garis Bawah (_)
Tanda Elipsis (….)
Tanda Tanya (?)
Tanda Seru (!)
Tanda Kurung ((…))
Tanda Kurung Siku ([...])
Digunakan untuk tambahan komentar yang bukan berasal dari penulis asli. Contoh:
• Katanya, “[Adam] tidak datang ke sekolah hari ini”.
Tanda Kurung Lancip (<…>)
Biasa digunakan di bahasa komputer HTML
Tanda Kurung Kurawal ({…})
Tanda Kurung Ganda («…»)
Biasa digunakan di bahasa pemrograman komputer
Tanda Petik (“…”)
1. Tanda petik digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan.
contoh: kata Ketua, “Kita akan segera berangkat besok.”
Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya, seperti di bawah ini.
“Aku mendengar seseorang memanggil, ‘Nori, Nori’, dari hutan itu,” ujar Ramon.
Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.
Tanda Ulang (…2)
Ditulis dengan menambahkan angka 2 (atau 2) di akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali. Tanda penyingkatan ini tidak resmi. Kata yang berulang harus ditulis penuh. Contoh:
• Buku-buku (bukan “buku2″)
• Saudara-saudara (bukan “saudara2″)
Tanda Garis Miring (/)
Biasa digunakan untuk menyatakan “atau”, biasanya untuk dua kata yang bersinonim. Contoh:
• Membuat / melakukan. (dibaca: membuat atau melakukan)
Untuk dua hal yang hampir serupa bunyinya, dalam hal ini tanda “/” tidak dibaca. Contoh:
• RT/RW
• AC/DC
Sebagai lambang matematika untuk pembagian (tanda bagi).
Tanda Garis Miring Terbalik (\)
Tanda Penyingkat (Apostrof)(`)(‘)
Bagaimana Memakai Konjungsi (2 habis)
Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang mempunyai fungsi menghubungkan kalimat dengan kalimat lain. Contohnya kalimat berikut:
- Saya bertemu dia ketika kami belajar di Wisma Bahasa.
Kata ketika adalah kata hubung yang menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat kedua.
- Kalimat pertama = Saya bertemu dia.
- Kalimat kedua = Kami belajar di Wisma Bahasa.
Dalam bahasa Indonesia ada banyak konjungsi : sementara, sambil, ketika, supaya, sehingga, dan lain-lain. Bagaimana memakai konjungsi itu ?
1. Sementara
- Mempunyai dua subjek yang berbeda.
- Mempunyai aktivitas sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Bapak memasak di dapur.
Kalimat kedua = Ibu membaca koran. (pada waktu sama)
Kalimat gabung = Bapak memasak di dapur sementara ibu membaca koran.
2. Sambil
- Mempunyai satu subjek sama.
- Mempunyai aktivitas sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya membaca koran
Kalimat kedua = Saya medengarkan musik.(pada waktu sama)
Kalimat gabung = Saya membaca koran sambil mendengarkan musik.
3. Ketika
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Mempunyai aktivitas yang tidak sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya sedang mandi.
Kalimat kedua = Dia datang.(beberapa waktu sesudah saya mulai aktivitas mandi)
Kalimat gabung = Dia datang ketika saya sedang mandi.
4. Supaya
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Kalimat kedua adalah tujuan (goal/aims) kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya belajar keras.
Kalimat kedua = Saya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia (kalimat ini adalah tujuan dari ‘ Saya belajar keras ‘, pada saat sekarang saya belum bisa berbicara dalam bahasa Indonesia)
Kalimat gabung = Saya belajar keras supaya saya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.
5. Sehingga
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Kalimat kedua adalah hasil/akibat (effect/result) kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat pertama = Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam.
Kalimat kedua = Saya terlambat bangun pagi.(kalimat ini adalah akibat atau hasil ‘Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam’)
Kalimat gabung = Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam sehingga terlambat bangun pagi.
Latihan
Gabungkan dua kalimat ini dengan memakai kata hubung yang tepat !
1.Guru saya menjelaskan tatabahasa. Saya menulis.
2.Saya menyanyi. Saya bermain gitar.
3.Tadi pagi saya tidak makan pagi. Sekarang saya merasa lapar sekali.
4.Saya mau tidur lebih awal. Besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.
5.Dia berolah raga setiap pagi. Dia mau menjadi sehat.
6.Ibu menonton tv. Bapak membersihkan rumah.
7.Saya sedang jalan-jalan di Malioboro. Saya bertemu teman saya.
8.Pieter bekerja keras sekali hari ini. Sekarang dia merasa capai sekali.
9.Dia membaca koran. Dia makan pagi.
10. Saya bekerja di Indonesia. Saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa
Posted on 17 September, 2007 by wismabahasa
Sebelum menjelaskan konjungsi yang lainnya, di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
1.Guru saya menjelaskan tatabahasa sementara saya menulis.
2.Saya menyanyi sambil bermain gitar.
3.Tadi pagi saya tidak makan pagi sehingga sekarang saya merasa lapar sekali.
4.Saya mau tidur lebih awal supaya besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.
5.Dia berolah raga setiap pagi supaya menjadi sehat.
6.Ibu menonton tv sementara bapak membersihkan rumah.
7.Ketika saya sedang jalan-jalan di Malioboro saya bertemu teman saya.
8.Pieter bekerja keras sekali hari ini sehingga sekarang dia merasa capai sekali.
9.Dia membaca koran sambil makan pagi.
10. Ketika saya bekerja di Indonesia saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa.
Sekarang perhatikan konjungsi di bawah ini:
1. Karena
Kata hubung ”karena” mempunyai arti alasan (reason).
Contoh:
Kalimat pertama : Hari ini dia tidak belajar di kelas.
Kalimat kedua : Dia sakit perut. (kalimat ini adalah alasan bahwa Hari ini dia tidak
belajar di kelas)
Kalimat gabung : Hari ini dia tidak belajar di kelas karena sakit perut.
2. Kalau, seandainya
Kata hubung ”kalau” dan ”seandainya” mempunyai arti syarat (condition).
Contoh:
Kalimat pertama : Saya akan datang di pestamu nanti malam.
Kalimat kedua : Nanti malam tidak ada hujan. (kalimat ini adalah syarat bahwa Saya
akan datang di pestamu nanti malam)
Kalimat gabung : Saya akan datang di pestamu nanti malam kalau nanti malam tidak
ada hujan.
Kata hubung ”seandainya” kadang-kadang mempunyai makna bahwa syarat dalam kalimat kedua hampir tidak mungkin (imposible) terjadi.
Contoh:
Kalimat pertama: Saya akan terbang ke semua tempat di dunia.
Kalimat kedua: Saya punya sayap. (kalimat kedua adalah syarat (yang tidak mungkin
terjadi) bahwa Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia)
Kalimat gabung: Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia seandainya
saya punya sayap.
3. Tetapi
Kata hubung ”tetapi” mempunyai arti pertentangan (contrastif).
Contoh:
Kalimat pertama : Dia memang bodoh
Kalimat kedua : Dia rajin.
Kalimat gabung : Dia memang bodoh, tetapi rajin.
4. Sejak
Kata hubung ”sejak” mempunyai arti ”awal waktu mulai aktivitas”
Contoh:
Kalimat pertama : Dia belajar bahasa Indonesia.
Kalimat kedua : Dia bekerja di perusahaan Indonesia. (aktitivitas dalam kalimat kedua
adalah awal dia mulai belajar bahasa Indonesia)
Kalimat gabung: Dia belajar bahasa Indonesia sejak dia bekerja di perusahaan
Indonesia.
5. Meskipun
Kata hubung ”meskipun” mempunyai arti ”ada kesungguhan”
Contoh:
Kalimat pertama: Dia belum sembuh dari sakitnya.
Kalimat kedua: Dia sudah minum banyak obat. (kalimat kedua menyatakan bahwa dia
sungguh-sungguh dengan usaha keras sudah minum obat)
Kalimat gabung: Dia belum sembuh dari sakitnya meskipun sudah minum banyak obat)
•
penulisan kata
Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.
1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola [1].
2. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
5. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang, sayur mayur).
4. Gabungan kata atau kata majemuk
1. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
3. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
6. Kata depan atau preposisi (di [1], ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya.
7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
8. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
2. Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
3. Partikel per- yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
9. Singkatan dan akronim. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim.
10. Angka dan bilangan. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka.
Kata turunan
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.
Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
1. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
2. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
1. ber-an dan ber-i
2. di-kan dan di-i
3. diper-kan dan diper-i
4. ke-an dan ke-i
5. me-kan dan me-i
6. memper-kan dan memper-i
7. pe-an dan pe-i
8. per-an dan per-i
9. se-nya
10. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
1. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
2. Sisipan: -en-, -el-, dan -er-.
[sunting] Awalan me-
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
Aturan khusus
Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:
1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
Konsensus penggunaan kata
Tiongkok dan tionghoa
Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa, apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara), Tionghoa (bahasa dan orang).
Mayat dan mati
• mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata wafat, meninggal, gugur, atau tewas (tergantung konteks).
• mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. Gunakan kata jasad atau jenazah.
Pranala ke situs luar
Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti “Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi situs ini.” pada artikel yang belum lengkap. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik:
{{stub}}
atau
{{rintisan}}
di bagian akhir artikel.
Penggunaan “di mana” sebagai penghubung dua klausa
Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk “di mana” (padanan dalam bahasa Inggris adalah “who”, “whom”, “which”, atau “where”) atau variasinya (“dalam mana”, dengan mana”, dan sebagainya). Penggunaan “di mana” sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata “yang” sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, HINDARI PENGGUNAAN BENTUK “DI MANA”, apalagi “dimana”, termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.
Contoh-contoh:
(1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … .
• Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … .
(2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana :
F = gaya (newton)
L = panjang m).[sic]
• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m), tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L.
Di sini tampak bahwa “apabila” menggantikan posisi “di mana” (ditulis di kalimat asli sebagai “dimana”).
(3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … .
• Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … .
Contoh-contoh lain silakan ditambahkan.
[sunting] Kata penghubung “sedangkan”
Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata “sedangkan”. “Sedangkan” adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama, sama seperti “dan”, “atau”, serta “sementara”. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. “Sedangkan” digunakan untuk mengawali kalimat, padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata “sementara itu”.
Contoh: Dari harian Jawa Pos:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini, 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 1:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 2:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sementara itu, jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
[sunting] Daftar kata
Untuk daftar yang lebih lengkap, lihat pula halaman utamanya.
Gabungan kata yang ditulis serangkai
1. acapkali
2. adakalanya
3. akhirulkalam
4. alhamdulillah
5. astagfirullah
6. bagaimana
7. barangkali
8. bilamana
9. bismillah
10. beasiswa
11. belasungkawa
12. bumiputra
13. daripada
14. darmabakti
15. darmasiswa
16. dukacita
17. halalbihalal
18. hulubalang
19. kacamata
20. kasatmata
21. kepada
22. keratabasa
23. kilometer
24. manakala
25. manasuka
26. mangkubumi
27. matahari
28. olahraga
29. padahal
30. paramasastra
31. peribahasa
32. puspawarna
33. radioaktif
34. sastramarga
35. saputangan
36. saripati
37. sebagaimana
38. sediakala
39. segitiga
40. sekalipun
41. silaturahmi
42. sukacita
43. sukarela
44. sukaria
45. syahbandar
46. titimangsa
47. wasalam
[sunting] Kata yang sering salah dieja
Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan, sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan.
1. aktif, aktip
2. aktivitas, aktifitas
3. al Quran, alquran
4. analisis, analisa
5. Anda, anda
6. apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker)
7. asas, azas
8. atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik)
9. bus, bis
10. besok, esok
11. diagnosis, diagnosa
12. ekstrem, ekstrim
13. embus, hembus
14. Februari, Pebruari
15. frekuensi, frekwensi
16. foto, Photo
17. gladi, geladi
18. hierarki, hirarki
19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
20. ibu kota, ibukota
21. ijazah, ijasah
22. imbau, himbau
23. indera, indra
24. indragiri, inderagiri
25. istri, isteri
26. izin, ijin
27. jadwal, jadual
28. jenderal, jendral
29. Jumat, Jum’at
30. kanker, kangker
31. karier, karir
32. Katolik, Katholik
33. kendaraan, kenderaan
34. komoditi, komoditas [2]
35. komplet, komplit
36. konkret, konkrit, kongkrit
37. kosa kata, kosakata
38. kualitas, kwalitas, kwalitet [2]
39. kuantitas, kwantitas [2]
40. kuitansi, kwitansi
41. kuno, kuna [3]
42. lokakarya, loka karya
43. maaf, ma’af
44. makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah)
45. mazhab, mahzab
46. metode, metoda
47. mungkir, pungkir (Ingat!)
48. nakhoda, nahkoda, nakoda
49. narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain)
50. nasihat, nasehat
51. negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa)
52. November, Nopember
53. objek, obyek
54. objektif, obyektif/p
55. olahraga, olah raga
56. orang tua, orangtua
57. paham, faham
58. persen, prosen
59. pelepasan, penglepasan
60. penglihatan, pelihatan; pengecualian
61. permukiman, pemukiman
62. perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK
63. pikir, fikir
64. Prancis, Perancis [4]
65. praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum)
66. provinsi, propinsi
67. putra, putera
68. putri, puteri
69. realitas, realita
70. risiko, resiko
71. saksama, seksama (Ingat!)
72. samudra, samudera
73. sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
74. saraf, syaraf
75. sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)
76. sekretaris, sekertaris
77. sekuriti, sekuritas [2]
78. segitiga, segi tiga
79. selebritas, selebriti
80. sepak bola, sepakbola
81. silakan, silahkan (Ingat!)
82. sintesis, sintesa
83. sistem, sistim
84. sorga, surga, syurga
85. subjek, subyek
86. subjektif, subyektif/p
87. Sumatra, Sumatera
88. standar, standard
89. standardisasi, standarisasi [5]
90. tanda tangan, tandatangan
91. tahta, takhta
92. teknik, tehnik
93. telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon
94. teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)
95. terampil, trampil
96. ubah (=mengganti), rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku
97. utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang)
98. wali kota, walikota
99. Yogyakarta, Jogjakarta
100. zaman, jaman
Lihat pula
• Diskusi komunitas Wikipedia mengenai penggunaan bahasa Indonesia – sudah tidak aktif, namun masih bisa diakses.
• Wikipedia:Pedoman alihaksara Arab ke Latin
• Wikipedia:Pedoman alihaksara Sirilik ke Latin
Catatan kaki
1. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan.
2. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas), hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah.
3. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini
4. ^ Walaupun “Prancis” lebih dianjurkan, Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan “Perancis” sesuai konsensus.
5. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi, seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi.
Pedoman penulisan huruf kapital
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Berikut adalah pedoman penulisan tanda baca sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
• Dia mengantuk
• Kita harus bekerja keras
• Apa maksudnya?
• Selamat pagi.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
• Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
• Bapak menasihati, “Berhati-hatilah, Nak!”
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.;
• Allah
• Yang Maha Pengasih
• ..dan Kami turunkan kepadamu..
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
• Haji Agus Salim
• Presiden Soekarno
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi, atau nama tempat.
• Gubernur Ali Sadikin
• Menteri Hari Sabarno
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• “Siapakah gubernur yang baru saja dilantik itu?”
• Brigadir Jendral Sugiarto baru dilantik menjadi mayor jendral.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
• Ricky Setiawan
• Vieta Fitria Diani
• Muhammad Alif Atma Ain Azza
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
• suku Sasak
• bangsa Indonesia
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• mengindonesiakan kata asing
• keinggris-inggrisan.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai untuk kata ‘bangsa’, ’suku’, dan ‘bahasa’ yang mengawali sebuah nama.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
• Bandung Lautan Api
• Proklamasi Kemerdekaan
• hari Minggu
• Iedul Fitri.
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• memproklamasikan kemerdekaan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi
• Asia Tenggara
• Jazirah Arab
• Selat Sunda
• Kota Bogor.
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• Berlayar ke teluk.
• Pada hari minggu ku turut ayah ke kota.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama negara, badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali konjungsi.
• Departemen Pendidikan Nasional
• Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
• Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• Menurut undang-undang dasar kita
• Menjadi sebuah republik
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel, seperti: di, ke, dari, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
• Dari Ave Maria ke Jalan Lain Menuju Roma
• Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Umum
Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
• Dr. = Doktor
• dr. = Dokter
• Sdr. = Saudara
• S.Sos. = Sarjana Sosial
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
• Kapan Bapak berangkat?
• Surat Saudara sudah saya terima.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
• Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
• Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
Huruf kapital dipakai untuk menyebutkan judul karya ilmiah (bukan judul buku).
• PENELITIAN BAWANG GORENG
Catatan: Jika judul karya ilmiah itu memiliki kata konjungsi (kata penghubung), maka huruf kapital hanya diberikan di huruf pertama setiap kata, sementara huruf pertama kata konjungsi tetap menggunakan huruf kecil.
• Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta.
Penulisan kata
Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.
1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola [1].
2. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
5. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang, sayur mayur).
4. Gabungan kata atau kata majemuk
1. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
3. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
6. Kata depan atau preposisi (di [1], ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya.
7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
8. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
2. Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
3. Partikel per- yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
[sunting] Kata turunan
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.
[sunting] Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
1. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
2. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
1. ber-an dan ber-i
2. di-kan dan di-i
3. diper-kan dan diper-i
4. ke-an dan ke-i
5. me-kan dan me-i
6. memper-kan dan memper-i
7. pe-an dan pe-i
8. per-an dan per-i
9. se-nya
10. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
1. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
2. Sisipan: -en-, -el-, dan -er-.
[sunting] Awalan me-
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
RPP
November 17, 2008
RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Sekolah : SMP Islam Diponegoro Surakarta
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ semester : VIII/ I
Aspek : 3. Membaca
Standar Kompetensi : Kemampuan membaca memindai ensiklopedi/ buku telepon, membaca cepat, membaca intensif petunjuk/ denah, dan membaca intensif buku biografi
Kompetensi Dasar : Peserta didik mampu membaca memindai ensiklopedi/buku telepon untuk menemukan informasi secara cepat
Indikator : 1. Mampu membaca memindai buku telepon
2. Mampu menemukan informasi dari buku telepon secara cepat
3. Mampu menemukan informasi dari Halaman Kuning (Yellow pages)
Alokasi Waktu : 1 x 40 menit ( 1 kali pertemuan)
A.Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu memindai buku telepon untuk menemukan informasi secara cepat
B. Materi Pembelajaran
Membaca buku telepon memerlukan strategi yang tepat. Jumlah nomor telepon yang tertera dalam buku telepon bisa berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Untuk menemukan nomor secara tepat, teknik yang dapat digunakan adalah tekinik membaca memindai. Buku telepon memuat daftar nomor-nomor telepon dalam wilayah tertentu. Karena nomor telepon dalam suatu wilayah jumlahknya banayak, penyususnannya dilakukan secara alfabetis. Artinya, nama-nama yang memiliki nomor telepon diurutkan berdasarkan abjad, baik dalam urutan vertikal maupun horisontal. Di belakang nama tersebut diikuti alamat dan nomor teleponnya.
Membaca memindai
Adalah membaca cepat untuk menemukan informasi tertentu. Membaca memindai buku telepon berarti membaca cepat buku telepon untuk mencari nama dan nomor telepon tertentu. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
- Lihatlah dahulu huruf pertama nama yang kamu cari!
- Bukalah lembaran buku telepon sesuai dengan huruf pertama nama yang kamu cari
- Carilah nama yang kamu cari
- Jika ada nama ang huruf pertamanya sama, lihatkah huruf kedua, ketiga, dan seterusnya
- Seandainya ada kesamaan nama, lihatlah alamatnya
Dalam buku telepon juga terdapat bagian buku telepon yang khusus memuat informais bisnis. Halaman tersebut terletak di bagian belakang. Di dalam halaman kuning ini terdapat nama, alamat, dan nomor telepin bidang usaha. Jika seseorang ingin mencari alamat dan nomor telepon suatu perusahaan, dia dapat mencarinya di halaman tersebut.
Daftar nama instansi dibuat berdasarkan jenis usahanya, misalnya usaha yang bergerak di bidang mebel, telekomunikasi, dan percetakan. Cara ini memudahkan pengguna buku menemukan alamat dan nomor telepon dengan cepat.
C. Metode Pembelajaran
a. Tanya jawab
b. Ceramah
c. Inkuiri
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Guru melakukan apersepsi
b. Guru menampilkan materi membaca memindai dalam tampilan OHP
2. Kegiatan Inti
a. Siswa diberi pertanyaan tentang informasi dalam buku telepon
b. Siswa mencari informasi dalam halaman kuning
c. Siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan informasi dalam halaman kuning
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa melakukan kesimpulan dan refleksi
E. Sumber Belajar
1. Daftar telepon dan Yellow Pages/ halaman kuning
2. Buku Paket Bahasa Indonesia
F. Penilaian
1. Teknik : Tes Unjuk kerja
2. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja
3. Soal/ instrument
1. Bacalah pertanyaan di bawah ini dan temukan jawabannya dalam buku telepon dan Yellow pages yang telah dibagikan!
Soal
- Malam itu hujan lebat. Besok senin kamu akan menghadap ujian semesteran. Kamu harus belajar dua mata pelajaran sekaligus. Seketika itu juga lampu padam. Di luar sana hampir tak ada penerangan. Kamu sibuk mencari lilin, lalu mengidupkannya untuk belajar. Tetapi ruangan tak jua terang. Kamu punya inisiatif meminjam HP kakak kamu untuk menelepon PLN terdekat. Nomor manakah yang dapat kau hubungi??
- Seorang teman kamu pingsan karena seharian belum makan. Ternyata ia punya penyakit maagh yang cukup serius. Lalu kamu membawanya ke UKS, tetap ia tak kunjung sembuh. Ke manakah kamu harus menghubungi ambulance nya??
- Saudara kamu akan pulang ke daerahnya setelah seminggu berada di rumahmu. Saudaramu berencana akan pulang pagi dini hari agar sampa di rumah tidak kemalaman. Kamu pun tidak tahu bis apa yang akan berangkat pag dini hari. Nomor mana yang harus kamu hubungi untuk mengetahui jadwal keberangkatan bus tersebut?
|
No |
Aspek |
Skor |
|
1. |
Ketepatan jawaban |
10 |
|
2. |
Kecepatan menemukan jawaban |
10 |
|
|
Jumlah Skor |
20 |
Skor maksimum
Nomor 1 = 15
Nomor 2 = 20
Jumlah skor = 35
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor X skor ideal (100)=……
Guru Praktikan
Ari Setyaningsih
K 1205007
Ough, I’m Speechless
Februari 25, 2009
Buat kamu-kamu yang sedang menghadapi konsultasi dengan dosen atau pembimbing skripsi, makalah, dan sebagainya, ada tips nih biar kita bisa tampil Pede di depan mereka dan gak grogi atau nervous. Kita seringkali gak bisa ngomong kalau berada di depan mereka. alasannya bisa macem-macem, ada yang bilang, dosen itu galak, pinter banger so kita takut untuk membantah dan akhirnya kita speechless alias lost of words atau kehabisan kata-kata. Ada pula yang sampai ngumpet-ngumpet atau mengalihkan pandangan kalau bertemu mereka karena takut atau sungkan dengan dosen itu. Nah, semua itu sebenarnya bisa kita atasi. Ada beberapa tips nih buat kamu-kamu yang menghadapi kendala tersebut. Semoga bisa dijadikan acuan, dan dipraktikan kelak. Gak manjur-manjur amat sih, tapi moga aja bisa tukar pengalaman.
Untuk menghadapi kondisi semacam itu yang bisa kita lakukan:
- tunjukin sikap ramah, modal utamanya adalah SENYUM. Senyum bisa membuat hati tenang, selain itu orang yang kita ajak senyum juga merasa kita perhatikan.
- jangan lupa menyapa, tundukan kepala atau bungkukin badan. Gunakan bahasa tubuh yang pas.
- berjalanlah dengan pelan dan jangan terkesan terburu-buru, karena mereka akan menganggap kita hanya akan bertemu mereka sebentar saja
- gunakan bahasa yang sopan, santun, dan jelas. Jangan sampai dosen menanyakan kembali apa yang telah kita ucapkan atau meminta kita mengulang apa yang kita ucapkan
- ramah. Itu kunci kedua. Biasakan kita bersikap ramah, dengan cara mengakrabi mereka. apapun yang terjadi, biarkan kita mencoba memberi perhatian dan mengerti aktivitas mereka yang amat padat. Tapi yang perlu diingat, janganlah kita menanyakan hal yang terlalu bersifat pribadi dan terlalu banyak pertanyaan yang tidak perlu.
- dosen juga manusia, so jangan merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia. Usahakan kita jangan menyangkal atau membantah jika itu gak bener-bener perlu. Karena, mereka itu lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih tinggi dari kita.
- jawablah semua pertanyaan yang dilontarkan ke kita. Jangan sampai kita kehabisan kata-kata. Apapun jawaban kita itu akan lebih dihargai daripada kita diem aja. Karena betapapun jawaban kita salah dan gak nyambung itu menandakan kita mendengarkan dan memperhatikannya.
- kalau jawaban kita disalahkan, jangan langsung down. Usahakan jawaban lain yang relevan, atau mintalah dosen menanyakannya sekali lagi. Misalnya, “maaf pak, mohon diulangi sekali lagi pertanyaannya!”
- jika telah selesai berkonsultasi, jangan lupa ucapkan TERIMA KASIH. Ucapkan pula permisi sebagai tanda perpisahan.
- tutuplah pertemuan dengan senyuman, meskipun yang telah terjadi itu banyak kekurangannya.
Selamat mempraktikan, semoga berhasil!!! (salam senyum)
Sintaksis: Sebuah Intisari
Januari 6, 2009
BAB 1
APAKAH SINTAKSIS?
1.1 Batasan Sintaksis
Sintaksis adalah cabang linguistik yang membicarakan hubungan antarkata dalam tuturan (speech). Unsur bahasa yang termasuk dalam lingkup sintaksis adalah frasa, klausa dan kalimat. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonprediktif, misalnya rumah mewah. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah predikat, dam berpotensi menjadi kalimat. Kalimat adalah satuan bahasa yang relatif berdiri sendiri, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah subjek dan predikat.
1.2 Aspek-Aspek Sintaksis
1.2.1 Kata: Ciri dan Klasifikasi
Kata dapat dilihat dari berbagai segi. Pertama,kata dilihat dari pemakai bahasa. Menurut pemakai bahasa salah satuan gramatikal yang diujarkan, bersifat berulang-ulang, dan secara potensial ujaran itu dapat berdiri sendiri. Kedua, kata dilihat secara bahasa. Secara linguistis kata dapat dibedakan atas satuan pembentuknya. Oleh karena itu, kata dapat dibedakan atas:
1) Kata sebagai satuan fonologis
Ciri fonologis kata bahasa Indonesia, misalnya:
- mempunyai pola fonotatik suku kata,
- bukan bahasa vokalik,
- tidak ada gugus konsonan pada posisi akhir,
- batas kata tidak ditentukan oleh fonem suprasegmental.
2) Kata sebagai satuan gramatikal
Menurut Lyons(1971) dan Dik (1976), secara gramatikal kata bebas bergerak, dapat dipindah-pindahkan letaknya, tetapi identitasnya tetap.
3) Kata sebagai satuan ortografis
Secara ortografis, kata ditentukanoleh sistem aksara yang berlaku dalam bahasa itu. Bahasa Indonesia misalnya menggunakan aksara latin jadi sebuah kata dituliskan terpisah dari kata lainnya, misalnya terima kasih dan kerja sama.
1.2.2 Frasa: Ciri dan Klasifikasi
Frasa dalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif (Rusyana dan Samsuri, 1976) atau satu kata konstruksi ketatabahasaan yang terdiri atas dua kata atau lebih.
1.2.3 Klausa : Ciri dan Klasifikasi
Klausa dalah satuan gramatikal yang setidak-tidaknya terdiri atas subjek dan predikat.
Klausa dapat dibedakan berdasarkan distribusi satuannya dan berdasarkan fungsinya. Berdasarkan distribusi satuannya, klausa dibedakan atas klausa bebas dan klausa terikat. Berdasarkan fungsinya, klausa dibedakan menjadi klausa subjek, klausa objek, klausa keterangan, dan klausa pemerlengkapan.
1.2.4 Kalimat: Ciri dan Klasifikasi
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara actual ataupun potensial terdiri atas klausa. Dilihat dari fungsinya, unsur kalimat berupa subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Menurut bentuknya, kalimat dibedakan menjadi kalimat tunggal, kalimat tunggal dan perluasannya, serta kalimat majemuk.
1.3 Hubungan Sintagmatis dan Paradigmatis
1.3.1 Hubungan Sintagmatis
Hubungan sintagmatis adalah hubungan linier antara unsur bahasa yang satu dan unsur bahasa yang lain dalam tataran tertentu. Hubungan itu dapat diuji dengan permutasi atau perubahan urutan satuan unsur-unsur bahasa. Contoh:
- Dengan penuh disiplin dan tanggung jawab, saya bekerja keras.
- Saya// bekerja keras// dengan penuh disiplin// dan tanggung jawab.
1.3.2 Hubunagn Paradigmatis
Hubungan paradigmatis adalah hubungan sistematis antarunsur bahasa yang memiliki kesesuaian.
1) Tataran Fonemis
Fonem /s/ pada kata sarang mempunyai hubungan paradigmatis dengan fonem yang dapat menggantikannya asalkan penggantian itu menghasilkan kata dalam kategori dan fungsi yang sama, misalnya fonem /s/, /b/, /p/, dan /k/ pada kata /s/arang, /b/arang, /p/arang, dan /k/arang karena kata-kata itu berkelas nomina dan sama-sama dapat mengisi fungsi subjek atau objek.
2) Tataran Morfologis
Pada umumnya, urutan morfem dalam sebuah kata tidak dapat diubah-ubah menurut keinginan seseorang, misalnya sebagai pembentuk kata kerja, awalan meng- dan di- selalu terletak pada awal kata, seperti pada menulis dan melancong serta ditempuh dan dijual.
3) Tataran Sintaksis
Ada kalanya kata di dalam sebuah kalimat dapat diubah-ubah letaknya tanpa mengubah arti. Yang berubah akaibat perubahan letak itu hanya pengutamaan informasi, sepaerti
- Saya dan adik pergi kemarin
- Kemarin saya dan adik pergi
- Saya dan adik kemarin pergi
1.4 Kategori, Fungsi, dan Peran
Beberapa jenis kategori yang dapat menjadi unsur kalimat adalah nomina (kata benda), adjektiva(kata sifat), numeralia(kata bilangan), adverbial, dan kata tugas, seperti preposisi(kata depan), konjungsi(kata penghubung), dan partikel, seperti kah, lah, tah, pun.
Berdasarkan fungsinya, unsur-unsur kalimat ada yang disebut subjek, predikat, objek, pelengkap, serta keterangan.
Peran semantis yang lazim terdapat dalam suatu kalimat adalah pengalam atau penanggap (experiencer), pelaku (agent), pokok,cirri, sasaran, hasil, peruntung atau pemaslahatbeneficiary), ukuran(measure), alat(instrument), tempat(place), sumber(source), jangkauan(range), penyerta, waktu dan asal (Kridalaksana 1991; Alwi dkk.1998)
1.5 Kegramatikalan, Kebermaknaan, dan Keberterimaan
Kegramatikalan atau keapika gramatikal (grammatical wellformedness) adalah konsep yang mengacu pada satuan bahasa yang mengikuti kaidah tata bahasa yang meliputi beberapa tingkatan, yaitu menyangkut kegramatikalan bentuk kata, bentuk klausa, atau bentuk kalimat (cf. Lycons, 1981:101)
Kebermaknaan meliputi kebermaknaan kata, frasa, dan kalimat. Selanjutnya, suatu tuturan, mungkin dapat gramatikal dan bermakana, tetapi tuturan lain mungkin tak gramatikal dan tak bermakna Lycins, 1996:132) keberterimaan (acceptability) berkaitan denga sistem bahasa yang tepat atau keapikan semantis (semantic well-formedness). Sebaliknya, ketakberterimaan (unacceptability) berkaitan dengan sistem bahasa yang tidak tepat atau kerantakan semantis (semanticill-formedness) (Lycons, 1979:379)
1.6 Tafsir Ganda
Suatu ungkapan atau pernyataan kadang-kadang bisa ditafsirkan menjadi dua makna, bahkan bermacam-macam makna karena penyusunan ungkapan atau pernyataan tersebut kurang tertib. Misalnya, kalimat (1) Rumah sang jutawan aneh akan dijual menimbulkan tafsir ganda. Tafsir pertama rumahnya yang aneh dan tafsir kedua sang jutawannya yang aneh. Agar tidak menimbulkan tafsir ganda maka kalimat tersebut direvisi menjadi (1a) Rumah aneh milik sang jutawan aka dijual dan (1b) Rumah milik sang jutawan aneh akan dijual.
1.7 Parafrasa
Parafrasa berarti (1) pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain dengan tidak mengubah arti; (2) penguraian kembali suatu teks (karangan dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Contohnya:
a. 1.Ada beberapa kendala dalam penyelesaian BLBI.
2.Bantuan Likuiditas Banh Indonesia yang dibawa kabur oleh konglomerat ke Singapura dan Cina sulit diselesaikan karena banyak hambatan, antara lain, belum dimilikinya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Negara tersebut.
1.8 Permutasi
Permutasi adalah perubahan deretan atau urutan unsur-unsur kalimat.
Misalnya, kalimat pada hari Senin minggu depan Menteri Pembangunan Daerah Tertinngal akan mengumumkan jumlah desa tertinggal di Indonesia dapat dipermutasi menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal akan mengumumkan jumlah desa tertinggal di Indonesia Senin minggu depan.
BAB 2
KLASIFIKASI FRASA
2.1 Pengantar
Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif (Rusyana dan samsuri 1976) atau satu konstruksi ketatabahasaan yang terdiri atas dua kata atau lebih.
2.2 Frasa Eksosentris
Frasa eksosentris adalah frasa yang sebagian atau seluruhnya tidak memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan semua komponennya, baik dengan sumbu maupun dengan preposisi.
2.2.1 Frasa Eksosentris Direktif (Frasa Preposisional)
Frasa preposisional pada umumnya berfungsi sebagai keterangan. Pada dasarnya, frasa preposisional menunjukkkan makna berikut:
- tempat, seperti di pasar, ke rumah
- asal arah, seperti dari kampong, dari sekolah
- asal bahan, seperti cincin( dari emas)
- tujuan arah, seperti ke Lampung, ke Kampus
- menunjukkkan peralihan, seperti kepada saya
- perihal, seperti tentang ekonomi
- tujuan, seperti untukmu, buatmu
- sebab, seperti karena, lantaran
- penjadian, seperti oleh karena itu
- kesertaan, seperti denganmu
- cara, seperti dengan baik
- alat, seperti dengan cangkul
- keberlangsungan, seperti sejak kemarin
- penyamaan, seperti selaras dengan
- perbandingan, seperti seperti dia
2.2.2 Frasa Eksosentris Nondirektif
Frasa eksosentris nondirektif dapat dibedakan menjadi (a) frasa yang sebagian atau seluruhnya memiliki perilaku yang samadengan bagian-bagiannya, seperti si kancil, si terdakwa, para hakim’ (b)frasa yang seluruhnya berperilaku sama dengan salah satu unsurnya. Artinya, terdakwa dan kekasih memiliki perilaku sama dengan si terdakwa dan sang kekasih.
2.3 Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa yang seluruhnya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan perilaku salah satu komponennya.
2.3.1 Frasa Endosentris Berinduk Tunggal (Frasa Modifikasi)
Frasa endosentris berinduk tunggal terdiri atas induk yang menjadi penanda kategorinya dan modifikaror yang menjadi pemerinya.
1) Frasa nominal adalah frasa yang terdiri atas nomina (sebagai pusat) dan unsur lain yang berupa adjektiva, verba, numeralia, demonstrativa, pronominal, frasa preposisional, frasa dengan yang, konstruksi dengan yang…-nya, atau frasa lain.
Contoh:meja batu, teman separtai, hadiah untuk ibuku, hati yang luka, orang yang dicintainya, politisi yang ditinngal di Jakarta itu, anak manis, kulit kuning langsat, kolam yang jernih, nasi berbakul-bakul, uang itu, sang raja, anak mereka, banyak mahasiswa, dua buah rumah, batu bertulis, peristiwa yang amat penting yang terjadi kemarin.
2) Frasa Pronominal
Frasa pronominal adalah frasa yang terdiri atas gabungan pronominal dan pronominal atau gabungan pronimina dan adjektiva, adverbial, numeralia, dan demonstrativa.
Contoh: kami berdua, mereka itu, lagi-lagi saya, kamu dengan dia.
3) Frasa Verbal
Frasa verbal adalah frasa yang tediri atas gabungan verba dan verba atau gabungan verba dengan adverbial atau gabungan verba dan preposisi gabungan.
Contoh: pergi kerja, pulang pergi, makan dengan lahap, masuk ke dalam, jalan tanpa arah, coba baca buku, mati kartu, beristri dua, dapat diketahui, dating ke, masuk desa.
4) Frasa Adjektival
Frasa adjektival adalah frasa yang terdiri atas gabungan beberapa kata atau yang terdiri atas induk berkategori apa pun, asalkan seluruhnya berperilaku sebagai adjektiva.
Contohnya: sedikit masam, cantik benar, gagah berani, panas terik, kuat iman, masih belum pasti, agak nakal juga.
5) Frasa Numeral
Frasa numeral adalah frasa yang terdiri atas numeralia sebagai induk dan unsur perluasan lain yang mempunyai hubungan subordinatif dengan nomina penggolong bilangan, dan nomina ukuran.
Contoh: sembilan belas, dua lusin, dua atau tiga, cetakan pertama, ribuan penduduk.
2.3.2 Frasa Endosentris Berinduk Banyak
1) Frasa Koordinatif
Frasa kooordinatif adalah frasa endosentris berinduk banyak, yang secara potensial komponennya dapat dihubungkan dengan partikel.
Contoh: kaya atau miskin, untuk dan atas nama klien, baik merah maupun biru, entah suka entah tidak, makin tua makin bermutu.
2) Frasa Apositif
Frasa apositif adalah frasa endosentris berinduk banyak yang secara luar bahasa komponennya menunjuk pada maujud yang sama.
Contohnya:
Ria, anak kakakku yang tinggal di Lampung,
Megawati Soekarno Putri, salah satu mantan Presiden Republik Indonesia.
2.4 Frasa dan Kata Majemuk
Harimurti Kridalaksana (1985) mengemukakan bahwa:
1. kata majemuk harus berstatus kata; kata majemuk bukan frasa;
2. kata majemuk merupakan konsep sintaksis, bukan konsep semantic.
2.5 Kolokasi Kata
Kolokasi disebut juga sanding kata. Kolokasi dibedakan dengan idiom, kata majemuk, dan frasa karena sanding kata dilihat dari kemungkinan adanya beberapa kata dalam lingkungan yang sama atau perasosiasian yang tetap antara kata dan kata-kata tertentu (Kridalaksaan, 1982). Idiom merupakan konstruksi dari unsur-unsur kata yang saling memilih atau konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya, misalnya panjang tangan berarti pencopet atu pencuri.
Secara garis besar kolokasi dalam bahasa Indonesia dibedakan diklasifikasi menjadi dua, yaitu:
- Kolokasi kelompok I, yaitu kolokasi yang berkonstruksi [N+A], terbagi menjadi dua belas tipe, sebagai berikut:
- Kolokasi tipe I A dibentuk oleh nomina yang berciri semantis +insani, +konkret, +terbilang, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantik +watak atau +perbuatan.
Contoh: anak cerdas, orag sabar, gadis lincah.
- Kolokasi tipe I B dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, -konkret, +terbilang, -bernyawa, +waktu, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan.
Contoh: iklan penting, malam aman, hari panas.
- Kolokasi tipe I C dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, -konkret, +terbilang, -bernyawa, +kelompok, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan.
Contoh: masyarakat sejahtera, negara makmur, tanah subur.
- Kolokasi tipe I D dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, +konkret, +terbilang, -bernyawa, +bagian tubuh, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan.
Contoh: wajah bulat, hati lembut, gidung mancung.
- Kolokasi tipe I E dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, -konkret, -terbilang, -bernyawa, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +kualitas.
Contoh: nasib buruk, cerita pendek, karya baru.
- Kolokasi tipe I F dibentuk oleh nomina yang berciri semantis +insani, +konkret, +terbilang, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan diri.
Contoh: bapak gagah, pemuda ganteng, ibu anggun.
- Kolokasi tipe I G dibentuk oleh nomina yang berciri semantis +insani, +konkret, +terbilang, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +usia.
Contoh: janda muda, orang tua, gadis manis.
- Kolokasi tipe I H dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, +konkret, +terbilang, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +warna.
Contoh: angsa putih, kotak hijau, kertas kuning.
- Kolokasi tipe I I dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, +konkret, +terbilang, -bernyawa, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +ukuran.
Contoh: barang berat, bangku panjang, sungai lebar.
- Kolokasi tipe I J dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, +konkret, +terbilang, -bernyawa, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan.
Contoh: bibir sumbing, dada bidang, jari lentik.
- Kolokasi tipe I K dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, -konkret, -terbilang, bernyawa, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +keadaan.
Contoh: awan mendung, cahaya redup, cuaca buruk.
- Kolokasi tipe I L dibentuk oleh nomina yang berciri semantis -insani, +konkret, +terbilang, -bernyawa, sedangkan adjektiva mempunyai ciri semantis +lingkungan.
Contoh: pintu baru, jendela bekas, laut luas.
- Kolokasi lelompok II memiliki konstruksi adjektiva ditambah nomina atau [A+N], yang pada dasarnya kolokasi tipe ini merupakan kebalikan dari kolokasi kelompok I.
Contoh: [A] + [N]
Hangat-hangat kuku
Kuning langsat
Merah darah
bab3
KLASIaFIKASI KLAUSA
3.1 Pengantar
Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat.
3.2 Klausa Berdasarkan Distribusi Satuan
Berdasarkan potensinya untuk dibentuk menjadi kalimat, klausa dapat dibagi menjadi klausa bebas dan klausa terikat.
3.3 Klausa Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, klausa dapat menduduki fungsi subjek, objek, keterangan, dan pelengkap.
3.3.1 Subjek
Subjek adalah bagian klausa yang berwujud nomina atau frasa nominal yang menandai apa yang dinyatakan oleh pembicara.
Contoh: Kami sekeluarga bulan lalu berlibur ke Bali.(kami sekeluarga merupakan subjek)
3.3.2 Objek
Objek adalah bagian klausa yang berwujud nomona atau frasa nomina yang melengkapi verba transitif. Objek dapat dibagi menjadi dua yaitu objek langsung dan objek tak langsung.
Contoh objek langsung: bibi sedang menanak nasi.
Contoh objek tak langsung : bibi sedang menanak nasi untuk kita semua.
3.3.3 Klausa Keterangan
Klausa keterangan adalah klausa yang menjadi bagian luar inti, yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek atau makna predikat.
Contoh:
- keteranga akibat: penjahat itu dihukum mati
- keterangan sebab: karena sakit, ia tidak jadi ikut
- keterangan jimlah: bagai pinang dibelah dua
- keterangan alat: dinaikkan dengan mesin pengangkat
3.3.4 Klausa Pelengkap
Klausa pelengkap adalah klausa yang terdiri atas nomina, frasa nomina, adjektiva, atau frasa adjektival yang merupakan bagian dari predikat verbal, seperti:
- abangku menjadi pilot
- kami bermain bola
- aku dianggap patung
3.4 Klausa Berdasarkan Struktur
3.4.1 Klausa Verbal
Klausa verbal adalah lausa yang predikatnya verba.
Contoh: saya makan, adik mandi.
Klausa verbal terdiri atas klausa verbal aktif transitif dan klausa verbal aktif taktransitif.
Klausa verbal aktif transitif adalah klausa yang predikat verbalnya mempunyai sasaran dan atau mempunyai objek.Contoh:
Bibi menjual makanan, aku mengirimkan surat, dan lain-lain.
Klausa verbal aktif transitif resiprokal adalah klausa yang subjeknya melakukan pekerjaan yang disebutkan predikat verbalnya, tetapi secara berbalasan atau klausa yang subjeknya saling melakukan pekerjaan yang disebutkan predikat verbalnya. Contoh: Ia berpandangan dengan ibunya.
Klusa verbal pasif adalah klausa yang menunjukkan bahwa subjek dikenai pekerjaan atau sasaran perbuatan seperti yang disebutkan dalam predikat verbalnya.
Contoh: korban ditembak, kami kehujanan, dan lain-lain.
Klausa verbal aktif taktransitif adalah klausa yang predikat verbalnya tidak mempunyai sasaran dan tidak mempunyai onjek.
Contoh: kelakuannya menjadi-jadi, pengetahuan kita bertambah, dan lain-lain.
3.4.2 Klausa Nonverbal
Klausa nonverbal adalah klausa yang predikatnya berupa nomina, pronomina, adjektiva, numeralia, atau frasa preposisional.
Contoh: adik ke Bandung, ayahku nelayan, dia sedang sakit, dan lain-lain.
3.5 Hubungan Antarklausa
3.5.1 Hubungan Antarklausa yang Koordinatif
Hubungan koordinatif menunjukkan hubungan yang setara.
3.5.1.1 Hubungan Aditif (jumlah)
Hubungan jumlah ditunjukkan oleh klausa kedua berisikan informasi yang menambahkan isi informasi pada klausa pertama.
Contoh:
- Saya mencintai dan memahami pekerjaan saya selam ini.
- Saya bersama beberapa orang teman ingin mendirikan perpustakaan.
3.5.1.2 Hubungan Adversatif (pertentangan)
Hubungan pertentangan biasanya ditunjukkan oleh klausa kedua yang berisikan informasi yang bertentangan dengan isi informasi pada klausa pertama.
Contoh:
- Hubungan pertentangan yang menyatakan penguatan
Contoh: Ia tidak hanya rajin dan pandai, tetapi juga teliti dan rendah hati.
- Hubungan pertetangan yang menyatakan implikasi
Contoh: Aku sudah lama berdagang, tetapi belum juga punya uang banyak.
- Hubungan pertentangan yang menyatakan perluasan
Contoh: Budaya daerah harus dijaga, tetapi budaya luar baik jangan ditolak.
3.5.1.3 Hubungan Alternatif (pilihan)
Hubungan pilihan adalah hubungan yang menyatakan pilihan diantara berbagai kemungkinan yang ada yang ditunjukkan oleh klausa yang dihubungkan itu.
1) Hubungan pilihan yang menyatakan pertentangan
Aku harus bersekolah dengan sengsara atau berhenti, lalu mencari uang.
2) Hubungan pilihan yang tidak menyatakan pertentangan
Dia duduk merenungkan masa lalu ataukah sedang merancang masa depan?
3.5.2 Hubungan Antarklausa Subordinatif
Hubungan antarklausa subordinatif menunjukkan hubungan yang hierarkis.
3.5.2.1 Hubungan Sebab
Kata hubung yang digunakan adalah sebab, karena, dan oleh karena.
Contoh:
a. Mereka berkelahi karena salah paham
b. Saya tidak tahu apa sebab dia tidak mau datang ke pertemuan itu.
3.5.2.2 Hubungan Akibat
Kata hubung yang digunakan adalah akibat, akibatnya, dan hasilnya.
Contoh: Kebakaran itu terjadi akibat kelalaian petugas pada bagian mesin.
3.5.2.3 Hubungan Tujuan
Kata hubung yang digunakan adalah untuk, demi, agar, supaya, dan biar.
Contoh: Saya bekerja keras demi membesarkan anak-anak saya.
3.5.2.4 Hubungan Syarat
Kata hubung yang digunakan adalah jika, kalau, jikalau, dan asalkan.
Contoh: Saya mau datang ke pertemuan penting itu jika anda datang juga.
3.5.2.5 Hubungan Waktu
1) Waktu Batas Permulaan
Ditandai dengan kata hubung sejak atau sedari.
Contoh: Kami terbiasa hidup sederhana sedari kami masih baru saja menikah.
2) Waktu Bersamaan
Ditandai dengan kata hubung ketika, pada waktu, (se)waktu, seraya, serta, sambil, semantara, selagi, selam, dan tatkala.
Contoh: Mereka datang ketika kami sedang duduk-duduk di teras rumah sore hari.
3) Waktu Berurutan
Ditandai dengan kata hubung sebelum, sehabis, setelah, sesudah, seusai, dan begitu.
Contoh: Sesudah pulang sekolah, dia membantu orang tuanya bekerja di ladang.
4) Waktu Batas Permulaan
Ditandai dengan kata hubung sampai dan kepada.
Contoh: Aku harus belajar dan berjuang keras sampai cita-citaku tercapai.
3.5.2.6 Hubungan Kosesif
Ditandai dengan kata hubung sungguh (pun), sekalipun, dan kendati (pun).
Contoh: Dia rela anaknya pergi belajar walaupun harus jauh dari kampung halaman.
3.5.2.7 Hubungan Cara
Ditandai dengan kata hubung dengan atau tanpa.
Contoh:
Petinju itu menang dengan cara mengelakkan setiap pukulan yang datang.
3.5.2.8 Hubungan Kenyataan
Klausa subordinatif pada hubungan kenyataan atau hubungan komplementatif bertugas melengkapi verba atau melengkapi nomina subjek.
Contoh: Sekarang aku baru tahu (bahwa) anak itu ternyata sangat rajin.
3.5.2.9 Hubungan Alat
Ditandai dengan kata hubung dengan, tidak dengan, memakai, dan menggunakan.
Contoh: Petani membalik tanah dengan cangkul.
3.5.2.10 Hubungan Perbandingan
3.5.2.10a Hubungan Ekuatif
Hubungan ekuatif mempersyaratkan persamaan taraf antara klausa utama dan klausa subordinatif. Bentuk persamaan yang digunakan adalah sama + adjektiva +dengan atau se-+adjektiva, seperti:
Sekarang penghasilan anak-anakku sama banyak dengan penghasilanku.
3.5.2.10b Hubungan Komparatif
Hubungan komparatif mempersyaratkan perbedaan taraf antara klausa utama dan klausa subordinatif. Bentuk persamaan yang digunakan adalah lebih/kurang +dari atau lebih/kurang + adjektiva +daripada, seperti:
Pesta itu telah menghabiskan biaya lebih dari/kurang dari Rp 50.000.000,00
3.5.2.11 Hubungan Hasil
Ditandai dengan kata hubung sampai, sampai-sampai, sehingga, dan maka.
Contoh: Semburan Lumpur panas itu makin lama makin besar sehingga kami hampir tidak mampu lagi mengatasinya.
3.5.2.12 Hubungan Atributif
Ditandai dengan kata hubung subordinatif yang.
1) Hubungan Atributif Restriktif
Hubungan seperti ini mewatasi makna nomina yang diterangkannya. Akibatnya, keterangan pewatas itu menjadi bagian integral dari nomina yang diterangkannya.
Contoh: Istrinya yang tinggal di Bogor berjualan telur.
2) Hubungan Atributif Takrestriktif
Klausa relatif pada hubungan atributif takrestriktif hanya memberikan tambahan informasi pada nomina yang diterangkannya.
Contoh: Istrinya, yang tinggal di Bogor, berjualan telur.
3.5.2.13 Hubungan Andaian
Klausa subordinatif pada hubungan pengandaian berisikan andaian atas sesuatu yang terdapat pada klausa utama.
1) Andaian yang tidak mungkin terjadi
Andaian jenis ini menggunakan kata penghubung andaikata dan andaikan.
Contoh: Andaikata saya merpati, tentu sudah aku terbangi laut yang luas itu.
2) Andaian yang mungkin terjadi
Andaian jenis ini menggunakan kata penghubung jika, kalau, ikalau, apabila, dan bilamana.
Contoh:Jika suatu perusahaan melanggar kewajiban sebagaimana dimaksud Pasal 6, izin perusahaan tersebut dapat dicabut.
3) Andaian yang menggambarka kekhawatiran
Andaian jenis ini menggunakan kata penghubung jangan-jangan.
Contoh: Mengapa ayah diam saja sejak tadi? Jangan-jangan ayah marah kepada kita.
4) Andaian yang berhubungan dengan ketidakpastian
Andaian jenis ini menggunakan kata penghubung kalau-kalau.
Contoh: Kita berdoa sajalah, kalau-kalau ia juga datang pada hari ini.
3.5.2.14 Hubungn Optatif (Berharap)
Kata hubung yang digunakan adalah agar, semoga, moga-moga, dan mudah-mudahan.
Contoh: Kami memohon semoga bapak mau memaafkannya.
BAB 4
KLASIFIKASI KALIMAT
4.1 Apakah Kalimat?
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.
4.2 Strategi Pengenalan Kalimat
Kalimat dasar adalah kalimat yang terdiri atas unsur-unsur pokok. Jadi kalimat dasar adalah kalimat yang belum mengalami perluasan.
4.3 Fungsi Sunjek, Predikat, Objek, dan Fungsi Lain
Untuk mengetahui subjek sebuah kalimat, kita dapat mengajukan pertanyaan dengan menggunakan unsur predikat sebagai tumpuan. Misal, apa yang……..? atau siapa yang…….?
4.4 Kalimat Menurut Bentuk
4.4.1 Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu subjek dan satu predikat, Semua kalimat dasar adalah kalimat tunggal. Kalimat tunggal sapat diperoleh dari beberapa segi.
a) Kalimat tunggal adalah kalimat murni
Contoh: Rupiah menguat.
b) Kalimat tunggal adalah kalimat dasar yang diperluas dengan berbagai keterangan.
Contoh: Wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.
c) Kalimat tunggal adalah kalimat dasar yang berubah susunannya.
Contoh: Berdiri aku di senja senyap.
Dalam Bahasa Indonesia terdapat enam pola kalimat:
1) Subjek (KB) + Predikat (KK) : pakar politik berdiskusi
2) Subjek (KB) + Predikat (KK) +Objek (KB) : Mahasiswa mengikuti ujian
3) Subjek (KB) + Predikat (KK) +Objek (KB) +Objek (KB)
osen membawakan saya buku Biologi
4) Subjek (KB) + Predikat (KS) : Harga kertas mahal
5) Subjek (KB) + Predikat (K.Bil) : Komputernya dua buah
6) Subjek (KB) + Predikat (KB) : Temanku guru SMU 1
Untuk menciptakan beragam kalimat tunggal, enam pola kalimat dasar di atas dapat diperluas atau dipermutasikan unsur-unsurnya.
Pola 1 adalah pola kalimat yang hanya mengandung unsur subjek nomina dan unsur predikat verba.
Contoh: Kami berjuang.
Pola 2 adalah pola kalimat yang bersubjekkan nomina dan berpredikat verba, dan berobjek nomina.
Contoh: Kami mencairkan dana.
Pola 3 adalah pola kalimat yang bersubjekkan nomina dan berpredikat verba, dan berobjek kedua nomina.
Contoh: Surat kabar memberikan saya kepintaran.
Pola 4 adalah pola kalimat yang bersubjekkan nomina dan berpredikat adjektiva.
Contoh: Suku bunga bank sangat tinngi.
Pola 5 adalah pola kalimat yang bersubjekkan nomina dan berpredikat numeralia.
Contoh: Panjang mobil itu empat meter.
4.4.2 Perluasan Kalimat Tunggal
Keenam pola kalimat dasar itu dapat diperluas dengan unsure keterangan.
- Ketarangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan, sekitar kota;
- Keterangan waktu, seperti tiap tahun, ninggu ketiga;
- Keterangan alat, seperti dengan pensil, dengan keris;
- Keteranga cara, seperti dengan berhati-hati, dan berbagai jenis keteranga lainnya.
4.4.3 Kalimat Majemuk
4.4.3.1 Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas dua kalimat tunggal atau lebih yang digabungkan dengan kata hubung yang menunjukkan kesetaraan, seperti dan, atau, sedangkan, dan tetapi.
4.4.3.2 Kalimat Majemuk Bertingkat (taksetara)
Kalimat majemuk taksetara terdiri atas unsur anak kalimat dan induk kalimat.
Contoh: Saya akan sulit sampai di kantor jika pagi-pagi sekali hari sudah hujan.
4.4.3.3 Kalimat majemuk taksetara Rapatan
Kalimat majemuk taksetara atau kalinat majemuk bertingkat dapat juga dirapatkan jika terdapat unsure subjek yang sama.
Contoh: Mereka sudah menyelesaikan tugas
Mereka boleh mengambil tanda terima
Dapat dirapatkan menjadi Karena mereka sudah menyelesaikan tugas, mereka boleh mengambil tanda terima.
4.4.3.4 Penghilangan Kata Penghubung pada Kalimat Majemuk
Contoh: Dibandingkan dengan pendapatan pegawai negeri, pendapatan pegawai swasta jauh lebih besar. (salah)
Jika dibandingkan dengan pendapatan pegawai negeri, pendapatan pegawai swasta jauh lebih besar.(benar)
4.4.3.3 Kalimat Majemuk Campuran
Terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Contoh: Karena pembicaraan mengenai pemecahan atom belum rampung, kami terpaksa bekerja sampai malam dan melakukan pembagian kerja dengan lebih baik lagi.
4.4.4 Jenis Kalimat menurut Bentuk dan Gaya
a. Kalimat yang Melepas
Jika kalimat majemuk diawali oleh unsure utama, lalu diikuti oleh unsur tambahan (induk kalimat diikuti anak kalimat), gaya penyajian tersebut disebut gaya penyajian melepas.
Contoh: Kemunduran perekonomian kita harus diatasi sebelum masyarakat menderita kelaparan total.
b. Kalimat yang Berklimaks
Jika kalimat majemuk diawali anak kalimat dan didikuti induk kalimat, gaya penyajian tersebut disebut gaya penyajian berklimaks.
Contoh: Karena penjarah berbaju hitam, petugas keamanan tidak dapat mengenali para penjarah tersebut.
c. Kalimat yang Berimbang
Jika kalmiat disusun dalam bebtuk kalimat mejemuk campuran.
Contoh: Stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan leluasa, dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
4.5 Kalimat menurut Fungsi
a. Kalimat Pertanyaan (deklaratif)
Dipakai jika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap ketika ia ingin menyampaikan informasi kepada lawan bicaranya.
Contoh: Tidak semua nasabah bank memperoleh kredit lunak.
b. Kalimat Pertanyaan (Interogatif)
Dipakai jika penutur ingin memperoleh informasi atau reaksi yang diharapkan.
Contoh: Di mana mereka melakukan latihan?
c. Kalimat Perintah atau Permintaan (Imperatif)
Dipakai jika penutur ingin menyuruh atau melarang orang melakukan perbuatan.
Contoh: Dilarang merokok di ruangan ini!
e.Kalimat Seruan
Dipakai jika penutur ingin mengungkapkan perasaan yang kuat atau yang mendadak.
Contoh: Bukan main sulitnya soal ini.
4.6 Kalimat Efektif
Adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk memunculkan gagasan pada pemikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran penulis.
Contoh: Kejaksaan Agung akan menayangkan wajah para koruptor yang menjadi buronan di televisi.
Kalimat tersebut tidak efektif karena yang dimaksudkan adalah menayangkan di televisi wajah koruptor yang menjadi buronan.
4.6.1 Kesepadanan Struktur
Yang dimaksudkan kesepadanan struktur adalah kesepadanan antara pikiran dan struktur bahasa yang digunakan.
- Hadirnya subjek dan predikat
Contoh: Bagi mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah pada akhir bulan September. (salah)
Mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah pada akhir bulan September.(benar)
- Tidak Hadirnta Subjek ganda
Contoh: Patung Dewi Sri terletak lemari kaca. (salah)
Patung Dewi Sri terletak di dalam lemari kaca.
- Tidak Hadirnya Kata Penghubung Intrakalimat pada Kalima Tunggal
Kata penghubung intrakalimat yang dimaksudkan adalah sedangkan dan sehingga.
Contoh: Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (salah)
Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.(benar)
- Tidak Hadirnya Kata yang di Depan Predikat
Contoh: Bahasa Indonesia yanf berasal dari bahasa Melayu.(salah)
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
4.6.2 Keparalelan Bentuk
Yang dimaksud adalah kesejajaran atau kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Kalau bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomona.
Contoh: Kebobrokan perusahaan itu tersembunyi dengan rapat dan penutupannya dengan sangat cermat. (salah)
Kebobrokan perusahaan itu tersembunyi dengan rapat dan tertutup dengan cermat.
4.6.3 Ketegasan Makna
Ketegasan makna kalimat ditentukan oleh beberapa unsur.
Contoh: Harapan Presiden ialah agar kita semua membangun bangsa dan negara ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Unsur yang ditegaskan dalam kalimat itu aslah harapan Presiden.
4.6.4 Kehematan Kata
Yang dimaksud dengan penghematan kata adalah hemat dalam menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain dan tidak menggunakan apa pun yang dianggap tidak perlu.
- Penghilangan Subjek yang Sama pada Anak Kalimat
Contoh: karena dia tidak diundang, dia tidak dating ke pesta itu.(salah)
Karena tidak diundang, dia tidak dating ke pesta perpisahan itu.
- Penghindaran Pemakaian Superordinat pada Hiponimi
Contoh: Ia memakai baju warna merah muda. (salah)
Ia memakai baju merah muda. (benar)
- Penghindaran Pemakaian Sinonim pada Satu Kalimat
Ontoh: Anda dipersilakan naik ke atas untuk beristirahat.(salah)
Anda dipersilakan naik untuk beristirahat.(benar)
BAB 5
SYARAT-SYARAT PARAGRAF
5.1 Definisi Paragraf
Sebuah paragraph harus memiliki sebuah gagasan utama. Gagasan utama adalah gagasan dasar tentang sesuatu, yang menjadi tumpuan berpikir bagi penulis untuk memunculkan gagasan berikutnya.
Sebuah paragraf harus merupakan satu gagasan yang utuh, artinya jika dilepaskan dari teks, sebuah paragraf sudah memiliki satu gagasan yang utuh dan jelas. Paragraf yang disusun dengan runtut (kohesif) ditandai oleh berpautnya kalimat yang satu dengan kalimat yang lain yamg ada di dalamnya. Paragraf yang disusun dengan padu (koherensif) ditandai oleh berpadunya gagasan yang tedapat dalam setiap kalimat yang membangunnya.
5.2 Keruntutan Paragraf
Keruntutan paragraf ditampilkan melalui hubungan formalitas (hubungan secara bahasa) diantara kalimat yang membentuk paragraf. Untuk itu, diperlukan alat penghubung antarkalimatagar keterpautan itu terlihat jelas.
- Penanda hubungan antarkalimat
Berfungsi memadukan hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dalam sebuah paragraf. Terdapat lima penanda hubunhan antar kalimat , yaitu teknik pengacuan(reference), hubungan pelesapan (ellipsis), penggantian(substitution), perangkaian(conjunction), dan hubungan leksikal(lexical cohesion)
- Hubungan dengan Teknik Pengacuan
1) Hubungan Ensoforis
Dapat dibedakan menjadi hubungan anaforis dan hubungan kataforis.
(a) Hubungan Pengacuan dengan itu
Pengangkatan anak wajib dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan di tempat tinggal sah pemohon. Penetapan itu…..
(b) Hubungan Pengacuan dengan begitu
Unit Konteks kalimat dinilai dengan UKBI yang terbatas. Begitu pula halnya dengan penilaian unit kerja lapangan.
(c) Hubungan Pengacuan dengan begitu itu
Hasil yang optimum itu memerlukan proses yang panjang dan waktu yang lama serta ketelitian yan tinggi. Hasil yang begitu (bagus) itu………
(d) Hubungan Pengacuan dengan demikian itu
Analisis kompetensi yang komprehensif merupakan langkah utama untuk menyusun standar kompetensi kerja yang dibutuhkan si bidang tertentu. Analisis yang demikian itu…………..
(e) Hubungan Pengacuan dengan seperti itu
Telah dinyatakan berulang-ulang bahwa hasil yang optimum memerlukan proses yang panjang. Hasil yang seperti itu………
(f) Hubungan Pengacuan dengan tersebut
Setiap orang dilarang membunuh gajah, kura-kura, dan burung. Kalau ada yang melanggar laranga tersebut, pelanggar dapat dihukum.
(g) Hubungan Pengacuan dengan tersebut itu
Untuk menjaga kelestarian hidup gajah dan kura-kuara hijau, setip orang dilarang membunuh gajah dan kura-kura tersebut itu.
(h) Hubungan Pengacuan dengan –nya
Untuk menjaga kelestarian gajah, setiap orang dilarang membunuhnya.
b) Hubungan Eksoforis
Hubungan eksoforis dapat disebut juga hubungan luar bahasa.
Contoh: Hafid melihat ada makanan di atas meja makan, lalu ia bertanya, “Makanan siapa ini? Boleh saya makan , Bu?”
2) Hubungan Penggantian
Ria dan Eka kemarin siang bersama-sama pulang ke Bogor. Mereka berdua naik kereta api.
3) Hubungan Pelesapan
Ditandai oleh lesapnya unsur kalimat karena tidak dinyatakan secara tesurat atau tidak diucapkan pada kalimat berikutnya.
“Sudah dua hari saya sakit dan sudah dua hari pula (saya) tidak masuk kerja. Sementara itu, bahan makanan di rumah sudah tidak ada lagi. Saya tidak tahu entah dari mana (saya) akan dapat makan.
4) Hubungan Kata Perangkai
Siti Hawa selalu dipercaya sebagai manusia kedua karena ia diciptakan setelah Tuhan menciptakan adam. Bahkan, Siti Hawa (ia) diciptakan dari tulang rusuk manusia pertama itu.
5) Hubungan dengan Penanda Leksikal
Contoh: Setiap warga negara garus mematuhi perundang-undangan yang berlaku di negeri ini, termasuk mamatuhi Undang-Undang Lalu Lintas di Jalan Raya.
6) Pengulangan
Misalnya: Ketentuan untuk menggunakan baju seragam putih-putih pada hari Senin hanya berlaku bagi anak-anak sekolah dasar di Kecamatan Ciluer. Anak-anak itu harus segera diberi tahu mengenai ketentuan itu agar mereka bias menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan anak itu.
(b) Penominalan
(a) Sebelum memangku jabatannya, setiap calon terpilih harus mengucapkan sumpah dan janji setia. (b) Pengucapan sumpah dan janji setia tersebut…….
(c) Penggunaan kata hubung intrakalimat
Contoh: Jika terjadi kematian warga Negara, instansi yang ditunjuk wajib mencatat kematian warga Negara itu.
(d) Penggunaan ungkapan penghubung antarkalimat
Contoh: Catatan peristiwa itu amat penting untuk penyelidikan. Untuk itu, diperlukan keseriusan dan kecermatan yang tinngi dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Contoh ungkapan penghubung antarkalimat:
- Hubungan sebab akibat: oleh karena itu, dengan demikian, jadi, akibatnya.
- Hubungan pertentangan: sebaliknya, akan tetapi, namun, padahal, meskipun demikian dsb;
- Hubungan syarat: kalu begitu, kalau demikian, jika begitu dsb;
- Hubungan penjumlahan: lagi pula, lain dari itu, di samping itu, dsb;
- Hubungan urutan waktu: kemudian, setelah itu, lalu, dsb;
- Hubungan cara: dengan demikian, dengan itu, dsb;
- Hubungan lebih: bahkan, malah, lebih-lebih, dsb;
- Hubungan pertalian untuk menandai manfaat: untuk itu;
- Hubungan perangkaian: akhirnya, dengan kata lain, berkaitan dengan itu, dsb.
5.3 Simpulan
Paragraf dapat dikenali lewat ciri sebagai berikut:
- Kalimat yang terdapat di dalam sebuah paragraf dapat berurutan atas kalimat tunggal, kalimat koordinatif, dan kalimat subordinatif, atu sebaliknya.
- Pada umumnya, paragraf memiliki kalimat tema, yang biasanya diletakkan pada bagian awal, tengah, atau akhir paragraf.
- Kalimat yang diletakkan pada bagian awal, tengah, atau akhir paragraf biasanya merupakan perincian lebih lanjut atau penjelasan atas tema.
- Paragraf juga dapat memiliki bagian pengantar.
BAB 6
SATUAN-SATUAN DALAM WACANA
6.1 Pendahuluan
Banyak orang menduga bahwa satuan bahasa yang terlengkap adalah kalimat. Dugaan itu salah sebab sebuah kalimat bagaimanapun bentuknya pasti menjadi bagian dari sebuah wacana, baik wacana lisan maupun wacana tertulis.
6.2 Aspek-Aspek Wacana
6.2.1 Aspek Semantis
a. Hubungan semantis antarbagian wacana
ditandai oleh hubungan antara proposisi dan proposisi bagian-bagian wacana itu.
a.1 Hubungan sebab atau hubungan alasan
Contoh: Musim kemarau tahun ini amat panjang, Di mana-mana terjadi kekeringan, petani mengeluh tak ad air, Musim tanam terlambat, dsb.
a.2 Hubungan sarana-tujuan
b. Hubungan latar belakang semantis wacana
b.1 Kesatuan topik
Contoh: “ Dijual. Butuh uang tunai segera. Sebuah rumah tua, luas tanah 1.500 meter persegi dan luas bangunan 200 meter persegi. Peminat yang serius harap menghubungi kami. Kami tidak mempunyai waktu untuk melayani perantara.
b.2 Hubungan di antara peserta tuturan
Contoh: Ketika telepon berdering, seorang ibu berkata kepada anaknya:
Ibu : Ada telepon untuk kamu, Na.
Anna : Ma, tolong terima sebentar. Aku lagi mandi.
6.2.2 Aspek gramatikal
- Konjungsi
Di dalam bahasa Indonasia, konjungsi dapat bertugas menyambungkan frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat.
- Elipsis (pelesapan)
Biasanya apa yang dilesapkan di dalam salah satu bagian merupakan ulangan dari bagian yang lain.
Contoh: Di mukamu ada sebuah rongga
(di mukamu) ada giginya ada lidahnya
Lewat rongga itu semua bias
Kumasukkan ke dalam perutmu
- Paralelisme
Paralelisme atau kesejajaran bentuk dalam wacana mengikuti pola di antara bagian di dalam wacana itu.
Contoh: “ Berhadapan dengan struktur teks sajak kadang-kadang seperti berhadapan dengan ayat-ayat atau yanda-tanda kebesaran Tuhan. Pendek kata kita membaca alam.”
- Penggantian (substitusi)
Dapat bersifat anaforis atau pun kataforis.
d.1 Penggantian Anaforis
Penggantian anaforis selalu menggunakan pronominal persona ketiga, seperti:
Kami pergi berjalan-jalan ke kota bersama sebagian penduduk desa kami. Mereka banyak yang memang sama sekali belum pernah melihat keramaian kota. Oleh karena itu, mereka tampak sangat gembira.
d.2 Penggantian Kataforis
Pronomina persona-nya dapat juga digunakan untuk penggantian kataforis, seperti:
Dengan kecerdasan yang luar biasa serta dilengkapi dengan kecermatan dan ketelitiannya yang tinggi, saya yakin kelak Ahmad dapat menjadi seorang peneliti ulung yang berhasil.
6.3 Satuan Satuan di Dalam Wacana
Satuan terbesar di dalam wacana bukan kalimat, melainkan paragraf. Jika dilepaskan dari sebuah wacana, paragraf sudah merupakan suatu kesatuan informasi yang lengkap, utuh, dan selesai.
BAB 7
TEORI DAN PEMIKIRAN LINGUISTIK YANG BERKEMBANG DI INDONESIA
7.1 Pengantar
Pada dasarnya, jika dilihat dari segi teknik analisis suatu kalimat, ada dua macam teori linguistik yang pernah berkembang di Indonesia, secara garis besarnya, yaitu teori linguistik tradisional dan teori linguistik modern. Perbedaan yang mendasar di antara kedua teori tersebut terletak pada titik tolak memandang, cara menganalisis, dan cara mengajarkan bahasa. Teori linguistik tradisional memulai analisis bahasa dengan kata dan bentuk kata, kemudian sampai pada struktur kalimat. Teori linguistik tradisional berangggapan bahwa semua bahasa di dunia ini memiliki struktur kalimat yang sama. Teori linguistik modern memulai analisis bahasa dari kalimat, kemudian beralih ke unsur yang lebih kecil, yaitu klausa, frasa, kata, morfem, dan fonem yang mendasari struktur kalimat tersebut (disebut teori linguistik struktural).
Ciri menonjol dari teori linguistik modern atau teori linguistik struktural adalah (1) pandangan tentang pentingnya hubungan antarunsur bahasa lebih daripada unsur-unsur itu sendiri, (2) satu-satunya objek linguistik yang benar adalah sistem bahasa (langue), dan (3) penelitian bahasa dapat dilakukan secara diakronis ataupun sikronis (Kridalaksana, 1991:7)
7.2 Teori Linguistik yang Berkembang di Indonesia
7.2.1 Teori Linguistik Tradisional
Perintis linguistik pada masa Yunani Kuno, Plato (436-33 SM), telah memberikan prinsip-prinsip dasar linguistik kemudian, perintis linguistik berikutnya, Socrates (469-39 SM), melanjutkan ide-ide Plato dan Socrates yang berpandangan tentang bahasa.
Perintis lai pada masa Yunani Kuno adalah aristoteles (384-322 SM), yang banyak menulis buku tentang logika dan linguistik. Aristoteles dianggap sebagai orang yang memperkenalkan kategori kata (distinct parts of speech). Pemikiran para perintis linguistik itu hingga sekarang diyakini kebenarannya oleh para linguis di Indonesia. (cf. Hani’ah dkk.2006)
Linguis yang tergolong kelompok ini m,isalnya Plato, Socrates, Aristoteles, Panini. Linguis Indonesia yang menggunakan teori tradisional dalam analisis penelitian mereka seperti Sutan Takdir Alisjahbana dan J.S. Badudu.
7.2.2 Teori Linguistik Transformasi Generatif
Teori sintaksis struktural dimulai dengan diterbitkannya buku Language oleh Leonard Bloemfield pada tahun 1933. Pengikut Bloemfield yang brilian adalah Noam Chomsky. Ia melahirkan suatun teori yang disebut teori linguistik transformasi generatif. Pada tahun 1957 Chomsky menerbitkan buku yang berasal dari disertasinya yang berjudul Syntactic Structure. Tahun 1957 itulah dianggap tonggak awal berkembangnya aliran baru dalam linguistik. Dalam teori linguistik transformasi generatif terdapat struktur dalam (deep structure) dalam pikiran manusia dan strukrur luar (surface structure) dalam wujud bahasa.
Ciri linguistik transformasional, antara lain:
a. bersifat rasionalistis, dan antibehaviorisme;
b. bertujuan menemukan apa yang semesta dan teratur dalam memahami dan menghasilkan kalimat yang gramatikal;
c. memakai konsep-konsep competence dan performance;
d. membedakan struktur lahir dan struktur batin..
Tokoh-tokoh teori linguistik transformasi generatif adalah A.N. Chomsky, J.McCawley, dan G. Lakoff (Kridalaksana, 1991:16)
7.2.3 Teori Linguistik Stratifikasi
Teori linguistik stratifikasi dilontarkan dan dikembangkan oleh Sidney Lamb dari Universitas California. Menerbitkan buku pengantar tatabahasa stratifikasi yang berjudul Outline of Stratificational Grammar tatabahasa stratifikasi mengambil nama dari aneka ragam strata ‘lapisan’ yang terdapat dalam suatu bahasa.
Ciri teori linguistik stratifikasi:
- bahasa dipandang sebagai sistem hubungan-hubungan dan bukan sistem unsur-unsur;
- bahasa dianggap sebagai sistem statis, jadi menentang konsep-konsep yang menggambarkan proses;
- bahasa dianggap sebagai sistem jaringan dan kaidah-kaidah realisasi yang menghubungkan bagian-bagian struktur yang disebut strata; ada strata leksem, strata morfem, ada strata fonem.
Tokoh dari linguistik stratifikasi adalah S. Lamb, H.A.Gleason, D.G.Lookwood, dan A. Makkai (Kridalaksana, 1991:15)
7.2.4 Teori Linguistik Tagmemik
Ciri-ciri teori linguistik tagmemik:
- bersifat fungsionalitas;
- membedakan satuan etik dan satuan emik;
- analisis gramatika tidak hanya terbatas pada kalimat, tetapi sampai ke wacana;
- satuan dasar berupa tagmen.
Tokoh teori linguistik tagmemik adalah K.L. Pike, Evelyn Pike, R. Longacre, dan lain-lain (Kridalaksana, 1991:13)
7.2.5 Teori Linguistik Kasus
Ciri-ciri teori linguistik kasus:
- bersifat generatif;
- mendapat pengaruh dari Pike;
- dalam semantik dianggap bahwa nomina berhubungan dengan verba dalam struktur batin berupa berbagai kasus, seperti kasus pelaku, penderita, penerima, dan sebagainya.
Tokoh teori linguistik kasus adalah W. Chafe. Libguis Indonesia yang pernah menerapkan teori ini dalam penelitian linguistik adalah D.P. Tampubolon dan Soenjono Dardjowidjojo (Kridalaksana, 1991:16-17;34)
7.2.6 Teori Linguistik Fungsional
Ciri-ciri teori linguistik fungsional:
- teori ini memberi tempat kepada tiga lapisan fungsi, yakni fungsi semantik, fungsi sintaktis, dan fungsi pragmatis;
- tidak mengenal transformasi, filter, dekomposisi leksikal;
- deskripsi ungkapan bahasa dimulai dengan pembebtukan predikasi dasar yang dilakukan dengan penyisipan ungkapan ke dalam kerangka predikat;
- pengungkapan bahasa berjalan dari semantik ke sintaksis terus ke pragmatik dan berakhir pada apa yang disebutnya expression rules.
Teori linguistik fungsional dipelopori oleh Selain oleh simon Dik, juga danes, Halliday, A. Martinet, dan Susumu Kuno (Kridalaksana, 1991:18, 28, dan 35)
7.2.7 Beberapa Pemikiran tentang Linguistik
7.2.7.1 Pemikiran Saussure
Mongin-Ferdinand de Saussure (1857-1913) adalah tokoh linguistik modern kelahiran Geneva, Swiss. Tahun 1916 dipandang sebagai tahun kelahiran linguistik modern dan de Saussure dijuliki sebagai Bapak Linguistik Modern. Saussure memiliki pemukiran yang sangat brilian, yaitu dibedakannya dua aspek tanda bahasa, yaitu significant dan signifie. Saussure berprinsip bahwa ujaran (parole) tidak boleh dikacaukan dengan langue. Langue merupakan sistem yang dimiliki bersama yang secara taksadar kita pergunakan sebagai alat komunikasi, sedangkan parole adalah realisasi individual atas sistem bahasa, yang berupa kalimat-kalimat atau ucapan-ucapan seseorang dalam komunikasi sehari-hari.
7.2.7.2 Pemikiran Odgan dan Richard
Pada kurun berikutnya, C.K. Odgan dan I.A. Richard dalam The Meaning of Meaning (1923) membuat langkah yang lebih menentukan dalam membangkitkan minat bidang linguistik, khususnya di wilayah makna kata dan makna kalimat. Odgan dan Richard berbicara tentang kodrat kalimat. Mereka juga berbicara tentang acuan, yang menyatakan bahwa setiap tutur yang bermakna dalam kalimat tentulah mempunyai acuan.
7.2.7.3 Pemikiran John Lyons
Lyons (1996:72) tergolong ahli semantik yang sangat berpengaruh. Dia, menguraikan hubungan antara kegramatikalan (grammaticality) dan kebermaknaan (meaningfulness) serta keberterimaan (acceptability).
7.2.7.4 Pemikiran Sapir-Whorf
Edward Sapir(1884-1937) dan Benjamin Lee Whorf(1897-1941) berpendapat bahwa pandangan manusia tentang dunia luar dibentuk oleh bahasa yang dipakai. Dengan kata lain, bahasa mempengaruhi cara berpikir masyarakat pengguna bahasa yang bersangkutan.
7.2.7.5 Pemikiran Grice dan Leech
Grice dan Leech memunculkan konsep implikatur. Pemahaman implikatur yang dilontarkan Grice dan Leech (1975) berguna untuk menerangkan apa yang mungkin diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur,yang berbeda dari apa yang sebenarnya dikatakan oleh penutur.
7.2.7.5 Pemikiran Austin
Austin (1968) memperkenalkan konsep tindak bahasa (speech act). Ia membedakan tiga jenis tindakan dalam konsep tindak bahasa, yaitu tindakan lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Tindakan lokusi adalah tindakan mengatakan sesuatu atau tindakan membuat suatu tuturan. Ilokusi adalah tindakan yang dilakukan dalam mengatakan sesuatu atau membuat pernyataan. Secara konvensional, yang dikategorikan sebagai tindakan ilokusi, antaralain, adalah tindakan (a) menyapa, (b) menuduh, (c) mengakui, (d) meminta maaf, (e) menantang, (f) mengeluh, (g) berdukacita, (h) mengucapkan selamat, (i) menyesalkan, (j) mengizinkan, (k) memberi salam, (l) meminta diri, (m) menghina, (n) memberi nama, (o) menawarkan, (p) memuji, (q) berjanji, (r) memprotes, (s) berterima kasih, (t) bersulang (Huurfordv dan Heasley, 1994:244; cf. Kaswanti Purwo 1984:19-20)
Perlokusi adalah tindak bahasa yang mengakibatkan kawan bicara melakukan suatu tindakan dalam mengatakan sesuatu itu.
7.3 Hubungan Teori dan Metode dalam Linguistik
Metode dalam linguistik, sebagaimana dalam ilmu-ilmu lain, adalah metode ilmiah, yaitu berupa siklus empiris, yakni proses yang berlangsung dari metode induktif ke metode deduktif, dan dari metode deduktif kembali ke metode induktif. Metode induktif mencangkup empat langkah, yaitu pengamatan data, wawasan atas struktur data, perumusan hipotesis, dan pengujian hipotesis (Kridalaksana: 1991:11)
TINJAUAN PENULIS
Secara umum, ilmu linguistik (ilmu bahasa) memiliki dua tataran, yaitu tataran fonologi dan tataran gramatika atau tataran bahasa. Dalam tataran bahasa terdapat bahasan tentang morfologi dan sintaksis. Sintaksis membicarakan hubungan antarkata dalam tuturan (speech). Unsur bahasa yang termasuk di dalam lingkup sintaksis adalah frasa, klausa, dan kalimat.
Sintaksis berasal dari bahasa Yunani (sun + tattein = mengatur bersama-sama) adalah bagian dari tatabahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kalimat dalam suatu bahasa.
Menurut aliran struktural, sintaksis diartikan sebagai subdisiplin linguistik yang mempelajari tata susun frasa sampai kalimat. Dengan demikian ada tiga tataran gramatikal yang menjadi garapan sintaksis, yakni: frasa, klausa, dan kalimat (Suparno, 1993: 81)
Frase, klausa, dan kalimat adalah satuan bahasa. Konstruksinya disebut konstruksi sintaksis. Dilihat dari tatanan unsur-unsur pembentuknya, frase, klausa, dan kalimat itu merupakan kontruksi, yang secara khas disebut sintaksis karena konstruksi-konstruksi itu dibahas dan dikaji dalam subdisiplin sintaksis. Atas dasar pemikiran itu dikenal konstruksi frase, konstruksi klausa, dan konstruksi kalimat. (Suparno, 1987: 7)
Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nenprediktif (Rusyana dan Samsuri, 1976) atau satu konstruksi ketatabahasaan yang terdiri atas dua kata atu lebih. Klausa adalah satuan gramatikal yang setidak-tidaknya terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, mempunyai intonasi final (kalimat final), dan secara actual ataupun potensial terdiri atas klausa.
Berdasarkan uraian-uraian dan pendapat-pendapat di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa sintaksis adalah bidang subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan antarkata dalam tuturan yang meliputi tata susun frase, tata susun klausa, dan tata susun kalimat dalam suatu bahasa.
Pada buku ini telah digambarkan secara jelas mengenai pengertian sintaksis dan hal-hal apa saja yang dipelajari di dalamnya mulai dari pengertian sintaksis, klasifikasi frasa, klasifikasi klausa, klasifikasi kalimat, syarat-syarat paragraph, satuan-satuan dalam wacana hingga teori dan pemikiran linguistic yang berkembang di Indonesia.
Buku ini dikemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga pembaca memperoleh kemudahan dalam menelaah maksud penulis. Selain itu, buku ini juga dikemas dalam bentuk pembahasan per bab sehingga memudahkan pembaca dalam mempelajari isi buku. Untuk keperluan belajar Sintaksis tataran Mahasiswa Strata Satu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, buku ini bisa dijadikan sebagai salah satu referensi belajar sintaksis
Buku karya: Prof. DR. E. Zaenal Arifin
Pengaruh TV Terhadap Anak-anak
Januari 6, 2009
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman menuntut adanya perubahan dan mobilitas yang tinggi. Perkembangan zaman tak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang. Muncullah berbagai alat dari hasil pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat kinerja manusia. Salah satunya adalah televisi.
Televisi adalah suatu media massa yang menyuguhkan tampilan melalui bentuk audio visual (suara dan gambar). Karena dapat dinikmati dalam bentuk suara dan gambar gerak sekaligus itulah orang lebih tertarik kepda televisi daripada media massa lainnya.
Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan informasi secara cepat dan mampu mencapai pemirsa dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditampilkan telah mampu menarik minmat pemirsanya , dan mampu membius pemirsanya untuk selalu manyaksikan berbagai tayangan yang disiarkan televisi. Mulai dari infotainment, entertainment, iklan, hingga sinetron dan film-film yang sesungguhnya tidak pantas ditayangkan.
Kehadiran televisi sesungguhnya telah menimbulkan berbagai fenomena. Televisi memang mampu menayangkan acara-acara yang begitu menarik karena telah ditambahi dengan aksesori-aksesori sehingga membuat pemirsanya begitu mengagumi televisi. Walaupun tanpa mereka sadari, televisi mampu mengubah mereka sedikit demi sedikit. Segala sesuatu diciptakan pasti ada dua dampak yang mengiringinya, yaitu dampak negatif dan positif. Begitu pula dengan hadirnya televisi. Dengan adanya media massa elektronik ini, banyak sekali manfaat yang dapat diambil. Dengan menyaksikan televisi, seseorang dapat memperoleh informasi-informasi aktual yang terjadi dimanapun secara cepat dan lebih jelas. Selain itu, televisi juga mempermudah suatu perusahaan atau badan usaha untukmempromosikan produk-produknya . Namun televisi juga mempunyai dampak negatif dalam kehidupan. Hal ini sangat terasa pada anak-anak yang jiwanya masih sangat labil dan masih dalam proseks pencarian jati diri. Anak-anak ibarat kertas polos yang dapat dengan mudah digambari sesuka hati. Apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan sering mereka telan mentah-mentah. Televisi dan anak adalah dua komponen yang sangat sulit dipisahkan. Anak-anak adalah penggemar nomor satu media televisi. Rata-rata anak menggunakan hampir sebagian besar waktunya untuk menonton acara televisi, tanpa memikirkan pantaskah acara yang sedang meraka tonton saat itu. Padahal anak adalah usia yang rentan. Mereka belum dapat menentukan yang baik dan yang buruk. Mereka biasa meniru atau mengimitasi kebiasaan yang sering mereka temui.
Dwyer menyimpulkan, sebagai media audio visual, TV mampu merebut 94% saluran masuknya pesan – pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. TV mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dilayar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau secara umum orang akan ingat 85% dari apa yang mereka lihat di TV setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian. Dengan demikian terutama bagi anak-anak yang pada umumnya selalu meniru apa yang mereka lihat, tidak menutup kemungkinan perilaku dan sikap anak tesebut akan mengikuti acara televisi yang ia tonton. Apabila yang ia tonton merupakan acara yang lebih kepada eduatif, maka akan bisa memberikan dampak positif tetapi jika yang ia tonton lebih kepada hal yang tidak memiliki arti bahkan yang mengandung unsur-unsur negatif atau penyimpangan bahkan sampai kepada kekerasan, maka hal ini akan memberikan dampak yang negatif pula terhadap perilaku anak yang menonton acara televisi tersebut.
Untuk itulah muncul sebuah pemikiran untuk mengevaluasi pengaruh media televisi terhadap pola pikir dan perilaku anak. Yang diharapkan akan timbul suatu bentuk nyata untuk meminimalisasi adanya pengaruh buruk, media televisi terhadap perkembangan anak. Pemikiran ini lebih lanjut penulis tuangkan dalam tulisan yang berjudul ”Pengaruh Media Televisi terhadap Perkembangan Pola Pikir dan Perilaku Anak”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam karya tulis ini dirimuskan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah pengaruh media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak?
2. Upaya apa yang seharusnya dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya dampak negatif media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini untuk :
1. Mendeskripsikan dan menjelaskan pengaruh media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak.
2. Mendeskripsikan dan menjelaskan upaya-upaya untuk meminimalisasi adanya pengaruh buruk media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak.
D. Manfaat Penulisan
1. Manfaat teoretis
Ø Memberikan penjelasan tentang pengaruh media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak
Ø Menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menekan adanya pengaruh buruk terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak.
2. Manfaat Praktis
Ø Orang tua
- Lebih berhati-hati dalam memilih tayangan televisi untuk ditonton anak.
- Dapat mengantisipasi dampak-dampak yang bias ditimbulkan dari acara-acara televisi.
TELAAH PUSTAKA
A. Ihwal Perkembangan anak
Prof. Dra. Warkitri,dkk dalam Perkembangan Peserta Didik menyatakan bahwa perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi fisik dan psikis pada diri anak yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar menuju kedewasaan (2002 : 6).
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan. Sejak- awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung, pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan.
Menurut Santrok (1992), banyak aspek yang dipengaruhi faktor genetik. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.
1. Kecerdasan
Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan. la juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan. Banyak ahli-ahli yang mengkritik Jensen. Salah seorang di antaranya mengkritik tentang definisi kecerdasan itu sendiri. Menurut Jensen IQ yang diukur dengan tes kecerdasan yang baku merupakan indikator kecerdasan yang baik. Kritik dari ahli lain ialah bahwa tes IQ hanya menyentuh sebagian kecil saja dari kecerdasan. Cara individu memecahkan masalah sehari-hari. penyesuaian dirinya terhadap lingkungan kerja dan lingkungan sosial, merupakan aspek-aspek kecerdasan yang penting dan tidak terukur oleh tes kecerdasan baku yang digunakan oleh Jensen. Kritik kedua menyatakan bahwa kebanyakan .penelitian tentang keturunan dan lingkungan tidak mencakup lingkungan-lingkungan yang berbeda secara radikal. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa studi tentang genetik menunjukkan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh yang lemah terhadap kecerdasan.
Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 person. Kecerdasan memang dipengaruhi oleh keturunan tetapi kebanyakan ahli perkembangan menyatakan bahwa penganih itu berkisar sekitar 50 persen.
2. Temperamen
Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespon. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat parta vvaktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. Slebagian bayi merejpons orang Iain dengan hangat, sebagai lagi pasif. Gaya-gaya perilaku tersebut menunjukkan temperamen seseorang.
Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga tipe dasar temperamen yaitu mudah, sulit, dan lambat untuk dibangkitkan:
a. Anak yang mudah umumnya mempunyai suasana hati yang positif dan dapat dengan cepat membentuk kebiasaan yang teratur, serta dengan mudah pula menyesuaikan diri dengan pengalaman baru.
b. Anak yang sulit cenderung untuk bereaksi secara negatif serta sering menangis dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru.
c. Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah, kadang-kadang negatif, dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau pengalaman baru.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa keturunan mempengaruhi temperamen. Tingkat pengaruh ini bergantung pada respons orang tua terhadap anak-anaknya dengan pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalani lingkungan.
3. Interaksi keturunan lingkungan dan perkembangan
Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi dan berat badan, serta minat yang khas. Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Telah diketahui pula bahwa dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan kecerdasan secara individual dengan varjasi yang kecil pada kepribadian dan minat. . Salah satu alasan terjadinya hal itu ialah mungkin karena keluarga mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkal tertinggi. Mereka tidak mengarahkan anak ke arah minat dan kepribadian yang sama. Kebanyakan orang tua menghendaki anaknya untuk mencapai tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Prof. Dra. Warkitri, dkk (2002 : 12) analisis hal atau kenyataan yang memungkinkan terjadinya perkembangan ada beberapa azas, yaitu :
1. Azas biologis
Anak adalah makhluk hidup sehingga ia akan berkembang. Agar perkembangan tersebut dapat berlangsung dengan normal, maka keadaan biologis harus normal juga. Keadaan biologis bisa berkembang normal apabila kebutuhan biologis terpenuhi secara normal.
2. Azas ketidakberdayaan
Anak manusia saat lahir dalam keadaan tak berdaya. Ketidakberdayaan ini yang menyebabkan manusia dapat berkembang secara luas. Karena dalam perkembangannya manusia tidak dibatasi oleh insting-insting seperti pada binatang sehingga manusia dalam perkembangannya membutuhkan pertolongan.
3. Azas keamanan
Untuk berkembang mencapai kedewasaan anak membutuhkan rasa aman, kasih sayang dan rasa terlindungi.
4. Azas eksplorasi
Anak dalam hidupnya selalu mengadakan eksplorasi untuk menemukan sesuatu. Eksplorasi ini pada mulanya dilakukan melalui panca inderanya yang kemudian dilanjutkan dengan fungsi-fungsi psikis yang lain.
B. Ihwal Media Televisi
Televisi adalah suatu media massa elektronik yang menyuguhkan tampilan melalui bentuk audio visual (suara dan gambar). Televisi merupakan media yang mampu menyebarkan informasi secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu bersamaan.
Saat ini televisi merupakan sarana yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesulit zaman dulu dimana media elektronik ini adalah barang langka yang hanya dapat dimilki oleh kalangan tertentu. Kini hamper seluruh keluarga memilki perangkat komunikasi tersebut. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90% penduduk di Negara berkembang. Televisi yang mungkin dulu hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa batasan usia.
METODE PENULISAN
A. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam karya tulis ini dilakukan dengan teknik studi pustaka atau collecting by library. Data dalam karya tulis ini adalah informasi dai hasil telaah dokumen kepustakaan, seperti buku-buku, jurnal dan sebagainya. Selain itu didukung juga dengan sumber-sumber dari internet yang sesuai dengan penulisan yang dibahas, yaitu mengenai perkembangan anak dan pengaruh media televisi terhadap anak.
B. Pengolahan Data
Dalam karya tulis ini data diolah dengan cara menyajikan dan menganalisis data kemudian diambil kesimpulan. Dalam hal ini, data dari internet yang berupa pengaruh televisi terhadap perkembangan anak dipilih sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, data-data yang dapat digunakan dianalisis berdasarkan teori-teori yang ada, kemudian ditarik suatu kesimpulan.
C. Analisis dan Sintesis
Analisis data adalah proses pengorganisasian dan pengurutan data dalam pola, kategori dan uraian dasar sehingga akan dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Lexy J.Moleong, 1933). Analisis data dalam karya tulis ini dilakukan dengan cara menguji, menyesuaikan dan mengkategorikan data dengan teori yang ada dalam telaah pustaka. Dalam hal ini fase-fase perkembangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dikaitkan dengan media televisi. Setelah semua terkategori dengan baik atau terkumpul dengan baik, maka ditarik suatu simpulan dan dijadikan alternatif pemecahan masalah. Adapun masalah utama dalam penulisan ini adalah pengaruh media televisi terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku anak.
PEMBAHASAN
Pada telaah pustaka telah dijabarkan bahwa perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi fisik dan psikis pada diri anak yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar menuju kedewasaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan antara lain kecerdasan, temperamen, dan interaksi keturunan lingkungan dan perkembangan. Sedangkan menurut Prof. Dr. Warkitri, dkk dalam telaah pustaka bahwa analisis fenomenologis hal-hal atau kenyataan-kenyataan yang memungkinkan terjadinya perkembangan ada beberapa azas anatara lain azas biologis, azas ketidakberdayaan, azas keamanan, dan azas eksplorasi.
A. Pengaruh Media Televisi terhadap Perkembangan Pola Pikir dan Perilaku Anak
Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari oleh masyarakat. Karena televisi menyampaikan informasi melalui suara dan gambar sekaligus. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya terbius untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Dengan berbagai acara yang ditayangkan seperti sinetron, entertainment, infotainment, iklan, dan sebagainya.
Televisi hadir sebagai sarana untuk hubungan dan komunikasi antar manusia. Sebenarnya televisi memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1) Fungsi rekreatif
Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya, karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan.
2) Fungsi educatif
Selain untuk menghibur, televisi juga berperan memberikan pengetahuan kepada pemirsanya lewat tayangan yang ditampilkan.
3) Fungsi informatif
Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan.
Ironisnya kini yang sering kita jumpai, acara-acara televisi lebih mementingkan pada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi educatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan sangat jarang ditemui.
Anak-anak dan televisi adalah dua komponen yang susah dipisahkan. Mereka adalah perpaduan yang sangat kuat. Tak banyak hal lain dalam kebudayaan manusia yang mampu menandingi kemampuan televisi dalam menyentuh anak-anak dan mempengaruhi cara berpikir serta perilaku mereka.
Begitu pula minat mereka dengan televisi. Mereka menganggap televisi lebih menyenangkan dari pada belajar dan mendengarkan nasehat orang tua. Mereka merasa terlayani dengan adanya televisi. Dengan adanya televisi anak-anak akan melupakan kesulitannya, dengan adanya televisi mereka gunakan untuk mengisi waktu, mempelajari sesuatu, memberikan rangsangan, bersantai, mencari persahabatan dan sekedar kebiasaan. Kebiasaan menonton televisi bagi anak sebenarnya kurang baik. Banyak sekali tayangan yang disajikan oleh stasiun televisi yang tidak mendidik. Bahkan tak jarang ditemui acara-acara yang berbahaya bagi anak. Sering sekali ditayangkan dalam televisi acara yang berbau kekerasan, adegan pacaran yang mestinya belum pantas ditonton oleh anak, tidak hormast kepada orang tua, gaya hidup yang hura-hura.
Konflik dengan orang tua, perkelahian sesama anak, dan kejahatan remaja ternyata erat hubungannya dengan jumlah jam menonton televisi. Bagi anak yang sejak usia dini telah menonton tayangan mistis, kelak akan tumbuh menjadi orang yang penakut dan dan ia akan mengambil keputusan berdasarkan emosi. Menonton televisi juga dapat mengurangi kemampuannya untuk menyenangkan diri sendiri dan melumpuhkan kemampuannya untuk mengemukakan pendapatnya secara logis dan sensitif.
Dibawah ini dicantumkan data mengenai fakta tentang pertelevisian Indonesia :
1. tahun 2002 jam tonton televisi anak-anak 30-35 jam/hari atau 1.560 – 1.820 jam/tahun, sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1.000jam/tahun.
2. 85% acara televisi tidak aman untuk anak, karena banyak mengandung adegan kekerasa, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka.
3. saat ini ada 800 judul acara anak, dengan 300 kali tayang selama 170jam/minggu padahal satu minggu hanya ada 24 jam X 7 hari = 168 jam.
4. 40 % waktu tayang diisi iklan yang jumblahnya 1.200 iklan/minggu, jauh diatas rata-rata dunia 561 iklan/minggu.
Berdasarkan data diatas, dapat dibayangkan apabila anak-anak yang merupakan aset-aset bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini serta yang akan memajukan bangsa ini, sejak kecil telah terbiasa dengan hal yang tidak bermanfaat, maka negara ini yang sudah tertinggal dan terpuruk ini akan semakin terpuruk dan tertinggal dan akhirnya akan menjadi negara yang akan di lecehkan oleh negara lain. Inilah fakta yang bukan hanya untuk kita perhatikan tetapi perlu dilakukan tindakan nyata untuk mengantisipasinya. Yang pastinya diperlukan satu-kesatuan tekat dalam setiap diri orang tua dan anggota masyarakat untuk bisa mengatisipasi dampak yang akan terjadi serta bisa menjadi kontrol bagi pihak penyiar televisi terhadap acara-acara yang ditayangkan oleh setiap stasiun televisi.
Jika kita kaji lebih jauh, dampak negatif dari menonton televisi berlebihan yaitu:
- Anak 0–4 tahun, menggangu pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan berbicara, kemampuan herbal membaca maupun maupun memahaminya, menghambat anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan.
- Anak 5-10 tahun, meningkatkan agresivitas dan tindak kekerasan, tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan. Anak kecil belum mampu membedakan dunia yang ia lihat di TV dengan kenyataan yang sebenarnya. Seorang anak kecil belum dapat mengenal dan mengetahui apakah itu acting, efek film, atau tipuan kamera. Bagi mereka, dunia di luar rumah adalah dunia seperti yang mereka lihat di televisi.
- Berperilaku konsumtif karena rayuan iklan. Iklan merupakan salah satu bentuk promosi untuk menawarkan produk kepada masyarakat. Sekarang ini semakin banyak iklan yang menawarkan berbagai produk dari mainan anak, jajanan, minuman, dan sebagainya. Iklan-iklan tersebut memberikan janji yang sangat menarik bagi sebagian besar anak. Sehingga anak selalu berusaha memiliki produk yang ditawarkan oleh iklan tersebut.
- Mengurangi kreativitas, kurang bermain dan bersosialisasi, menjadi manusia individualis dan sendiri. Saat menonton televisi, anak kurang beraktivitas, hanya duduk di depan televisi dan melihat apa yang ditayangkan televisi. Baik secara fisik maupun mental, anak menjadi pasif. Kemampuan berpikir dan kreativitas anak tidak terasah, karena ia tidak perlu membayangkan atau berimajinasi layaknya ketika ia sedang membaca buku atau mendengar musik. Kecanduan menonton TV akan bermasalah ketika ini mengakibatkan anak menjadi tidak bermain ke luar rumah dengan lingkungan sekitar. Ia menjadi tidak bersosialisasi da dunianya tidak bertambah luas.
- Televisi menjadi pelarian dari setiap keborosan yang dialami, seolah tidak ada pilihan lain.
- Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan) kaena kurang berkreativitas dan berolahraga. Menonton televisi kebanyakn merupakan kegiatan yang pasif dimana anak hanya duduk, melihat dan mendengarkan. Hal ini tidak menutup kemungkinan anak dapat menjadi gemuk karena mereka biasanya menonton televisi disertai dengan makan cemilan.
- Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga, waktu berkumpul dan bercengkrama dengan anggota keluarga tergantikan dengan nonton TV, yang cenderung berdiam diri karena asyik dengan jalan pikiran masing-masing
- Matang secara seksual lebih cepat. Asupan gizi yang bagus, adegan seks yang sering dilihat menjadikan anak lebih cepat matang secara seksual, ditambah rasa ingin tahu pada anak dan keinginan untuk mencoba adegan di TV semakin menjerumuskan anak.
- Penambahan kosakata pada anak. Anak cenderung meniru adegan atau ucapan yang sering mereka jumpai di televisi. Padahal saat ini banyak sekali bahasa dan umpatan yang tidak disensor dan ditirukan oleh anak. Ironisnya, bahasa dalam film atau sinetron malah dijadikan trend.
Saat ini, anak bukan hanya menjadi penikmat televisi, tetapi juga menjadi pemeran dalam tayangan di televisi. Marak sekali film atau sinetron yang menjadikan seorang anak kecil menjadi pemeran utama. Anak kecil yang seharusnya masih bermanja-manja pada orang tua dan bermain malah dipaksa untuk berakting siang malam. Banyak kata-kata dan adegan-adegan yang seharusnya belum dapat diterapkan kepada anak usia tersebut. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan anak di kemudian hari.
B. Upaya yang Harus Dilakukan untuk Meminimalisasi Adanya Pengaruh Buruk Media Televisi terhadap Perkembangan Anak
Orang tua adalah sosok yang sangat penting dalam perkembangan anak. Orang tua adalah guru terpenting bagi anak-anak. Mereka harus mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Hal sekecil apapun harus diantisipasi oleh orang tua mengenai dampak positif dan negatif yang dapat diterima anak. Begitu juga dengan adanya televisi yang bukan hanya memberikan dampek positif, namun juga dampak negatif. Untuk menghindari dampak negatif dari televisi bukan dengan cara membuang dan menjauhkan anak dari televisi. Hanya saja perlu pengontrolan dari orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anak. Sebagaimana kata Kahlil Gibran kalau orang tua itu adalah busur dari anak panah kehidupan putra-putrinya untuk melesat ke masa depan. Karena anak-anak juga mendambakan kehidupannya sendiri.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pengaruh buruk media televisi terhadap perkembangan anak, khususnya yang harus diperhatikan oleh orang tua, antara lain :
1. Orang tua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak. Jangan biarkan anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya. Walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak. Maksudnya tidak ada unsur kekerasan atau hal lain yang tidak sesuai dengan usia mereka.
2. Orang tua sebaiknya mendampingi anak saat menonton televisi. Tujuannya adalah agar acara televisi yang ditonton oleh anak dapat terkontrol dan orangtua dapat memperhatikan apakah acara tersebut layak ditonton atau tidak. Orangtua juga dapat mengajak anak membahas apa yang ada di televisi dan membuatnya mengerti bahwa apa yang ada di televisi tidak tentu sama dengan kehidupan yang sebenarnya.
3. Orang tua harus mengetahui acara favorit anak dan bantu anak memahami pantas tidaknya cara tersebut mereka tonton , ajak mereka menilai karakter dalam acar tersebut secara bijaksana dan positif.
4. Orangtua sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak. Selain untuk mempermudah orangtua mengontrol tontonan anak, juga tidak membuat aktivitas yang seharusnya dilakukan di kamar seperti tidur dan belajar menjadi terganggudan beralih ke televisi.
5. Ajak anak untuk melekukan banyak aktivitas lain selain hanya menonton televisi. Orangtua dapat mengajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain. Orang tua juga dapat memperkenalkan dan mengajarkannya suatu hobi baru.
6. Ajari anak untuk memperbanyak membaca buku yang bermanfaat. Letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko buku atau perpustakaan.
7. Perbanyak anak mendengar radio atau mendengar musik sebagai pengganti menonton televisi.
8. Periksalah jadwal acara televisi, sehingga orangtua dapat mengatur acara apa yang akan ditonton bersama anak. Dengan mencari dan melihat resensi atau ulasan mengenai film atau acara tersebut orangtua akan tahu garis besar isi acara tersebut sehingga dapat menentukan pantas tidak acara tersebut disaksikan.
9. Orangtua harus membiasakan anak tidak menonton televisi di hari-hari sekolah. Ini dimaksudkan untuk menghindari kurangnya waktu belajar anak karena terlalu banyak menonton acara televisi. Di sini orangtua harus member contoh dengan tidak banyak menonton televisi. Jika anak melihat orangtuanya sering menonton televisi sedangkan ia tidak diperkenankan tentu anak akan menganggap itu tidak adil.
10. Orangtua harus membekali anak dengan pendidikan yang mengandung nilai-nilai agama yang harus selalu diterapkan dan ditumbuhkan di rumah dengan cara mengikutsertakan anak ke suatu pendidikan keagamaan di luar jam sekolah, agar anak-anak mampu berpikir jernih, punya rencana dan masa depan yang baik.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Televisi memberikan dampak positif dan negatif terhadap perkembangan anak. Dampak positifnya yaitu televisi dapat memberikan hiburan, pendidikan dan memberikan informasi terhadap anak. Dampak negatifnya yaitu :
a. Anak 0–4 tahun, menggangu pertumbuhan otak, menghambat pertumbuhan berbicara, kemampuan herbal membaca maupun maupun memahaminya, menghambat anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan.
b. Anak 5-10 tahun, meningkatkan agresivitas dan tindak kekerasan, tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
c. Berperilaku konsumtif karena rayuan iklan.
d. Mengurangi kreativitas, kurang bermain dan bersosialisasi, menjadi manusia individualis dan sendiri.
e. Televisi menjadi pelarian dari setiap keborosan yang dialami, seolah tidak ada pilihan lain.
f. Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan) karena kurang berkreativitas dan berolahraga.
g. Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
h. Matang secara seksual lebih cepat.
i. Penambahan kosakata pada anak.
2. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya pengaruh buruk media televisi terhadap perkembangan anak, antara lain :
a. Orang tua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak.
b. Orang tua sebaiknya mendampingi anak saat menonton televisi.
c. Orang tua harus mengetahui acara favorit anak dan bantu anak memahami pantas tidaknya cara tersebut mereka tonton
d. Orangtua sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak.
e. Ajak anak untuk melakukan banyak aktivitas lain selain hanya menonton televisi.
f. Ajari anak untuk memperbanyak membaca buku yang bermanfaat
g. Perbanyak anak mendengar radio atau mendengar musik sebagai pengganti menonton televisi.
h. Periksalah jadwal acara televisi, sehingga orangtua dapat mengatur acara apa yang akan ditonton bersama anak.
i. Orangtua harus membiasakan anak tidak menonton televisi di hari-hari sekolah.
j. Orangtua harus membekali anak dengan pendidikan yang mengandung nilai-nilai agama yang harus selalu diterapkan dan ditumbuhkan di rumah
B. Saran
1. Sebaiknya orangtua mampu mengontrol dan menemani anak dalam kegiatan menonton televisi. Orangtua harus mampu memilih acara yang pantas ditonton oleh sang anak dan memberikan pengertian kepada anak.
2. Seharusnya stasiun televisi mampu menayangkan acara yang mendidik bagi anak, bukan hanya mementingkan keuntungan semata.
Khutbah sebagai Analisis Wacana
Januari 5, 2009
TRANSKRIP KHOTBAH JUMAT
Pengisi : Ustadz Mulyono Muhtar
Judul : Hijrah Rosul
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, alhamdulillah-dst (Bahasa Arab).
Hadirin kaum muslimin sidang Jumat Rokhimakumullah, tiada kata yang paling indah kecuai dengan alhamdulillahirobbil’alamin, bahwa Saudara sekalian pada siang hari ini diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu menjalankan ibadah wajib sholat Jumat. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Rosulullah Saydina Muhammad SAW, kepada keluarga, kepada para sahabat, kepada mutabiin, dan mudah-mudahan kepada kita sekalian yang selalu mengikuti jejak Saydina Muhammad SAW.
Selanjutnya, marilah kita selalu waspada menjaga diri kita masing-masing. -Bahasa Arab- Waspada menjaga diri dari segala perintah-perintah Allah untuk selalu melaksanakan, waspada menjaga diri kita masing-masing dari segala larangan-larangan Allah untuk kita jauhi dan kita tinggalkan. Oleh karena dengan demikian, mudah-mudahan kita sekalian dimasukkan oleh Allah sebagai golongan orang-orang yang mutaqin, allahumma amin. Dan perintah Allah janganlah sekali-kali kita mati -Bahasa Arab- janganlah sekalikali kita mati kecuali mati di dalam Islam, insyaallah.
Hadirin sidang Jumat Rokhimakumullah, pada kesempatan khotbah pada siang hari ini materi yang akan disampaikan masalah inti ajaran yaitu hijrahnya Rosul. Hijrah Rosul merupakan suatu tes psikis, suatu ujian bagi keimanan seseorang di zaman Rosul SAW yang baru sedikit iman kepada Allah dan Rosul-Nya, diuji oleh Allah di mana ada perintah dari Allah kepada Muhammad SAW untuk hijrah ke Mekah ke Yayin. Namun sebagian sahabat nabi yang imannya belum mantap merasa enggan dan segan mengikuti hijrahnya ke Yayin. Inilah satu ujian bagi sahabat Rosulullah SAW pada saat melakukan hijrah Rosul-rosul. Sedangkan hijrah sebagai suatu syarat bagi seorang mukmin atau bagi seorang muslim yang selalu mengharapkan nikmat-nikmat Allah. –Bahasa Arab- Inilah Albaqoroh 218 bahwa hijrah merupakan salah satu kunci persyaratan agar kita selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT. -Bahasa Arab- Yang pertama, syarat yang pertama adalah iman. –Bahasa Arab- Sebab iman merupakan satu hal yang fundamental dan yang mendasar diterima atau tidak amal perbuatan manusia. Maka iman adalah fundamental, mendasar. Maka iman sebagai prasyarat yang pertama.
Syarat yang kedua adalah orang-orang yang mau hijrah. Hijrah di sini oleh kholifah Umar bin Khotob mengatakan, inti hijrah adalah pemisah antara hak dan bathil, pembeda atau pemisah antara hak dan bathil. Dan Rosululllah SAW bersabda dalam suatu hadisnya –Bahasa Arab- yang dimaksudan hijrah mengandung dua perkara inti –Bahasa Arab- yaitu orang-orang termasuk kita sekalian umat muslim yang mengaku mukmin harus mampu dan mau menghijrahkan dari –Bahasa Arab- perbuatan-perbuatan keji. Kemudian –Bahasa Arab- dan yang kedua –Bahasa Arab- selau ada niatan kita, apa yang ada dalam pikiran kita, apa yang ada dalam hati kita, apa yang kita ucapkan, dan apa yang kita amalkan harus selalu berpedoman Allah dan Rosul-Nya. –Bahasa Arab- Demikianlah hadis dari Rosulullah Saydina Muhammad SAW. Oleh karena itulah, kita ditantang pada peristiwa hijrah Rosul tersebut mampu dan maukah kita untuk menghijrahkan, pilihan yang pertama, dari perbuatan-perbuatan syayiah, meninggalkan perbuatan-perbuatan syaihad, dan menuju pada perbuatan-perbuatan yang islami, meninggalkan suatu perbuatan-perbuatan yang bathil dan kita menuju kepada hal-hal yang alhak, yang benar, yang pertama. Jawaban Anda ada pada diri kita masing-masing. Dan Allah –Bahasa Arab- Oleh karena itulah, hijrah kita yang kedua dari Rosulullah Saydina Muhammad SAW atas segala apa yang kita pikirkan, apa yang kita niatkan di dalam hati kita masing-masing, dan apa yang kita amal perbuat, kita harus selalu berpedoman hanya pada Allah dan Rosul-Nya. Kalau kita menyimpang daripada aturan, batasan-batasan yang ditetapkan Allah dalam Alqurannulkarim maupun sunah Rosulullah Saydina Muhammad SAW dan dituntunkan para ulama ini, niscaya kita betul-betul akan menjadi golongan orang-orang yang muhajirin, insyaallah, mudah-mudahan.
Syarat yang ketiga adalah sebagai fisabilillah, orang-orang yang mau sungguh-sungguh berjihad di jalan Allah. Jihad di sini jangan diartikan secara sempit adalah perang. Jihad itu artinya luas, segala sesuatu kita bersungguh-sungguh untuk melaksanakan suatu perbuatan yang baik dan yang utama hanya karena Allah itu termasuk jihad. Bagi seorang suami, bapak dalam rumah tangga, mencari nafkah betul-betul hanya dikarenakan untuk kesejahteraan keluarga, hanya untuk amal ibadah, itu sudah jihad namanya. Sangat luas. Lembaga-lembaga pendidikan Islam kita, siapa yang menggaji gurunya, siapa lagi yang melengkapi sarana dan prasarananya, maka seorang muslim yang mau berjihad harus memikirkan lembaga-lembaga pendidikan di tengah-tengah sekeliling kita. Ada SD Diponegoro, ada SMP Diponegoro, ada SMA Diponegoro, ada Rumah Sakit Kustati, itulah lembaga kita sendiri. Dan puncak dari jihad adalah Alkitab, bilamana kita diperangi oleh musuh-musuh yang memerangi kita. Dan itulah namanya jihad dalam arti Alkitab. Sebagaimana ikhwan-ikwan kita di Irak, ikhwan-ikwan kita di Afganistan, ikhwan-ikhwan kita di Palestina, karena mereka dijajah, diserang oleh kaum kafir. Mereka, jihad di sini dalam arti Alkitab adalah perang. –Bahasa Arab- Mereka itulah orang-orang yang selalu mengharapkan cinta dari Allah dan mengharapkan rahmat dari Allah. –Bahasa Arab- Sesungguhnya Allah yang Maha Pengampun dan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Demikianlah tadi, topik khotbah kami pada siang hari ini. Mohon maaf, mengambil inti, hikmah, makna dari hijrah Rosul. Mudah-mudahan Allah memasukkan kita menjadi golongan orang-orang muhajirin. Amin ya robbal’alamin.
Doa (Bahasa Arab).
KHOTBAH SEBAGAI ANALISIS WACANA
A. Pengertian Analisis Wacana
Wacana adalah kata yang sering dipakai masyarakat dewasa ini. Banyak pengertian yang merangkai kata wacana ini. Dalam lapangan sosiologi, wacana menunjuk terutama dalam hubungan konteks sosial dari pemakaian bahasa. Dalam pengertian linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat.Sedangkan menurut Michael Foucault (1972), wacana; kadang kala sebagai bidang dari semua pernyataan (statement), kadang kala sebagai sebuah individualisasi kelompok pernyataan, dan kadang kala sebagai praktik regulatif yang dilihat dari sejumlah pernyataan.
Menurut Eriyanto (Analisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media), Analisis Wacana dalam studi linguistik merupakan reaksi dari bentuk linguistik formal (yang lebih memperhatikan pada unit kata, frase, atau kalimat semata tanpa melihat keterkaitan di antara unsur tersebut). Analisis wacana adalah kebalikan dari linguistik formal, karena memusatkan perhatian pada level di atas kalimat, seperti hubungan gramatikal yang terbentuk pada level yang lebih besar dari kalimat.
Analisis wacana dalam lapangan psikologi sosial diartikan sebagai pembicaraan. Wacana yang dimaksud di sini agak mirip dengan struktur dan bentuk wawancara dan praktik dari pemakainya. Sementara dalam lapangan politik, analisis wacana adalah praktik pemakaian bahasa, terutama politik bahasa. Karena bahasa adalah aspek sentral dari penggambaran suatu subyek, dan lewat bahasa ideologi terserap di dalamnya, maka aspek inilah yang dipelajari dalam analisis wacana.Ada tiga pandangan mengenai bahasa dalam bahasa. Pandangan pertama diwakili kaum positivisme-empiris. Menurut mereka, analisis wacana menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa, dan pengertian bersama. Wacana diukur dengan pertimbangan kebenaran atau ketidakbenaran menurut sintaksis dan semantik (titik perhatian didasarkan pada benar tidaknya bahasa secara gramatikal) — Analisis Isi (kuantitatif)
Pandangan kedua disebut sebagai konstruktivisme. Pandangan ini menempatkan analisis wacana sebagai suatu analisis untuk membongkar maksud-maksud dan makna-makna tertentu. Wacana adalah suatu upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari sang subyek yang mengemukakan suatu pertanyaan. Pengungkapan dilakukan dengan menempatkan diri pada posisi sang pembicara dengan penafsiran mengikuti struktur makna dari sang pembicara. –Analisis Framing (bingkai)
Pandangan ketiga disebut sebagai pandangan kritis. Analisis wacana dalam paradigma ini menekankan pada konstelasi kekuatan yang terjadi pada proses produksi dan reproduksi makna. Bahasa tidak dipahami sebagai medium netral yang terletak di luar diri si pembicara. Bahasa dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subyek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi-strategi di dalamnya. Oleh karena itu analisis wacana dipakai untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa; batasan-batasan apa yang diperkenankan menjadi wacana, perspektif yang mesti dipakai, topik apa yang dibicarakan. Wacana melihat bahasa selalu terlibat dalam hubungan kekuasaan. Karena memakai perspektif kritis, analisis wacana kategori ini disebut juga dengan analisis wacana kritis (critical discourse analysis). Ini untuk membedakan dengan analisis wacana dalam kategori pertama dan kedua. (http://209.85.173.132/search?q=cache:3YZT7UYjgy8J:elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisiswacana/+pengertian+analisis+wacana&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id)
Dalam http://www.geocities.com/anas_yasin/aw4.html analisis wacana yang ditulis oleh Deborah Tannen mendefinisikan kajian bahasa sebagai kajian yang menjangkau aspek-aspek di luar kalimat (‘beyond the sentence’). Hal ini berbeda dengan analisis yang mengkaji bahasa dari sudut gramatika: kajian tentang hal-hal yang kecil dalam bahasa, seperti kajian bunyi-bunyi bahasa (fonetik dan fonologi), bagian-bagian kata (morfologi), makna (semantik), dan urutan kata di dalam kalimat (sintaksis). Penganalisis wacana mengkaji satuan bahasa yang lebih besar dalam alur kalimat yang saling berhubungan sehingga merupakan kesatuan yang utuh.
Disebutkan lagi dalam http://massofa.wordpress.com/2008/01/14/kajian-wacana-bahasa-indonesia/) analisis wacana menginterprestasi makna sebuah ujaran dengan memperhatikan konteks, sebab konteks menentukan makna ujaran. Konteks meliputi konteks linguistik dan konteks etnografii. Konteks linguistik berupa rangkaian kata-kata yang mendahului atau yang mengikuti sedangkan konteks etnografi berbentuk serangkaian ciri faktor etnografi yang melingkupinya, misalnya faktor budaya masyarakat pemakai bahasa. Manfaat melakukan kegiatan analisis wacana adalah memahami hakikat bahasa, memahami proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa.
Ada dua jenis wacana, wacana lisan dan wacana tulis. Wacana lisan berbentuk komunikasi verbal antar persona, sedangkan wacana tulis ditampilkan dalam bentuk teks. Wacana harus dibedakan dari teks dalam hal bahwa wacana menekankan pada proses, sedangkan teks pada produk kebahasaan. Sebuah unit percakapan dapat dilihat dari teks apabila penganalisis melihat hubungan kebahasaan antar tuturan. Sebaliknya, percakapan dilihat dari wacana apabila yang dikaji adalah proses komunikasi sehingga menghasilkan interpretasi. Dalam makalah ini, penekanan bahasan adalah pada wacana.
Bahwa budaya mempengaruhi “gaya” percakapan secara sistematis merupakan prinsip pendekatan analisis wacana yang dikenal sebagai etnografi komunikasi, yang mengkaji bagaimana kaidah-kaidah budaya menentukan struktur dasar percakapan. Bagi etnografer di bidang ini, budaya merangkul pengetahuan dan pelaksanaannya, termasuk tindak tutur. Dalam hal yang demikian, etnografi komuniaksi adalah payung teori tindak tutur. Karena itu, barangkali, pendekatan komunikasi yang mengatakan bahwa tidak hanya totalitas pengetahuan dan pelaksanaan budaya tercakup di dalam wacana tapi juga penekanan pada bahasa menjadikan kedua kajian ini lebih banyak diperhatikan pada saat ini.
Karena totalitas budaya tercakup secara dominan di dalam kajian wacana, maka semua aspek kehidupan sosial-budaya manusia dapat dianalisis melalui wacana. Makna dan modernitas merupakan usaha yang ambisius untuk membangun kembali konsep dari pragmatisme filosofis untuk teori sosial yang kontemporer. Halton (1986) mengemukakan nilai-nilai sikap pragmatis sebagai cara berpikir. Selama ini, teknik rasionalisasi melepaskan diri dari konteks yang hidup.Yang lebih menarik dewasa ini adalah arah kajian sosial budaya dan wacana bisa dilakukan dalam dua arah–melalui wacana, kita dapat mengkaji budaya dan melalui budaya kita dapat mengkaji wacana.(Anah Yasin dalam http://www.geocities.com/anas_yasin/arah.html)
Ada banyak pendapat yang mengungkapkan tentang pengertian analisis wacana. Menurut Stubbs (dalam Budhi Setiawan, 2006: 3) analisis wacana ialah suatu usaha untuk menkaji bahasa di atas kalimat atau di atas klausa; dan oleh karena itu, analisis wacana merupakan studi yang lebih luas daripada unit-unit linguistik, yakni kajian pertukaran percakapan dan kajian teks-teks yang tertulis. Selanjutnya, menurut Hatch dan Long (dalam Budhi Setiawan, 2006: 3) menyebutkan bahwa studi analisis wacana mempunyai dampak yang penting pada masyarakat, pendidikan, dan ilmu linguistik. Studi ini menghasilkan penertian yang lebih mendalam mengenai bagaimaa belajar bahasa (atau bahasa-bahasa); pengertian yang lebih mendalam bagaimana cara individu-individu berinteraksi melalui bahasa; pengertian yang lebih mendalam tentang wacana kelas, kurikulum-kurikulum pendidikan dan mater-materi ajar; pengertian yang lebih mendalam mengenai bagaimana makna-makna itu melekat pada kalimat-kalimat; dan pengertian yang lebih mendalam lagi mengenai sintaksis kalimat.
Analisis wacana menurut Soeseno Kartomihardjo (1993: 21) adalah cabang ilmu bahasa yang dikembangkan untuk menganalisis suatu unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Dalam upaya menguraikan suatu unit bahasa, analisis wacana tidak terlepas dari penggunaan piranti cabang ilmu bahasa lainnya seperti yang dimiliki oleh semantik, sintaksis, fonologi, dan lain sebagainya. Di samping itu, analisis wacana memiliki piranti khusus yang tidak digunakan oleh cabang ilmu bahasa lainnya itu. Selanjutnya menurut Abdul Wahab ( 1995: 128) analisis wacana sebenarnya merupakan analisis bahasa dalam penggunaanya. Oleh karena itu, analisis wacana itu tidak dapat dibatasi hanya pada deskripsi bentuk-bentuk linguistik yang terpisah dari tujuan dan fungsi bahasa dalam proses interaksi antarmanusia. Sementara para linguis memusatkan perhatian pada ciri-ciri formal dari suatu bahasa, para analisis wacana berusaha mencari jawaban, untuk apa bahasa digunakan oleh manusia.
Menurut Bambang Yudi Cahyono (1995: 227) analisis wacana membahas bagaimana pemakai bahasa mencerna apa yang ditulis oleh para penulis dalam buku-buku teks, memahami apa yang disampaikan penyapa secara lisan dalam percakapan, atau mengenal wacana yang koheren dan yang tidak koheren, dan berhasil berperan serta dalam kegiatan rumit yang disebut percakapan.
Analisis wacana dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mengkaji organisasi wacana di atas tingkat kalimat atau klausa. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa analisis wacana mengkaji satuan-satuan kebahasaan yang lebih besar seperti percakapan atau teks tertuls. Menurut Samsuri (dalam Bambang Yudi Cahyono, 1995: 227) analisis wacana mengacu ke rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa lisan, dan dapat pula memakai bahasa tulisan. Selanjutnya menurut Kartomihardjo (dalam Bambang Yudi Cahyono, 1995: 227) analisis wacana berusaha mencapai makna yang persis sama atau paling tidak sangat dekat dengan makna yang dimaksud oleh pembicara dalam wacana lisan, atau oleh penulis dalam wacana tulis. Untuk mencapai tujuan itu, analisis wacana banyak menggunakan pola sosiolinguistik, suatu cabang ilmu bahasa yang menelaah bahasa di dalam masyarakat, piranti-piranti, serta temuan-temuannya yang penting.
B. Khotbah Sebagai Analisis Wacana
Wacana dalam berdasarkan media komunikasinya terbagi dalam wacana tulis dan wacana lisan. Wacana tulis menurut H. G. Tarigan (dalam Budhi setiawan, 2006: 15) adalah wacana yang disampaikan secara tertulis, melalui media tulis. Untuk menerima, memahami, atau menikmati maka sang penerima harus membacanya. Wacana tulis dapat berupa wacana tidak langsung, wacana penuturan, wacana prosa, serta wacana puisi, dan sebagainya. Sementara wacana lisan adalah wacana yang disampaikan secara lisan, melalui media lisan. Untuk menerima, memahami, atau menikmati wacana lisan ini maka sang penerima harus menyimak. Wacana ini sangat produktif dalam sastra lisan di seluruh tanah air kita ini; juga dalam siaran-siaran televisi, radio, khotbah, ceramah, p[idato, kuliah, deklamasi, dan sebagainya.
Dari uraian mengenai wacana di atas dapat tarik kesimpulan bahwa khotbah merupakan bahan kajian analisis wacana yang berwujud wacana lisan. Wacana lisan tersebut kemudian dapat diubah ke dalam bentuk wacana tulis dan dianalisis berdasarkan teori analisis wacana yang ada.
ANALISIS GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL
Pada bab ini akan dideskripsikan temuan-temuan yang diperoleh dari khutbah Jumat dengan menggunakan analisis wacana yang mencakup analisis gramatikal dan leksikal. Analisis gramatikal mengkaji wacana dari segi bentuk atau struktur lahir wacana, sedangkan analisis leksikal mengkaji wacana dari segi makna atau struktur batin wacana.
Secara lebih rinci, aspek gramatikal wacana meliputi: (1) pengacuan (referensi), (2) penyulihan (substitusi), (3) pelepasan (elipsis), (4) perangkaian (konjungsi). Sedangkan analisis leksikal dalam wacana dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu (1) repetisi (pengulangan), (2) sinonimi (padan kata), (3) kolokasi (sanding kata), (4) hiponimi (hubungan atas-bawah), (5) antonimi (lawan kata), (6) ekuivalensi (kesepadanan) (Sumarlam, dkk, 2005: 35).
1. Analisis Gramatikal
a. Referensi (Pengacuan)
Referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual yang menunjuk satuan lingual yang mendahului atau mengikutinya. Berdasarkan arah penunjukannya, kohesi referensi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu refensi anaforis dan referensi kataforis. Referensi anaforis ditandai oleh adanya unsur lingual yang menunjuk unsur lingual di sebelah kiri, sedangkan referensi kataforis ditandai oleh adanya unsur lingual yang mengacu unsur lingual di sebelah kanan. Referensi yang dapat ditemukan pada khutbah Jumat antara lain:
(1)
Selanjutnya, marilah kita selalu waspada menjaga diri kita masing-masing. -Bahasa Arab- Waspada menjaga diri dari segala perintah-perintah Allah untuk selalu melaksanakan, waspada menjaga diri kita masing-masing dari segala larangan-larangan Allah untuk kita jauhi dan kita tinggalkan. Oleh karena dengan demikian, mudah-mudahan kita sekalian dimasukkan oleh Allah sebagai golongan orang-orang yang mutaqin, allahumma amin. Dan perintah Allah janganlah sekali-kali kita mati -Bahasa Arab- janganlah sekali-kali kita mati kecuali mati di dalam Islam, insyaallah.
Hadirin sidang Jumat Rokhimatullah, pada kesempatan khotbah pada siang hari ini materi yang akan disampaikan masalah inti ajaran yaitu hijrahnya Rosul.
Batang tubuh atau body pengajian berisi proposisi-proposisi, ajakan-ajakan, penjelasan-penjelasan yang didukung kutipan-kutipan dan dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi serta contoh-contoh yang sejalan dengan proposisinya. Batang tubuh pengajaian Ustadz Mulyono Muhtar dideskripsikan sebagai berikut:
a. Penjelasan : Masalah inti ajaran agama yaitu hijrahnya Rosul Muhammad
SAW.
b. Alasan : Hijrah sebagai suatu syarat bagi seorang mukmin atau bagi
seorang muslim yang selalu menggahar nkmat-nikmat Allah.
c. Kutipan : Kutipan dengan menggunakan ayat Alquran, Surah Albaqoroh
ayat 218.
d. Penjelasan : Kunci persyaratan agar kita mendapat rahmat dari Allah SWT,
yaitu iman, hijrah, dan fisabilillah.
e. Alasan : Iman adalah fundamental, inti jihad adalah pemisah antara yang
hak dan yang bathil, fisabilillah adalah orang-orang yang mau
sungguh-sungguh berjihad di jalan Allah SWT.
f. Uraian : Sebagai seorang muslim yang mengaku mukmin harus mampu
dan mau menghijrahkan diri dari perbuatan-perbuatan keji dan
menuju pada perbuatan-perbuatan yang islami serta apa yang kita
niatkan dan apa yang dika amalkan selalu berpedoman pada Allah
SWT dan Rosul-Nya.
g. Penerapan : Seorang muslim yang mau berjihad harus memiirkan lembaga-
lembaga pendidikan di tengah-tengah sekeliling kita.
h. Ajakan : Mengajak untuk berbuat baik dan meninggalkan perbuatan keji
dan mengajak untuk berjihad di jalan Allah.
Bagian akhir sebuah wacana pengajian biasanya merupakan bagian simpulan yang berisi ringaksan isi pengajian diikuti dengan pesan-pesan yang perlu dilakukan oleh pendengar berkaitan dengan pengaiannya. Di samping itu, bagian akhir juga berisi imbauan kepada pendengar untuk selalu meningkatkan keimanan.
Sementara itu, bagian terakhir pengajian Ustadz Mulyono Muhtar tersebut terdiri atas permohonan maaf dan harapan agar dimasukkan menjadi orang mujahirin. Tahap akhir ini ditutup dengan melakukan doa bersama. Bagian akhir pengajian tersebut sebagai berikut.
Demikianlah tadi, topik khotbah kami pada siang hari ini. Mohon maaf, mengambil inti, hikmah, makna dari hijrah Rosul. Mudah-mudahan Allah memasukkan kita menjadi golongan orang-orang muhajirin. Amin ya robbal’alamin.
Doa (Bahasa Arab).
KAMUS ISTILAH
A
Ahwat :sebutan untuk wanita muslim
Alquran : kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia.
Alkitab : Alquran.
Amal : perbuatan baik yang mendatangkan pahala.
Aurat : bagian badan yang tidak boleh kelihatan.
Ayat : beberapa kalimat yang merupakan kesatuan maksud sebagai bagian surah di kitab suci Alquran.
Azan : seruan untuk mengajak orang melakukan salat.
B
Berkah : karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat.
D
Dakwah : penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama.
F
Fakir : orang yang sangat berkekurangan; orang yang terlalu miskin.
Firman : sabda Allah
H
Hadas : keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dsb.
Hadis : 1 sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan atau diceritakan oelh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam; 2 sumber ajaran Islam yang kedua setelah Alquran.Hidayah : petunjuk atau bimbingan dari Tuhan.
Hijrah : perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dsb dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah.
Hikmah : 1 kebijaksanaan (dari Allah); 2 arti atau makna yang dalam; manfaat.
I
Ibadah : perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; ibadat.
Imam : pemimpin salat (pada salat yang dilakukan bersama-sama seperti pada salat Jumat).
Iman : 1 kepercayaan (yang berkenaan dengan agama); keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dsb; 2 ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin.
Islam : agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, berpedoman pada kitab suci Alquran yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.
J
Jemaah : kumpulan atau rombongan orang beribadah.
Jibril : malaikan yang bertugas menyampaikan wahyu Tuhan.
Jihad : 1 usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; 2 usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; 3 perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam.
Jilbab : kerudung lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala, leher sampai dada.
K
Karpet : hamparan (tikar) penutup lantai yang dibuat dari bulu domba atau kain tebal; permadani; ambal.
Khotbah : pidato (terutama yang menguraikan ajaran agama)
Kiblat : arah ke Kakbah di Mekah (pada waktu salat).
Kitab : 1 buku; 2 wahyu Tuhan yang dibukukan; kitab suci.
Kubah : 1 lengkung (atap); 2 atap yang melengkung merupakan setengah bulatan (kupel).
M
Makmum : orang yang dipimpin (dalam salat berjemaah) oleh imam; orang yang menjadi pengikut (dalam salat berjemaah); orang yang ikut salat di belakang imam.
Masbuk : orang yang terlambat shalat berjamaah
Masjid : rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam.
Menara : bangunan yang tinggi (seperti di masjid, gereja); bagian bangunan yang dibuat jauh lebih tinggi daripada bangunan induknya.
Mimbar : panggung kecil tempat berkhotbah (berpidato).
Mualaf: orang yang baru masuk Islam.
Muamalah : hal-hal yang termasuk urusan kemasyarakatan (pergaulan, perdata, dsb).
Muazin : orang yang menyerukan azan; juru azan.
Mubalig : orang yang menyiarkan (menyampaikan) ajaran agama Islam; juru dakwah.
Muhammad : 1 nabi dan rosul terakhir yang diutus Allah SWT untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa rahmat bagi sekalian alam; 2 surah ke-47 Alquran.
Mujahid : orang yang berjuang demi membela agama (Islam).
Mujahidin : para mujahid.
Mukena : kain selubung berjahid (biasanya berwarna putih) untuk menutup aurat wanita Islam pada waktu salat.
Mukjizat : karunia yang diberikan kepada nabi
Mukmin : orang yang beriman (percaya) kepada Allah.
Mukminat : perempuan mukmin (orang perempuan yang percaya kepada Allah).
Mukminin : para mukmin.
Munajat: doa
Muslim : penganut agama Islam.
Muslimat : perempuan muslim.
Muslimin : 1 para penganut agama Islam; 2 laki-laki muslim.
Musyrik : 1 orang yang menyekutukan (menyerikatkan) Allah; 2 orang yang memuja berhala.
N
Nabi : orang yang menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyu-Nya.
Najis : kotor yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, seperti terkena jilatan anjing.
Neraka : alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaandan kesengsaraan.
P
Peci : penutup kepala terbuat dari kain dsb, berbentuk meruncing kedua ujungnya; kopiah.
Q
Qolbu : hati
R
Rahimakallah : (semoga) Allah menaruh belas kasih kepada engkau.
Rahimakumullah: (semoga) Allah memberikan belas kasih kepada kamu sekalian.
Rahmat : 1 belas kasih; kerahiman; 2 karunia (Allah); berkah (Allah).
Rahmatullah : belas kasih Allah.
Rakaat : bagian dari salat (satu kali berdiri, satu kali rukuk, dan dua kali sujud).
Rasul : orang yang menerima wahyu Tuhan untuk disampaikan kepada manusia.
Rasuli : bersifat kerasulan; berkenaan dengan rasul.
Rasulullah : utusan Allah (Nabi Muhammad SAW).
S
Sabda : kata; perkataan (bagi Tuhan, nabi, raja, dsb).
Sajadah : alat yang digunakan untuk salat, berupa karpet dsb berukuran kecil, kurang 80 x 120 cm.
Salat : rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah SWT, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Saleh : 1 taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; 2 suci dan beriman.
Sedekah : pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai kemampuan pemberi; derma.
Selawat : 1 permohonan kepada Tuhan; doa; berdoa memohn berkat Tuhan; 2 doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Sembahyang : 1 salat; air wudu; 2 permohonan doa kepada Tuhan.
Serambi : beranda atau selasar yang agak panjang, bersambung dengan induk rumah (biasanya lebih rendah daripada induk rumah).
Saf : barisan sholat
Suci : 1 bersih (dalam arti keagamaan, seperti tidak kena najis, selesai mandi janabat); 2 bebas dari dosa, bebas dari cela,bebas dari noda,.
Bersuci: membersihkan diri (sebelum salat dsb).
Sunah : 1 jalan yang biasa ditempuh; kebiasaan; 2 aturan agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya; hadis; 3 perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa.
Surah : bagian atau bab di Alquran (kitab suci Alquran mempunyai 114 surah).
Surga : alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian).
Syirik : penyekutuan Allah dengan yang lain, misal pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah, pengabdian selain kepada Allah Taala dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan.
Syukur : rasa terima kasih kepada Allah.
T
Takmir masjid : pengurus masjid
Takziah : ziarah kubur
Takwa : 1 terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 2 keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 3 kesalehan hidup.
W
Wajib : 1 harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan); 2 sudah semestinya; harus.
Wakaf : benda bergerak atau tidak bergerak yang disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sebagai pemberian yang ikhlas.
Wudu : menyucikan diri (sebelum salat) dengan membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki.
Z
Zakat : 1 jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dsb) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak; 2 salah satu rukun Islam yang mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik.
DAFTAR PUSTAKA
Anas Yasin. Arah Kajian Bahasa: Kaitannya dengan Perkembangan Iptek dan Sosial-Budaya. http://www.geocities.com/anas_yasin/aw4.html. Diakses 24 Desember 2008.
Abdul Wahab. 1995. Isu Linguistik (Pengajaran Bahasa dan Sastra). Surabaya: Airlangga University Press
Bambang Kaswanti Purwo (Ed). 1993. PELLBA 6 (Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atma Jaya: Keenam). Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya Jakarta.
Bambang Yudi Cahyono. 1995. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga university Press.
Budhi Setiawan. 2006. Analisis Wacana. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Sumarlam, dkk. 2005. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra
Elsani. Pengertian Analisis Wacana. (http://209.85.173.132/search?q=cache:3YZT7UYjgy8J:elsani.wordpress.com/2007/09/25/analisiswacana/+pengertian+analisis+wacana&hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id). Diakses 24 Desember 2008
Wacana bahasa Indonesia (http://massofa.wordpress.com/2008/01/14/kajian-wacana-bahasa-indonesia/). Diakses 24 Desember 2008.
About teater*
Desember 8, 2008
About teater*
Tahu gak, teater itu apa? Apa manfaatnya buat kita? Dan bagaimana cara memainkannya?
Teater berasal dari kata teatron (yunani). Teater adalah sebuah pertunjukan yang kadang bisa memuat sekitar 100.000 penonton. Teater juga dapat diartikan mencakup gedung, pekerja (pemain dan kru panggung), sekaligus kegiatya (isi pentas/ peristiwanya). Sementara itu ada juga yang mengartikan teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan, baik di panggung maupun dari arena terbuka. Jadi teater itu mencakup 3 kekuatan, yaitu pekerja, tempat, dan penonton/ penikmat).
Ada beberapa perbedaan antara istilah drama, teater, dan sandiwara.
Drama adalah ide/ jalan pikiran yang ditulis. Kisahnya tentang manusia.
Teater adalah tempat terjadiya pertunjukan. Drama menjadi terwujud bentuknya di dalam teater.
Sedangkan Sandiwara berasal dari Indonesia. Sandi berarti rahasia, dan wara berarti berita. Jadi, sandiwara berarti rahasia/misteri yang diberitakan kepada penonton.
Bermain teater ternyata mempunyai beberapa manfaat. Berteater adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi ajang pelatihan diri dan pengasahan dalam memaknai perilaku atau tindakan disiplin, bertaggung jawab, jujur, kemampuan bekerja sama, rasa percaya diri, dan pembetuka kepribadian tanpa pemaksaan.
Tujuan berteater antara lain adalah salah satu upaya pencarian kebahagiaan lewat sebuah cermin yang jujur dan selalu berpihak kepada hati nurani. Dalam teater yang dieksplorasi adalah watak manusia, problem manusia itu, dan cara mengatasi problem-problem itu. Untuk menggali perwatakan manusia itu sangat diperlakuka daya pemahaman.
Bermain teater itu juga ada caranya lho!!
Berteater perlu pengasahan yang intensif terhadap alat-alat raga (olahraga) dan instrument sukma (olah sukma). Bagian raga yang harus diolah antara lain tangan, wajah termasuk mata dan mulut, leher, perut, serta suara/vocal. Baian sukma antara lain termasuk di dalamnya pengasahan, penghayatan, penyerapan, imajinasi, penafsiran, dan ekspresi. Untuk bermain teater diperlukan pelatihan yang tak henti-henti. Ibarat pedang atau pisau, ia harus selalu diasah supaya tajam. Jika ingin bergiat di dalamnya, mendaftarlah ke sekolah drama atau bergabung dengan sebuah kelompok teater.
*Catatan ini aku ambil dari bukunya Om Nano yang berjudul “menyentuh Teater”
Manusia
Apakah itu manusia?
Pertama dan terutama, manusia bukanlah pikiran dan kesadaran, melaikan badan, daging dan darah yang terlahir dalam suatu keluarga dan kondisi social tertentu. Apapun kecenderungan religiusnya, manusia tidak akan ada tanpa badannya. Dan badan manusia memiliki lima kualitas / sifat utama, yaitu:
- Sensitif
- Emotif (sifat yang berhubungan dengan emosi)
- Sensasional
- Mempunyai seks
- Dapat beregerak
Berbeda dengan benda mati, makhluk hidup mengalami banyak sensasi. Sensivitas ini mencapai puncaknya dalam diri manusia. Badan mencatat sensai-sensasi itu dengan sendirinya, lalu melahirkan reaksi. Reaksi-reaksi ini dimungkinkan berkat kelima indera manusia. Indera-indera ini berkaitan satu sama lain. Lagipula, sensai-sensai ini dicatat dalam otaknya.
Segala yang dirasakan manusia, ia rasakan dalam kelima indera dan ia rasakan dengan otaknya. Ia merasakan dalam kulitnya, apa yang terdengar, apa yang terlihat, bau yang tercium, atau citarasa yang terkecap.
Badan bersifat emotif, dan sensai dari kenikmatan dapat membawa ke emosi cinta, benci, ketakutan ataupun emosi yang lain. Dalam diri manusia semua sensasi-sensasi tersebut membangkitkan emosi. Di samping itu, manusia adalah makhluk rasional. Ia mengenal benda-benda, memiliki kemampuan berfikir, mengerti dan berbuat salah.
Ketiga situs ini, yakni sensasi, emosi, dan pikiran berkomunikasi satu sama lai secara bebas. Komunikasi ini kemudian membangkitkan sensasi. Tapi litas ini bisa terjadi sebaliknya, sekurangnya dua arah: pikiran beralih wujud ke dalam emosi lalu membangkitkan sensasi.
Arti seorang manusia
Manusia adalah makhluk hidup yan mempunyai pikiran dan batin yang merdeka, yang lahir tanpa pilihan. Tapi ia mempunyai kedaulatan untuk berusaha dan menentukan pilihan-pilihan guna memperbaiki hdupnya, sepanjang kemampuan diri yang dibawa sejak lahir mengjinkan.
Selanjutnya, pada akhirya nanti, ia harus mati. Tetapi ia juga mempunyai kedaulatan untuk mempersiapkan kematian yang tidak bisa ia duga dan kira. Kapan pun saatnya dan bagaimana pun caranya.
Pada hakikatnya, kesadara memikirkan kehidupan itu selalu disertai dengan kesadaran mempersiapkan kematian. Kualitas hidup seseorang akan sebanding dengan kualitas matinya.
Subjek yang harus diketahui tentang manusia
Hal yang paling mendasar bagi kehidupan baru yang harus mengekspresikan dirinya— sebagai suatu perasaan moder—tentang dunia dan kehidupan adalah bahwa manusia mesti dipandang sebagai wujud kosmik. Kondisi dari eksistesinya, dengan lingkungan alamiah dan artifisialnya, mekanisme dan organisme, citra badan, jiwa, dan intelektualnya (manusia adalah sebagai wujud ragawi dan spiritualnya) merupakan subjek yang harus diketahui.
Manusia harus dipandang bukan sebagai suatu ide/ motif objektif, tapiu sebagai suatu keseluruhan perwujudan jiwa dan badan. Manusia harus dipandang sebagai suatu perwujudan kosmik, suatu dunia secara total.
Semua hwal dar dunia nyata memperoleh makna secara itelek hanya bila ia terbebas dari keterasingan objektivitasnya (keberadaannya) dan dipandang secara bersama-sama denga manusia dan dunia keseluruhannya.
Objek tidak punya arti sama sekali apabila merupakan ihwal terasin yang terpisah. Hanya dalam kepetautan dengan system tatanan alam semestinya ia memeperoleh artinya dan menjadi kuantitas yang mendorong manusia untuk berhubungan dengannya.
Demikian pula manusia. Ia memperoleh artinya bila dipandang bukan saja sebagai objek tetapi sebagai perwujudan kosmik (sebagai system tatanan yang menyeluruh ). Dengan demikian manusia merupakan suatu totalitas dalam dirinya sendiri dan bagian dari suatu totalitas yan lebih besar, yaitu kosmos, yang dapat diangap sebagai suatu kepertautan dengan system alam semesta.
Manusia itu terbungkus dalam suatu kosmos dan pada gilirannya kosmos mempengaruhi manusia, karena kosmos merupakan suatu semesta yang terdiri atas:
- Roh (kandungan pikiran- menunjuk ke spirit dan makna, ke hal-hal batin di iterioritas)
- Badan (alam)
- Jiwa (perasaan)
Ketiga esensi/ hakikat ini eksis (cara bedanya) hanya dalam hubungannya timbale-baliknya.
Roh (kandungan pikiran) merupakan dampak batin dari alam dan tdak dapat diukur dengan waktu dan tidak megeal batasan ruang.
Alam merupakan sosok yang teraba dan meraga dalam ruang (perwujudan yang ragawi). Alam memiliki kebutuhan dan menyosok dalam ruang.
Jiwa (perasaan) merupakan alat penghubung dan bergerak dalam waktu.
Segala sesuatu dimulai dengan bersahaja, yakni hasil suatu realisasi dari yang esesnsal. Di dalam kesenian, harus memiliki vitalitas organic. Konsekuensinya adalah harus akrab dengan bentuk-bentuk organic.
Hidup
Untuk hidup, harus mempunyai kemampuan:
- Mengorganisasikan diri
- Melakukan seleksi
- metabolisme; yaitu proses organisme dalam sel, dimana gizi dbentuk sebagai zat hidup
- komunikasi
Gerak
Tanpa gerak tak akan ada kehidupan-tanpa kehidupan tak akan ada gerak. Gerak ke seantero ruang adalah iirama. Irama merupakan ekpresi di kehidupan dalam ruang. Gerka tumbuh merupakan ekspresi yang dalam. Produk dari gerak dan kontra gerak adalah ketegangan. Bila ketegangan ini diekspresikan, dia mengisi karya itu dengan efek kehidupan dari kekuatan-kekuatan yang harmonis, kendati sering kali saling bertentangan. Ketegangan dari gerak dan kontragerak, diwujudkna lewat kesatuan plastic. Ini disebut komposisi. Plastic adalah perwujudan kehidupan yang tiga dimensional. Suatu kehadiran bentuk plastic yang tidak didominasi oleh gerak dan irama adalah bentuk yang mati. Oleh karenanya, tidak ekspresif sifatnya.
Dari “Warisan Roedjito”(sang maestro Tata panggung, perihal teater dan sejumlah aspeknya)
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI MEDIA MASA
November 30, 2008
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI MEDIA MASA
Keberadaan media masa memang sangat pesat saat ini. Media masa, terutama cetak, menjadi pilihan yang tepat untuk menemukan informasi dan kabar pada suatu waktu. Surat kabar atau yang lebih dikenal dengan koran beredar setiap hari dan dikonsumsi masyarakat dari berbagai golongan/ tingkatan. Dari surat kabar tersebut akan diperoleh segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan baik yang berskala lokal, nasional, maupun internasional.
Di Indonesia, koran mulai bermunculan mulai dari tingkat provinsi. Saat ini, di setiap provinsi atau kotamadya sudah memiliki surat kabar tersendiri. Hal ini dimaksudkan agar berita yang dimuat juga lebih dapat menjangkau sekitar daerah tersebut. Surat kabar tersebut biasanya memiliki kekhasan tersendiri, tergantung dari ciri daerah atau komunitas yang bersangkutan. Perbedaan itu biasanya terletak pada isi/materi, bahasa, seta tampilan atau lay out-nya. Surat kabar yang berskala lokal biasanya lebih sederhana, berisi berita sekitar daerah tersebut, dan bahasanya tidak terlalu rumit.
Surat kabar sebagai sarana penyampaian inforamasi mempunyai dampak yang baik bagi perkembangan pola piker masayarakat. Dengan bertambahnya wawasan setiap harinya, mereka akan semakin kritis terhadap kondisi yang terjadi di sekitar mereka. Seperti halnya dalam surat kabar yang menyediakan kolom tersendiri untuk pembaca. Kolom tersebut biasanya dikenal dengan kolom Surat Pembaca yang biasanya berisi opini, keluhan, tanggapan, ataupun pesan yang ingin disampaikan kepada redaksi atau seseorang. Format surat tersebut sama halnya dengan surat pribadi dan dikirimkan oleh para pembaca dari berbagai kalangan dan tingkat pendidikan.
Perbedaan tingkat pendidikan ataupun golongan ternyata juga berpengaruh terhadap gaya penulisan surat. Pembaca dari kalangan pendidikan menengah cenderung bersikap mengacuhkan gaya penulisan dan sturuktur kalimat karena yang dipentingkan oleh mereka adalah pesan yang ingin disampaikan. Lain halnya dengan para akademisi ataupun golongan terpelajar. Gaya penulisan mereka sedikit berbeda, terutama dalam segi kebakuan dan ketidakbakuan kata/kalimat. Akan tetapi, dalam realitanya masih terdapat juga kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam hal penulisannya.
Kesalahan-kesalahan berbahasa yang tejadi itu merupakan indikasi dari kurangnya pemahaman terhadap bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu berkembang dari waktu ke waktu dan mau tidak mau harus dapat diikuti dengan baik oleh masyarakat. Surat kabar sebagai media informasi bagi masyarakat sudah tentu harus dapat memberi contoh bahasa Indonesia yang baik dan benar. Editor dapat menampilkan format surat pembaca yang tepat penulisannya dengan meng-edit atau memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam surat-surat tersebut. Dengan demikian, akan diperoleh pula pemahaman tentang bahasa yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia.
Berawal dari ketertarikan penulis pada bentuk surat pembaca yang mengandung banyak sekali kesalahan-kesalahan berbahasa ini, penulis berusaha mendeskripsikan kesalahan yang banyak terjadi dalam surat-surat pembaca. Dalam hal ini penulis mengambil sampel dari Harian Suara Merdeka yang wilayah penyebarannya berada di sekitar provinsi Jawa tengah dan sebagian daerah Yogyakarta. Penulis bersaha mendeskripsikan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi, terutama pada bentuk bahasa dan penulisannya.
1. Suara Merdeka, 29 November 2007
Pengirim: H. Erlangga Chandra (EI), Bantulan RT 1/RW 1, Banyudono
- Beberapa waktu lalu Kejaksaan Agung mengumumkan ada 7 Kajari yang melanggar PP. 30/1980, termasuk Kajari Sukoharjo Pak Usman SH.
Penulisan gelar yang tepat untuk Sarjana Hukum adalah S.H.
- Tetapi yang mengherankan saya, justru beliau kini malah mendapat promosi jabatan sebagai jaksa fungsional di Kejati NTB. (tidak tepat)
Tetapi yang mengherankan Saya, beliau kini justru mendapat promosi jabatan sebagai jaksa fungsional di Kejati NTB. (tepat)
Huruf s pada kata Saya seharusnya kapital karena Saya merupakan kata sapaan. Klausa justru beliau kini malah mendapatkan promosi…seharusnya diubah menjadi beliau kini justru mendapat promosi… Kata justru maknanya hampir sama dengan malah yang cenderung mengarah kepada dialek Jawa.
- Kalau begitu apa tidak berdampak negatif. (tidak tepat)
Kalau begitu, apakah tidak berdampak negatif? (tepat)
(paragraf 2)
Kalimat tersebut merupakan kalimat tanya karena mengandung kata tanya apa. Kata apa lebih lengkap jika ditulis dengan apakah, dan tanda koma (,) sebaiknya diletakkan di belakang konjungsi kalau begitu agar tidak menimbulkan kerancuan.
- Kalau kemudian ternyata malah dapat promosi ya nggak akan jera.(tidak tepat)
Kalau kemudian ternyata justru mendapat promosi, ya tidak akan jera. (tepat)
Kata malah terpengaruh dari bahasa Jawa sehingga lebih tepat jika diubah menjadi justru. Sementara dapat dalam konteks kalimat tersebut merupakan kata kerja/ verba sehingga harus lengkap ditulis mendapat. Peletakkan tanda koma (,) setelah kata ya akan menghilangkan kerancuan. Sedangkan kata nggak merupakan kata yang tidak baku sehingga diubah menjadi tidak.
- Kalau demikian, saya yakin yang menang pihak kejaksaan sebab punya kuasa. (tidak tepat)
Kalau demikian, Saya yakin yang menang adalah pihak kejaksaan sebab ia mempunyai kuasa. (tepat)
Kata tugas adalah berfungsi untuk memperjelas kalimat. Sedangkan kata ganti ia ditambahkan sebagai subjek klausa kedua . Verba punya lebih lengkap jika ditulis mempunyai.
Surat Pembaca, 28 November 2007.
Pengirim: H. Nashicin S. Pd, Jln. Pintu Air 3 RT 2/RW 2 Saripan, Jepara
- Segi ekstrinsik, kehadiran Suara Merdeka tiap pagi sudah tepat waktu, hampir semua kantor di Jepara menjadi pelanggannya namun harga langganannya agak mahalan sedikit. (tidak tepat)
Segi ekstrinsik, kehadiran Suara Merdeka setiap pagi sudah tepat waktu. Hampir semua kantor di Jepara menjadi pelanggannya, namun harga langganannya sedikit agak mahal. (tepat)
Kata tiap lebih tepat ditulis setiap. Klausa ketiga kalimat tersebut seharusnya dipisah sehingga menjadi kalimat baru. Setelah konjingsi namun harus diletakkan tanda koma (,) dan klausa sedikit agak mahalan tidak baku karena terpengaruh unsur dialek Betawi/ Jakarta.
- Yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan muatan artikel. (tidak tepat)
Hal yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan muatan artikel. (tepat)
Penulisan konjungi yang pada kalimat tersebut menimbulkan ketidakefektifan kalimat. Untuk membangun kalimat yang tepat ditambahkan kata hal yang berkedudukan sebagai subjek kalimat.
- Upaya menemukan mutu memang terus dilakukan, karena kita dapat menemukan jawaban berbagai masalah yang timbul dan beredar di masyarakat. (tidak tepat)
Upaya menemukan mutu memang terus dilakukan karena kita dapat menemukan jawaban berbagai masalah yang timbul dan beredar di masyarakat. (tepat)
Setelah konjungsi karena seharusnya tidak dituliskan tanda koma (,). Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara hubungan kausalitas.
- Upayakan penambahan artikel yang sifatnya informasi dan analisa serta harapan penyelesaian, sehingga Koran ini bisa bertahan dibaca minimal 40 menit, syukur meningkat. (tidak tepat)
Upayakan penambahan artikel yang informatif dan analitis serta harapan penyelesaian koran ini bisa bertahan dibaca minimal 40 menit, syukur meningkat. (tepat)
Kata informatif sama artinya dengan bersifat informasi dan analitis juga bermakna bersifat analisis. Dengan penggantian kata seperti itu maka akan muncul kalimat yang efektif. Jika kata analisa berdiri sendiri kata yang baku adalah analisis. Penggunaan konjungsi sehingga lebih tepat jika diganti menjadi agar karena kalimat tersebut tidak mengandung kesatuan gagasan. Konjungsi agar tepat digunakan untuk kalimat majemuk setara hubungan syarat.
3. Suara Pembaca 23 November 2007
Pengirim: A. B. Kusumo S. Kom, Beringin Putih D II/ 14 Ngaliyan, Semarang
- Orang yang jelas memakai narkoba, eh jadi duta dan dijadikan ikon antinarkoba yang duduk semeja dengan Kapolri dan ketua BNN. Bingung aku. (tidak tepat)
Orang yang jelas memakai narkoba, eh, menjadi duta dan dijadikan ikon antinarkoba yang duduk semeja dengan Kapolri dan ketua BNN. Bingung Aku. (tepat)
Kata kerja jadi lebih lengkap ditulis dengan lengkap, yaitu menjadi. Sedangkan setelah eh seharusnya diberi tanda koma (,) karena merupakan kata seru. Huruf a pada kata aku harus kapital (A).
- Ingat 2 Februari 2006?. (tidak tepat)
Ingat 2 Febuari 2006? (tepat)
Penulisan tanda tanya (?) tidak perlu ditambahi tanda titik (.) cukup dengan satu tanda baca saja.
- Aktingnya, dia melakukan tobat, minta maaf kepada semuanya seakan secara jantan menjalani semuanya sebagai konsekuensi pilihan hidup. (tidak tepat)
Aktingnya, dia melakukan tobat, minta maaf kepada semuanya seakan secara jantan menjalani semuanya sebagai konsekuensi pilihan hidup. (tepat)
Kata kerja minta seharusnya ditulis lengkap meminta.
- Roy kembali main film bahkan jadi jubir Persatuan Napi se-Indonesia. (tidak tepat)
Roy kembali bermain film bahkan menjadi jubir Persatuan Napi se-Indonesia. (tepat)
Kata kerja main seharusnya ditulis lengkap bermain. Demikian pula dengan kata jadi lebih lengkap ditulis menjadi.
- Kegiatan selanjutnya dia menghadiri peringatan Hari Narkoba Internasional. Bicara tentang bahaya narkoba di depan 2.000 prajurit TBI AD di Jakarta. (tidak tepat)
Kegiatan selanjutnya, dia menghadiri peringatan Hari Narkoba Internasional dan berbicara tentang bahaya narkoba di depan 2000 prajurit TBI AD di Jakarta. (tepat)
Kedua kalimat tersebut lebih tepat jika digabungkan menjadi satu kalimat karena mempunyai satu kesatuan gagasan. Kata bicara seharusnya ditulis lengkap berbicara. Sedangkan penulisan bilangan 2.000 untuk menyebutkan jumlah, lebih tepatnya ditulis tanpa menggunakan titik, tidak seperti penulisan jumlah uang/ nominal rupiah.
- 10 November 2007, dia memberi testimoni antinarkoba dihadiri Kapolri di Surabaya. (tidak tepat)
Pada Tanggal 10 November 2007, dia memberi testimoni antinarkoba yang dihadiri Kapolri di Surabaya. (tepat)
Atau
Dia memberi testimoni antinarkoba yang dihadiri Kapolri di Surabaya pada tanggal 10 November 2007. (tepat)
Awal kalimat tidak boleh didahului dengan angka atau bilangan sehingga penambahan klausa pada tanggal dapat membantu mengefektifkan kalimat. Sedangkan kata tugas yang ditambahkan guna menghindari kerancuan kalimat.
- Artinya, masyarakat sudah menerima Roy ke jalan yang benar. Menjadikannya sebagai panutan agar diri dan keluarga tak terjerat narkoba. (tidak tepat)
Artinya, masyarakat sudah menerima Roy ke jalan yang benar dan menjadikannya sebagai anutan agar diri dan keluarga tak terjerat narkoba. (tepat)
Kedua kalimat tersebut lebih padu jika digabung karena masing-masing mempunyai kesatuan gagasan. Kata panutan tidak baku, kata bakunya adalah anutan.
- Tapi 13 November 2007 dia digrebek polisi ketika sedang pesta sabu di hotel Novotel Surabaya. (tidak tepat)
Tetapi, 13 November 2007 dia digrebek polisi ketika sedang berpesta sabu di hotel Novotel Surabaya. (tepat)
Konjungsi tapi lebih tepat diganti dengan tetapi, dan setelahnya diberi tanda koma (,). Kata kerja pesta seharusnya ditulis lengkap berpesta.
- Pembelaan keluarganya bahwa dia sedang dalam masa penyembuhan hingga masih boleh mengonsumsi sabu dalam jumlah terbatas atas pengawasan dokter. (tidak tepat)
Keluarganya membela bahwa dia sedang dalam masa penyembuhan sehingga masih diperbolehkan mengkonsumsi sabu dalam jumlah terbatas atas pengawasan dokter. (tepat)
Klausa pembelaan keluarganya menyebabkan kalimat menjadi rancu serta tidak jelas unsur-unsurnya. Klausa tersebut akan lebih jelas jika diubah menjadi klausa verba bukan klausa nomina Kata boleh lebih tepat ditulis lengkap menjadi diperbolehkan, dan kata mengonsumsi seharusnya menjadi mengkonsumsi karena berasal dari kata konsumsi yang berasal dari unsur serapan asing.
- Sebagai orang awam, aku nggak mau tahu alasan membela itu. (tidak tepat)
Sebagai orang awam, Aku tidak mau mengetahui alasan pembelaan itu. (tepat)
Kata tahu harus ditulis lengkap menjadi mengetahui, dan verba membela seharusnya diubah menjadi nomina pembelaan karena dalam kalimat itu ia berkedudukan sebagai objek.
- Yang jelas, Roy tertangkap memakai. (tidak tepat)
Yang jelas, Roy tertangkap sebagai pemakai. (tepat)
Kata tertangkap dan memakai merupakan kata yang berjenis kata kerja sehingga harus diubah salah satu unsurnya dan diperjelas maknanya dengan kata tugas sebagai.
- Sebagai ikon antinarkoba, harusnya orang yang benar-benar bersih dari narkoba (Ade Ray, Chris John). (tidak tepat)
Orang yang dijadikan ikon antinarkoba seharusnya orang yang benar-benar bersih dari narkoba (Ade Ray, Chris John). (tepat)
Ketidaktepatan kalimat tersebut adalah pada kata sebagai yang menimbulkan kalimat tidak jelas unsur-unsurnya. Dengan menambahkan kata orang maka akan jelas letak subjek kalimatnya.
- Kalau sudah demikian, mau dibawa kemana generasi muda kita. (tidak tepat)
Kalau sudah demikian, akan dibawa ke mana generasi muda kita? (tepat)
Kata mau bukan kata baku, yang tepat adalah akan. Sedangkan peletakkan kata tanya kemana seharusnya dipisah, dan kalimat diakhiri dengan tanda tanya (?).
- Orang tua cuma bisa ngomong, tanpa memberi contoh yang baik. (tidak tepat)
Orang tua hanya bisa berbicara tanpa memberi contoh yang baik. (tepat)
Kata hanya merupakan bentuk baku dari cuma, dan kata berbicara merupakan bentuk baku dari ngomong. Peletakkan tanda koma sebelum kata tanpa tidak tepat karena kalimat tersebut masih dalam satu kesatuan gagasan yang setara.
- Hanya bisa melarang tapi mereka sendiri memakai. (tidak tepat)
Mereka hanya bisa melarang tetapi memakai juga. (tepat)
Ketidaktepatan penempatan kata hanya di awal kalimat menimbulkan kalimat tidak jelas unsur-unsurnya. Dengan menambahkan kata mereka maka akan jelas letak subjeknya.
- Dampak terhadap generasi muda? Capeek deh. (tidak tepat)
Dampak terhadap generasi muda? Capeek deh! (tepat)
Pengguaan jargon capek deh merupakan imbas dari merebaknya dialek-dialek terutama dialek betawi yang sering muncul dalam sinetron-sinetron televisi. Apabila diangkat dalam bentuk bahasa tulis maka jargon tersebut tidaklah tepat. Untuk mengantisipasinya, dalam bahasa tulis hendaknya ditulis dengan cetak miring/garis bawah dan diakhiri dengan tanda seru (!).
RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Sekolah : SMP Islam Diponegoro Surakarta
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/semester : VIII/ I
Aspek : 1. Mendengarkan
Standar Kompetensi : Kemampuan mendengarkan dan menanggapi pembacaan laporan
Kompetensi Dasar : Peserta didik mampu mendengarkan, menangkap isi, dan menanggapi pembacaan laporan
Indikator : 1. mampu menanggapi laporan yang diperdengarkan
2. mampu menuliskan pokok-pokok laporan yang diperdengarkan
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
A.Tujuan pembelajaran
Siswa dapat mendengarkan, menangkap isi, dan menanggapi pembacaan laporan
B. Materi Pembelajaran
Laporan perjalanan merupakan laporan pertanggungjawaban setelah melakukan perjalanan. Perjalanan tersebut dapat berupa perjalanan wisata, perjalanan pengamatan (observasi) suatu objek, atau perjalanan kunjungan ke suatu tempat. Laporan perjalanan memuat fakta-fakta mengenai semua hal yang berhubungan dengan kegiatan. Fakta-fakta yang dituliskan dalam laporan merupakan gambaran objektif dari semua hal yang telah dilakukan, baik pada saat persiapan, perjalanan, kunjungan objek, maupun pada saat perjalanan pulang.
C. Metode pembelajaran
a. demonstrasi
b. tanya jawab
c. ceramah
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. kegiatan awal
a. guru melakukan apersepsi
b. siswa mendengarkan kaset yang berisi laporan perjalanan
2. kegiatan inti
a. siswa menuliskan pokok-pokok laporan perjalanan yang telah diputar
b. siswa memberikan tanggapan, kritik, atau saran terhadap laporan perjalanan
c. siswa menyusun laporan perjalanan sesuai dengan pengalaman siswa
d. siswa mendemonstrasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, siswa lain menanggapi
3. kegiatan akhir
a. Guru dan siswa melakukan refleksi
E. Sumber belajar
1. kaset rekaman laporan kunjungan objek
2. buku paket bahasa Indonesia
F. Penilaian
1. Teknik :Tes unjuk kerja
2. Bentuk instrumen :Uji petik kerja
1. Tuliskan pokok-pokok laporan perjalanan yang telah diputarkan!
|
No |
Aspek |
Skor |
|
1 |
Siswa menuliskan pokok-pokok laporan dengan lengkap |
10 |
|
2. |
Siswa menuliskan pokok-pokok laporan tetapi tidak lengkap |
5 |
|
3. |
Siswa tidak menuliskan apa-apa |
0 |
|
|
Jumlah skor |
15 |
2. Susunlah sebuah laporan perjalanan berdasarkan pengalaman pribadi, kemudian demonstrasikan di depan kelas!
|
No |
Aspek |
deskripsi |
Skor |
|
1 |
Isi |
Logis, sesuai tema |
5 |
|
2. |
Ejaan dan tanda baca |
Sesuai EYD |
5 |
|
3. |
Kelancaran dan penampilan |
Pengucapan lancar dan menguasai kelas |
10 |
|
|
Jumlah skor |
|
20 |
Skor maksimum
Nomor 1 = 15
Nomor 2 = 20
Jumlah skor = 35
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor X skor ideal (100)=……
skor maksimum
Mari Bermain Kokologi!!
Ini adalah suatu permainan untuk mengetahui sifat serta karakter anda yang
telah sangat terkenal di Jepang KOKOLOGY. Selain itu, kamu juga bisa melatih kecerdasan emosi. Kalau jawabannya gak cocok, anggep aja permainan. Asik kok. Yuuuuk, mari………
1. Di suatu hari yang cerah, kamu sedang berjalan kaki ke suatu daerah yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya dan terkagum-kagum melihat sebuah rumah di seberangnya. Tapi, kenapa ya pintu depannya setengah terbuka?
A. Jangan-jangan rumah itu dirampok!
B. Wah, pemiliknya lupa mengunci pintu tuh!
C. Paling pemilik rumahnya ada di dalam, sedang menyapu pintu masuk.
2. Sebuah cangkir keramik putih polos siap kita hias dengan lapisan cat warna biru. Pola seperti apa yang akan kamu pilih?
A. Garis-garis
B. Bulat-bulat
C. Garis berombak
D. Kotak-kotak seperti papan catur
3. Kita sedang membayangkan diri kita memakai parasut dan sedang menikmati detik demi detik melayang turun di angkasa. Pemandangan seperti apa yang kamu lihat dari atas sana?
A. Hamparan padang rumput berhias bunga-bunga cantik
B. Dari kiri ke kanan, yang terlihat cuma tumpukan berbatu
C. Wow, ada binatang liar super ganas yang sudah siap menyambut kita dengan mulut terbuka!
D. Sebuah sungai yang mengalir…
4. Saat tersesat di hutan seharian, dan kelaparan, apa yang kamu lakukan ketika menemukan sebuah rumah yang terbuat dari permen?
A. Mulai makan apa saja yang terlihat di depan mata
B. Wajib mencoba sebanyak mungkin permen yang ada
C. Begitu menemukan permen kesukaan, baru kita mengisi perut dan tidak tertarik menjamah permen lain.
D. Gawat, kita gak suka permen dan lebih suka keripik kentang!
Siap dengan jawaban kamu???
Jawaban:
1. Membayangkan kenapa sebuah pintu terbuka berhubungan dengan cara kita bereaksi terhadap keadaan darurat.
A. Menggambarkan orang yang tidak sempat panic karena sibuk mencari solusi
B. Orang yang sangat santai, bahkan dalam situasi genting
C. Orang yang walaupun terlihat santai tapi tidak pernah lengah.
2. Pola yang kita pilih menggambarkan hubungan kita dengan orang lain.
A. Garis-garis: bisa memecahkan masalah dengan cepat dan tajam, tumpuan harapan dalam kesulitan.
B. Bulat-bulat: menunjukkan kemampuan artistic bahkan eksentrik, sedikit aneh tapi sering memiliki jawaban unik untuk pemecahan masalah.
C. Garis berombak: punya segudang cinta untuk disebarkan pada semua orang di sekitarnya
D. Kotak papan catur: selalu tampak seperti punya waktu dan perhatian untuk dibagikan kepada semua orang sehingga melupakan masalah sendiri.
3. Pemandangan ini adalah bayangan tingkat optimisme dan pesimisme kita dalam hidup.
A. Menunjukkan tingginya rasa optimis
B. Menggambarkan sikap yang selalu waspada
C. Tidak pernah melewatkan kesempatan untuk tertawa bahkan saat ditimpa masalah.
D. Terlalu sibuk berpikir dan lebih memanfaatkan energi yang ada untuk bersiap menyambut apapun yang akan terjadi.
4. Reaksi kita pada rumah permen menunjukkan sikap kita dalam persahabatan.
A. Polos seperti anak kecil, sehingga mudah dimengerti dan diterima orang lain, walaupun gampang ditipu juga.
B. Tidak keberatan bertemu banyak orang, tapi belum tentu bersedia berhubungan lebih dalam dengan seseorang.
C. Membatasi diri, sudah cukup bila menemukan satu orang dengan minat dan selera yang sama.
D. Berusaha terlihat berbeda termasuk dalam memilih teman.
Yang Manakah Karakter Kamu…….
1.Burung berwarna Biru…
Suatu hari ada seekor burung tiba-tiba masuk kerumah anda dan
terperangkap didalamnya, andapun berniat untuk memeliharanya, namun ada suatu
keanehan yang terjadi pada burung tersebut. pada hari pertama warna burung
tersebut berubah dari biru menjadi kuning, hari kedua berubah lagi dari kuning
menjadi merah terang, hari ketiga berubah lagi menjadi hitam. dan coba pikirkan
akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya, coba
pilih salah satu…..
1. Tetap Hitam.
2. kembali menjadi warna biru.
3. menjadi warna putih.
4. menjadi warna emas.
2. Dibawah langit biru
Bayangkan anda ada disebuah dataran dengan langit yang begitu biru,
dan sekali lagi bayangkan sebuah tempat dimana anda merasa nyaman dan tentram,
Pilih salah satu dari 4 tempat dibawah ini…
1. dataran yang dipenuhi salju putih.
2. lautan biru.
3. gunung yang hijau.
4. padang yang dipenuhi bungan bewarna kuning.
Burung Biru.
1. Burung tetap bewarna Hitam.
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang memilik pandangan
yang pesimis.
Apakah anda cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk,
maka tidak akan kembali normal? mungkin anda harus mencoba berpikir,
”jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk
lagi. ingatlah tidak ada hujan yang tak berhenti. dan tidak ada malam yang
terus gelap dimana tidak ada fajar”.
2. Burung berubah kembali menjadi biru.
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang Optimis. anda
percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. tidakada
gunanya melawan kenyataan. anda menerima kemalangan dengan tenang dan
membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stres dan
kuatir. harapan ini membuat anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut
didalamnya.
3. Burung berubah menjadi Putih.
Mereka yang mengatakan bahwa burung akan berubah warna menjadi putih
adalah orang tenang dan tegas dibawah tekanan.
anda tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak
mengambil keputusan ketika krisis timbul. jika situasi memburuk, anda merasa
lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada
berhenti dalam kesedihan yang tak perlu. pendekatan proaktif ini berarti segala
sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.
4. Burung berubah menjadi warna Emas.
Meraka yang berkata burung akan berubah menjadi warna emas,adalah seseorang
yang tidakmemiliki rasa takut. anda tidakmengenal tekanan. bagi anda, setiap
krisis adalah sebuah kesempatan. anda dapat
dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata “…Mustahil : Kata itu
bukan bahasa perancis.” tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan
diri yang tidak terbatas mengalahkan anda.
ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi
buta.
Dibawah langit Biru.
1. Dataran yang dipenuhi salju Putih.
anda diberkati oleh sensitivitas khusus yang membuat anda mengerti dengan
pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti
atau penjelasan. anda memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bahkan
menjadi seorang Visioner.
percayailah selalu intuisi anda yang pertama, mereka akan menuntun
anda dengan baik.
2. Lautan Biru
anda memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi.
orang-orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang
lain dan cara anda membantu bermacam-macam kelompok bersama-sama. hanya dengan
berada disana, anda membantu orang lain bekerja dengan lebih lancar dan
efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu
proyek atau tim. Ketika anda berkata ” bagus. teruskan kerja anda yang baik,”
orang-orang tahu anda mengatakan yang sebenarnya. jadi kata-kata itu sangat
berarti bagi mereka yang mendengarkannya.
3. Gunung Yang Hijau.
Bakat anda adalah berkomunikasi yang ekspresif. anda selalu dapat menemukan
kata-kata untuk mengekspresikan apa yang dirasakan.
orang-orang segera menyadari itu juga sama persis dengan yang mereka
rasakan. mereka berkata bahwa berbagi kebahagiaan semakin menjadi
berlipat ganda, sementara berbagi duka membuat kita semakin terpisah. anda
nampak selalu dapat menolong orang lain dan menemukan sisi yang benar dalam
komunikasi.
4. padang yang penuh dengan bunga berwarna Kuning.
Anda adalah sumber pengetahuan dan kreativitas, penuh dengan
gagasan dan potensi yang hampir tak terbatas. tetaplah menyesuaikan diri
terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah berhenti membangun mimpi. tidak
ada apapun yang tidak bisa anda capai.
Anda Hanyalah Manusia
Anda sedang berjalan di jalan, memikirkan hal-hal lain, ketika tersandung tong sampah di trotoar dan jatuh. Apa yang tumpah keluar dari tempat sampah?
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
2. Tumpukan sampah tumpah kejalan.
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lainnya
4. Plastik sampah yang terikat rapi.
Penjelasan
Karena ceroboh, anda tersandung tong sampah. Menumpahkan sesuatu yang telah rapi tertutup. Lantas membukanya sehingga terlihat ke seluruh dunia. Pandangan anda terhadap isi tong menyingkapkan hal-hal yang ada di dalam diri yang berusaha anda sembunyikan dari umum.
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
Orang yang memberikan jawaban ini cenderung hidup tanpa menarik perhatian atau berpura-pura. Apa yang anda lihat, itulah yang didapatkan. Hanya kejujuran inilah yang membuatnya menarik.
2. Tumpukan sampah tumpah ke jalan
Mereka yang berkata tong penuh dengan sampah mungkin kelihatannya bersikap jujur dan terus terang kepada orang lain, tapi sebenarnya memiliki setumpuk perasaan tak terkatakan yang terkunci di dalam. Anda mungkin memperhatikan perasaanini hanya sebagai rasa frustasi biasa, tapi ketika memikirkannya, bukankah ada saat dimana anda menahan sesuatu yang seharusnya dikatakan?
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lain.
Orang yang membayangkan tumpukan sampah sisa makanan adalah orang yang menyembunyikan nafsu makan dan keinginan alamiah terhadap makanan. Mungkin anda sedang (atau hanya menghindari) diet, atau masalahnya, hal itu sedang menekan anda. Tidak perlu terlalu ekstrim melakukannya, karena mungkin akan membawa kebaikan bagi anda untuk memakai uang untuk makan di restoran bersama teman.
4. Plastik sampah yang terikat rapi
Orang – orang yang melihat plastik sampah yang terikat rapi memiliki rasa penguasaan diri yang kuat. Mungkin terlalu kuat. Anda tidak suka memperlihatkan kelemahan atau mengeluh – harga diri anda tidak mengijinkan anda. Tapi membiarkan orang lain mengetahui apa ynag sebenarnya anda rasakan bukanlah tanda orang lemah. Jangan terlalu tegang dan biarkan udara keterbukaan masuk sebelum semua sampah membusuk dan mulai berbau busuk.
Tong sampah
Anda sedang berjalan di jalan, memikirkan hal-hal lain, ketika tersandung tong sampah di trotoar dan jatuh. Apa yang tumpah keluar dari tempat sampah?
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
2. Tumpukan sampah tumpah kejalan.
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lainnya
4. Plastik sampah yang terikat rapi.
Penjelasan
Karena ceroboh, anda tersandung tong sampah. Menumpahkan sesuatu yang telah rapi tertutup. Lantas membukanya sehingga terlihat ke seluruh dunia. Pandangan anda terhadap isi tong menyingkapkan hal-hal yang ada di dalam diri yang berusaha anda sembunyikan dari umum.
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
Orang yang memberikan jawaban ini cenderung hidup tanpa menarik perhatian atau berpura-pura. Apa yang anda lihat, itulah yang didapatkan. Hanya kejujuran inilah yang membuatnya menarik.
2. Tumpukan sampah tumpah ke jalan
Mereka yang berkata tong penuh dengan sampah mungkin kelihatannya bersikap jujur dan terus terang kepada orang lain, tapi sebenarnya memiliki setumpuk perasaan tak terkatakan yang terkunci di dalam. Anda mungkin memperhatikan perasaanini hanya sebagai rasa frustasi biasa, tapi ketika memikirkannya, bukankah ada saat dimana anda menahan sesuatu yang seharusnya dikatakan?
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lain.
Orang yang membayangkan tumpukan sampah sisa makanan adalah orang yang menyembunyikan nafsu makan dan keinginan alamiah terhadap makanan. Mungkin anda sedang (atau hanya menghindari) diet, atau masalahnya, hal itu sedang menekan anda. Tidak perlu terlalu ekstrim melakukannya, karena mungkin akan membawa kebaikan bagi anda untuk memakai uang untuk makan di restoran bersama teman.
4. Plastik sampah yang terikat rapi
Orang – orang yang melihat plastik sampah yang terikat rapi memiliki rasa penguasaan diri yang kuat. Mungkin terlalu kuat. Anda tidak suka memperlihatkan kelemahan atau mengeluh – harga diri anda tidak mengijinkan anda. Tapi membiarkan orang lain mengetahui apa ynag sebenarnya anda rasakan bukanlah tanda orang lemah. Jangan terlalu tegang dan biarkan udara keterbukaan masuk sebelum semua sampah membusuk dan mulai berbau busuk.
Kokologi on Love test
1. Kamu sedang berjalan ke rumah cewek/cowok kamu. Ada 2 jalan menuju kesana. Ada Jalan yang pendek dan cepat sampai dan jalan yang berliku namun penuh dengan pemandangan indah. Jalan mana yang kamu pilih?
2. Di jalan kamu melihat 2 keranjang mawar, yang satu penuh dengan mawar putih dan yang satunya dipenuhi dengan mawar merah. Kamu memutuskan merangkainya untuk cewek/cowok kamu. Kombinasi apa yang akan kamu buat? Dominan mawar putih atau mawar putih?
3. Akhirnya kamu sampai kerumah cewek/cowok kamu. Kamu memencet bel dan pembantunya yang menjawab. Apa yang kamu lakukan? Bertanya langsung kepada sang pembantu kemana cewek/cowok kamu atau kamu hanya bertanya dalam hati?
4. Sekarang kamu berada di kamar cewek/cowok kamu. Gak ada siapapun disana. Kamu memutuskan untuk meninggalkan seikat mawar disana. Dimana kamu akan menaruhnya? Ditempat tidur atau di sisi jendela?
5. Kemudian sekarang saatnya kamu tidur.Kamu dan cewek/cowok kamu tidur di tempat yang terpisah. Saat kamu bangun pagi dan melihat keadaan cewek/cowok kamu, apa yang kamu dapati? apakah dia sudah bangun atau belum?
6. Waktunya pulang ke rumah. Kamu melewati jalan yang berbeda dengan waktu kamu berangkat. Ada jalan yang biasa saja namun cepat sampai rumah dan ada jalan yang berbelok-belok dan lama sampai di rumah. Jalan mana yang kamu pilih?
Saatnya Cek Pilihan Kamu !
1. Klo yang kamu pilih jalan yang pendek dan biasa aja, itu artinya kamu gampang jatuh cinta. [heh?? am I ??? hahahha] Klo jalan yang berliku namun indah yang jadi pilihan kamu, berarti kamu adalah tipe orang yang membutuhkan waktu untuk jatuh cinta. Perlu pemikiran, perjuangan, dan pastinya keyakinan.
2. Bunga mawar yang emang identik dengan bunga cinta bisa jadi tolak ukur seberapa besar kamu menghargai suatu hubungan. Klo kamu dominan warna putih, itu artinya kamu tipe pemberi. Sementara kalo dominan warna merah kamu tipe penerima tuh! [gw milihnya campuran merah putih nohh.. seimbang.. uhuyy!!!]
3. Klo pilihan kamu bertanya kepada sang pembantu, kamu tergolong orang yang melibatkan orang lain dalam hubungan kamu [ ya iyalah!! ngga dikira kurang ajar apa dateng2 ga pake basa basi.. SWT !!!] . Tapi klo kamu lebih suka menanyakan pada dirimu sendiri kemana cewek/cowok kamu, kamu tergolong orang yang menyelesaikan segala sesuatunya sendiri termasuk klo ada masalah sama hubungan kamu.
4. Tempat menaruh mawar yang kamu pilih dapat digambarkan seberapa sering kamu memperhatikan cewek/cowok kamu (ehm…). Pilihan tempat tidur tertanda kamu ingin melihat pujaan hati kamu setiap hari, sesering mungkin. Sementara menaruh mawar di jendela berarti kamu tipe orang yang tidak keberatan bila dalam sehari tidak melihat sang pujaan hati. Cukuplah seminggu sekali [jiakakakak.. prinsipnya, Ada ya sukurlah.. tak ada ya tak mengapa.. hhahaha]..
5. Saat kamu masuk ke kamar cewek/cowok kamu dan melihatnya masih tertidur kamu termasuk orang yang bisa menerima dia apa adanya [aih2.. sungguh tipe wanita idaman lelaki.. hahahahah]. Tapi klo kamu menemukan dia telah terbangun, berarti kamu berharap dia akan berubah untuk kamu.
6. Pilihan jalan pulang yang lama menandakan kamu tipe orang yang menjaga suatu hubungan [ehemmm..] . Sementara jalan yang cepat berarti kamu orang yang juga cepat mengakhiri suatu hubungan.
Ketika sedang menyetir mobil di jalan dalam keadaan hujan, anda melihat :
1. Nenek-nenek yang tampaknya sedang sakit parah
2. Teman yang pernah menyelamatkan nyawa anda
3. Gebetan / pujaan hati anda.
Anda hanya bisa memilih 1 orang untuk menumpang di mobil anda. manakah yang akan anda bawa? konon, pertanyaan ini sering ditanyakan ketika interview kerja untuk mengetes kepribadian anda.
hayoooo… siapa yang akan anda bawa ???
jawaban yang tepat adalah :
memberikan kunci mobil kepada teman baik anda, agar dia bisa membawa nenek-nenek itu ke rumah sakit. dan anda sendiri tinggal disana bersama pujaan hati anda. :]
Manakah binatang dibawah ini yang membawa kabar baik dan manakah yang membawa pertanda buruk? Pilih binatang yang berbeda untuk masing2 pertanyaan.
1. Harimau.
2. Anjing.
3. Domba.
4. Burung Beo.
5. Kura-kura.
Udah siap dengan jawabannyaa? yuk mari..
Dalam cerita ini binatang yang dipilih sebagai pembawa pesan kebahagiaan mewakili tipe orang yang dianggap sebagai pasangan ideal. Sedangkan binatang pembawa pesan buruk adalah tipe yang dikhawatirkan akan menarik anda ke dalam kesulitan.
1.Harimau.
kabar baik :
Anda melihat diri sendiri paling senang dengan pasangan yang ambisius dan kuat, memiliki kegigihan tekad untuk menguasai.
Kabar buruk :
Anda takut mendapatkan pasangan kejam yang sombong seperti raja hutan dan menggeram jika diminta untuk saling bekerja sama mengurus rumah tangga.
2.Anjing.
kabar baik :
Kesetiaan yang tidak diragukan dan pengabdian penuh adalah hal2 yg paling anda cari pada pasangan.
Kabar buruk :
Anda sama sekali tidak cocok dengan mereka yang berusaha menyenangkan smua orang dan resah dengan yang mungkin dipikirkan orang laen.
3.Domba.
kabar baik :
Anda melihat kunci kepuasan ada pada pasangan yg penuh kehangatan.
Kabar buruk :
Anda takut berakhir dengan pasangan yang membosankan dan menghabiskan waktu setiap hari dengan memandang orang yang sama.
4.Burung Beo.
kabar baik :
Tidak ada yang lebih cocok untuk anda daripada pasangan yang suka bicara dan menyenangkan serta tahu bagaimana membuat anda tertawa.
Kabar buruk :
Tidak ada yang paling buruk bagi anda daripada pasangan malas yang sangat tidak suka bekerja.
5.Kura-Kura.
kabar baik :
Pasangan sempurna anda memiliki sifat serius, bisa diandalkan, dan selalu ada saat diperlukan.
Kabar buruk :
Kemungkinan menghabiskan waktu dengan pasangan yang lamban dan kurang pandai adalah mimpi buruk anda.
1.Kamu sedang berjalan menuju rumah cewe/cowo mu. Lalu ada 2 jalan untuk menuju kesana. Yang pertama adalah jalan yang pendek tapi cepat sampai, yang kedua jalan yang panjang berliku-liku namun banyak hamparan pemandangan yang indah. Jalan mana yang kmu pilih??
2.Diperjalanan, kmu menemukan 2 ember. Diember pertama isinya mawah merah, dan diember satunya lagi isinya mawar putih. Lalu kmu ngambil keputusan untuk bikin rangkaian bunga mawar. Dari rangkaian yg kamu buat, mawar warna apakah yg lebih dominan? mawar merah, ato mawar putih yg lebih dominan?
3.Setelah sampai dirumah cewe/cowo mu, kamu ngetuk pintu. Lalu yang keluar adalah pembantunya. Apa yang kamu lakukan? Langsung bertanya ke pembantunya dimana pacarmu? ato kmu cuma bertanya2 dalam hati dimana pacarmu?
4.Sekarang kmu tiba di kamar cewe/cowo mu. Bunga yang kmu rangkai tadi, hendak kmu taruh mana? deket jendela, atau diatas tempat tidur?
5.Tibalah saat kmu tidur. Kamu dan cewe/cowo mu tidur di tempat yang berbeda. Ketika kmu bangun dan ngeliat cewe/cowo mu. Apakah yg kamu dapat? Apakah cewe/cowo mu sudah bangun? ato belum bangun?
6.Sekarang saatnya kmu pulang. Dalam perjalanan pulang kmu ngelewatin jalan yg berbeda dari jalan waktu kmu berangkat tadi. Tapi jalan itu ada 2, jalan yang pendek tapi cepat sampai, ato jalan yang panjang dan lama sampainya?
Sudah siap?
Sudah diingat/dicatat jawabanmu ??
SIap?
Ini jawaban nya :
1.Klo kamu milih jalan yang cepat sampai, artinya kmu adalah orang yang gampang jatuh cinta. Sedangkan klo kamu milih jalan yang panjang dan berliku tapi byk pemandangan indah, artinya kmu adalah orang yg tidak mudah jatuh cinta, bagimu untuk jatuh cinta memerlukan kepercayaan, komitmen, dan lain sebagainya.
2.Kamu menemukan ember mawar. Klo rangkaian bungamu dominan mawar merah, berarti kmu adalah orang tipe penerima dalam hubunganmu, sedangkan bila dominan warna putih adalah kmu orang bertipe pemberi dalam hubunganmu.
3.Kamu sudah sampai dirumahnya, lalu ada pembantunya. Kalau kamu tanya langsung ke pembantunya, artinya kmu adalah orang yang melibatkan orang lain dalam hubunganmu. Sedangkan bila kmu cuma bertanya2 dalam hati,artinya kmu adalah orang yg tidak melibatkan orang lain dalam hubunganmu, dan berusaha menyelesaikan permasalahan hanya berdua.
4.Letak kmu menaruh rangkaian bungamu. Kalo kmu taruh diatas tempat tidur, berarti kmu orang dengan tipe yang ingin selalu bersama pasanganmu, selalu ingin bertemu, dan selalu ingin bersama. Sedangkan klo kmu naruh bunga itu di deket jendela, artinya kmu orang yang bisa menerima untuk jarang bertemu. Bagimu bertemu seminggu sekali itu biasa.
5.Klo kamu nemuin pasanganmu masih terlelap, artinya kmu orang yang bisa nerima keadaan pasanganmu apa adanya. Sedangkan kalau sudah terjaga, artinya kmu yakin bisa ngerubah pacarmu jadi seperti apa yang kamu mau.
6.Kalo kmu ngambil jalan yang pendek, artinya kmu orang yang gampang mengakhiri suatu hubungan. Namun kalo kmu ngambil jalan yang panjang, kmu adalah orang yang untuk mengakhiri suatu hubungan harus berfikir panjang dan menyadari segala resiko jangka panjang atau pun jangka pendeknya.
Suatu hari anda tersesat ketika sedang melakukan
travelling. Hari sudah malam, dan tidak ada pilihan
lain anda harus mencari tempat berteduh di sebuah
pondok. Pemilik pondok mengatakan bahwa semua kamarnya
ada hantunya. Kamar manakah yg Anda pilih ?
A. Ada kepala manusia yg memandang dengan penuh
kedengkian dari luar jendela kamar.
B. Pintu kamar mandinya membuka dan menutup sendiri,
dan juga terdengar rintihan suara2 seorang wanita .
C. Tempat tidurnya bergerak sendiri setiap kali anda
ingin mencoba tidur di atasnya.
D. “Hantu tanpa kepala” duduk di bagian kaki tempat
tidur Anda ketika Anda terbangun di tengah malam.
Type Anda :
A. Anda membutuhkan banyak privasi dan cocok bekerja
sendirian. Anda menginginkan pekerjaan yang stabil -
sebuah pekerjaan yang tidak mudah terpengaruh faktor
eksternal dan memberikan gaji yg pasti.
misal: dokter, pengacara, guru, administrator.
B. Anda lebih menginginkan pekerjaan yg tidak perlu
bepergian dan bertemu dgn orang. Anda lebih memilih
bekerja dalam tekanan boss Anda,jika itu memungkinkan
Anda utk duduk di dalam kantor ber-AC sepanjang hari.
misal: pegawai negeri, engineer, computer engineer,
akuntan
C. Anda orang aktif yg tidak dapat duduk diam dan
tidak suka dibatasi.Anda mudah beradaptasi dengan
pekerjaan yang berubah-ubah dan tidak bersifat rutin.
misal: marketing, insurance, sales, sopir.
D. Anda cocok dgn pekerjaan yang memerlukan Anda utk
bertemu orang,terutama kerumunan. Pekerjaan anda
tergantung dari orang2 ini, tp anda tidak mengenal
mereka.
misal: artis, politisi, PR, resepsionis.
.: Smart,funny and extremely attractive :.
1.Kamu sedang berjalan menuju rumah cewe/cowo mu. Lalu ada 2 jalan untuk menuju kesana. Yang pertama adalah jalan yang pendek tapi cepat sampai, yang kedua jalan yang panjang berliku-liku namun banyak hamparan pemandangan yang indah. Jalan mana yang kmu pilih??
2.Diperjalanan, kmu menemukan 2 ember. Diember pertama isinya mawah merah, dan diember satunya lagi isinya mawar putih. Lalu kmu ngambil keputusan untuk bikin rangkaian bunga mawar. Dari rangkaian yg kamu buat, mawar warna apakah yg lebih dominan? mawar merah, ato mawar putih yg lebih dominan?
3.Setelah sampai dirumah cewe/cowo mu, kamu ngetuk pintu. Lalu yang keluar adalah pembantunya. Apa yang kamu lakukan? Langsung bertanya ke pembantunya dimana pacarmu? ato kmu cuma bertanya2 dalam hati dimana pacarmu?
4.Sekarang kmu tiba di kamar cewe/cowo mu. Bunga yang kmu rangkai tadi, hendak kmu taruh mana? deket jendela, atau diatas tempat tidur?
5.Tibalah saat kmu tidur. Kamu dan cewe/cowo mu tidur di tempat yang berbeda. Ketika kmu bangun dan ngeliat cewe/cowo mu. Apakah yg kamu dapat? Apakah cewe/cowo mu sudah bangun? ato belum bangun?
6.Sekarang saatnya kmu pulang. Dalam perjalanan pulang kmu ngelewatin jalan yg berbeda dari jalan waktu kmu berangkat tadi. Tapi jalan itu ada 2, jalan yang pendek tapi cepat sampai, ato jalan yang panjang dan lama sampainya?
Ayo, cocokin jawaban kamu!!!
1.Klo kamu milih jalan yang cepat sampai, artinya kmu adalah orang yang gampang jatuh cinta. Sedangkan klo kamu milih jalan yang panjang dan berliku tapi byk pemandangan indah, artinya kmu adalah orang yg tidak mudah jatuh cinta, bagimu untuk jatuh cinta memerlukan kepercayaan, komitmen, dan lain sebagainya.
2.Kamu menemukan ember mawar. Klo rangkaian bungamu dominan mawar merah, berarti kmu adalah orang tipe penerima dalam hubunganmu, sedangkan bila dominan warna putih adalah kmu orang bertipe pemberi dalam hubunganmu.
3.Kamu sudah sampai dirumahnya, lalu ada pembantunya. Kalau kamu tanya langsung ke pembantunya, artinya kmu adalah orang yang melibatkan orang lain dalam hubunganmu. Sedangkan bila kmu cuma bertanya2 dalam hati,artinya kmu adalah orang yg tidak melibatkan orang lain dalam hubunganmu, dan berusaha menyelesaikan permasalahan hanya berdua.
4.Letak kmu menaruh rangkaian bungamu. Kalo kmu taruh diatas tempat tidur, berarti kmu orang dengan tipe yang ingin selalu bersama pasanganmu, selalu ingin bertemu, dan selalu ingin bersama. Sedangkan klo kmu naruh bunga itu di deket jendela, artinya kmu orang yang bisa menerima untuk jarang bertemu. Bagimu bertemu seminggu sekali itu biasa.
5.Klo kamu nemuin pasanganmu masih terlelap, artinya kmu orang yang bisa nerima keadaan pasanganmu apa adanya. Sedangkan kalau sudah terjaga, artinya kmu yakin bisa ngerubah pacarmu jadi seperti apa yang kamu mau.
6.Kalo kmu ngambil jalan yang pendek, artinya kmu orang yang gampang mengakhiri suatu hubungan. Namun kalo kmu ngambil jalan yang panjang, kmu adalah orang yang untuk mengakhiri suatu hubungan harus berfikir panjang dan menyadari segala resiko jangka panjang atau pun jangka pendeknya.
Tujuan tiap jeruk adalah membuat konsumennya sehat.
Dan andaikata kamu adalah sebuah jeruk,
1. Kira-kira kamu ingin dijual di mana?
a. Supermarket luar negeri (kayak RANCH market)
b. Supermarket besar (kayak CAREFOUR)
c. Supermarket kecil (kayak HERO/BILKA)
d. Pasar tradisional (itu… yang becek-becek)
2. Anda telah menanti lama tetapi belum ada satu orang pun yang menyentuh anda.
Bagaimana sikap anda?
a.tetap semangat
b.sabar saja
c.sedih
d.biasa saja
3. Kenapa tidak ada yang menyentuhmu?
a.belum matang
b.bocel/cacat
c.mahal
d.busuk
e.tenggelam di bawah jeruk lain
4. Kira-kira setelah itu, apa yang terjadi dengan jeruk (dirimu)?
a.menjadi matang dan dibeli
b.menjadi busuk dan dibuang
c.tetap berwarna orange cerah
d.berwarna orange pucat/kehitaman
5. Dalam tumpukan jeruk itu, kamu sebagai jeruk yang . . .
a.dipengaruhi
b.mempengaruhi
c.setengah-setengah
6. Apa yang SANGAT kamu harapkan dari jeruk-jeruk lain (teman-teman anda)?
a.menyemangati
b.biasa saja
c.cuek
7. Apa peranan/jasamu dalam tumpukan jeruk itu? (boleh >1)
a.penyemangat
b.penasehat
c.pengajar
d.sebagai yang dipuja
e.mempengaruhi jeruk lain
f. . . . (isi sendiri, artinya nyusul)
g.ga ada
8. Setelah dibeli, kamu lebih senang jadi … (dilihat berdasarkan cara mengkonsumsi)
a.Jeruk peras
b.Jeruk kopek
9. Setelah si konsumen mengkonsumsi kamu (jeruk), bagaimana dengan tubuhnya?
a.makin sehat
b.sembuh
c.biasa saja
d.malah sakit
ARTI : (mohon maap klo salah ya ^-^)
1. kamu adalah orang yang
a.prestige
b.ingin lebih dari orang lain
c.biasa-biasa saja
d.sederhana
2. kamu orang yang
a.optimis
b.penyabar
c.pesimis
d.ya, biasa saja
3. hambatan kamu menjadi sukses
a.Belum siap untuk menghadapi dunia
b.ceroboh / banyak kekurangan
c.balasan yang kamu minta berlebih (kemahalan)
d.dirimu itu loh HANCUR!!
e.sebenarnya kamu berprestasi tetapi belum ada orang yang lihat
4. Beberapa waktu kemudian . . .
a.kalau kamu sudah siap baru kamu bisa berhasil
b.merasa dirimu ‘GA GUNA!!!
c.kamu tetap yakin / optimis suatu saat kamu akan berhasil
d.mulai putus asa – down
5. pendirianmu . . .
a.ga kuat
b.kuat
c.tengah2 dah, suka berbagi / tergantung kondisi
6a.kamu selalu butuh support atau ketika sedih/down butuh support
b.kamu cenderung individualistis / mandiri (“aku bisa sendiri”)
c.kamu malu-malu (“jangan perhatikan aku.aku malu!”)
atau sensi kalau diliatin orang
atau memang tidak suka diperhatikan
7. bakatmu . . .
a.sebagai support/penyemangat untuk orang lain
b.merasa/MEMANG bijak, sehingga pantas diminta pendapat
c.mengajar
d.gila hormat
e.pintar promosi yah?! ^-^
f.(artinya nyusul)
g.ga suka partisipasi apa-apa, kecil maupun besar.
8. kamu akan mengerahkan
a.seluruh kemampuan/tenaga untuk mencapai keberhasilan
b.seluruh kemampuan/tenaga kalau sudah kepepet/dipaksa orang lain
9. ini menentukan keberhasilan anda
a.SELAMAT ANDA JERUK YANG BERHASIL!!
rekan/atasanmu medapat untung lebih karena ANDA
b.SELAMAT ANDA JERUK YANG BERHASIL!!
rekan/atasanmu bangkit dari keterpurukan menjadi berhasil karena ANDA
c.kamu sesuai dengan standart yang diinginkan oleh rekan/atasan anda
d.rekan/atasan anda MERUGI gara-gara kamu!!
KAPAN SEBUAH PINTU BUKAN SEBUAH PINTU ?
Tidak setiap hari Anda sempat meluangkan waktu berjalan-jalan santai di lingkungan sekitar: berjalan-jalan tanpa maksud dan tujuan, merentangkan kaki, membiarkan pikiran mengembara, dan berkenalan kembali dengan beberapa pemandangan indah. Di tengah perjalanan, mungkin Anda akan mampir ke keda kopi, menjelajahi jalan-jalan di taman, atau menyempatkan diri melihat-lihat keadaan sekitar. Ada saatnya Anda membiarkan kaki menentukan tujuan …
Bayangkan diri Anda sedang berjalan-jalan menyusuri kota. Hari itu sangat indah.Anda sedang berangan-angan. Anda berbelok ke arah jalan yang tidak pernah dilewati sebelumnya. Selagi berjalan, Anda melewati rumah yang indah di seberang jalan. Anda berhenti sejenak untuk mengagumi rumah yang indah itu dan memperhatikan pintunya terbuka setengah. Mengapa pintu itu sedikit terbuka?
1. Rumah itu dirampok
2. Pemiliknya lupa mengunci
3. Pemiliknya berada di dalam, sedang menyapu pintu masuk.
Pilihlah jawaban Anda dari tiga hal di atas yang paling cocok dalam pikiran Anda (jika tidak ada yang cocok, maka pilihlah yang terbersit dalam pikiran Anda, jika tidak ada, pilihlah yang terdetik dalam hati Anda, jika tidak ada juga maka pilih yang paling mendekati atau yang paling mungkin menurut Anda, pokoknya harus milih 1 dari 3 hal diatas ).
Penjelasan permainan di atas:
Pintu memilki 2 hal penting menjadi jalan masuk atau justru menjadi penghalang. Pintu depan rumah mewakili pertahanan awal. Pintu depan rumah berdiri diantara penghuni dan ketidakpastian dunia luar. Dengan membayangkannya sebagai pintu terbuka yang seharusnya tertutup, Anda sedang memimpikan skenario “mudah diserang” dan disingkap. Dalam alam bawah sadar, alasan mengapa membayangkan pintu terbuka berhubungan dengan cara membuka diri dan menyingkapkan kelemahan Anda terhadap orang lain.
1. Rumah itu dirampok.
Anda cepat mengambil anggapan terburuk dalam setiap situasi. Sifat ini terlihat sebagai bukti yang jelas ketika ternyata benar-benar terjadi sesuatu. Anda tidak pernah bingung dalam mengadapi saat-saat genting, tapi hanya terlalu sibuk karena panik. Jadi lain kali jika bencana datang, miliki pikiran jernih. Ingatlah selalu untuk terlebih dahulu mengambil napas panjang dan menghitung sampai 10. Baru Anda boleh pingsan .
2. Pemiliknya lupa mengunci
Anda bukan tipe orang yang terhanyut dalam situasi genting. Sebaliknya Anda sangat santai, bahkan tidak memperhatikan situasi genting muncul. Kesalahan yang Anda buat lebih banyak disebabkan kelalaian, bukannya maksud yang buruk. Tapi hasilnya bagi Anda (dan orang lain) adalah sama.
3. Pemiliknya berada di dalam, sedang menyap pintu masuk
Anda mungkin nampak seperti orang yang santai. Tap tidak pernah membiarkan diri lengah. Memiliki kesiagaan konstan seperti itulah yang membuat diri Anda menjadi dewasa seperti sekarang. Tentu saja Anda masih memiliki kelemahan yang bersifat manusiawi, hanya saja jangan memerlihatkannya kepada seluruh dunia
jangan membaca jawaban
dibawahnya terlebih dahulu.
isi dulu instruksi yang diminta.
baca satu paragraf demi satu paragraf.
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas..
Waktu memilih nama, anda harus memilih orang
yang anda kenal. Jangan terlalu banyak mikir,
tulislah apa yang ada di kepala anda.
INGAT : Maju satu paragraf per paragraf…
Kalau anda membaca kelanjutannya, Permohonan
anda tidak akan terkabul.
1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai sebelas di
kertas anda secara vertikal (atas ke bawah)
2.. Tulis angka yang paling kamu senang (antara 1-
11) disebelah angka No.1 dan 2
3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang kamu
kenal, masing-masing di No.3 dan No.7
4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal di No.4, 5,
dan 6. Disini kamu boleh menulis nama orang di
keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK. Cuma
harus yang kamu kenal
5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama judul
lagu yang berbeda-beda
6.. Terakhir, tulis kamu punya permohonan.
(Kamu minta permohonan)
NAH……… .. dibawah ini ada jawaban dari psikotest-nya mudah-mudahan cocok jawabannya.
1.. Anda harus memberitahu ke orang yang anda
tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
2.. Orang yang anda tulis di No.3 adalah orang
yang kamu cintai.
3.. Orang yang anda tulis di No.7 adalah orang
yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah tangan.
4.. Orang yang anda tulis di No.4 adalah orang
yang anda rasa paling penting bagi anda.
5.. Orang yang anda tulis di No.5 adalah orang
yang paling mengerti tentang anda.
6.. Orang yang anda tulis di No. 6 adalah orang
yang membawa keberuntungan pada anda.
7.. Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah lagu yang
ditujukan untuk orang No.3
8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah lagu yang
ditujukan untuk orangNo.7
9.. Lagu yang anda tulis di no.10 adalah lagu yang
melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di No.11 adalah
lagu yang melukiskan hidup anda.
Makelar real estat yang baik mengerti betul kemauan klien. Baik apartemen satu ruangan tipe studio atau tiga kamar tidur tipe cape cod dengan sebuah halaman, klien umumnya mencari lebih dari sekedar empat dinding dan sebuah pintu. Mereka mencari tempat yang dianggap sebagai rumah. Model showroom dirancang dengan pemikiran itu. Desain interior dan perabotnya dipilih secara hati-hati untuk menciptakan perasaan pada calon pembeli rumah : “inilah tempat dimana aku ingin tinggal. Inilah tempat tinggalku.”
Anda baru saja melihat sebuah model rumah dan sekarang sedang mempertimbangkan apakah ingin membelinya atau tidak. Kesempatan melihat-lihat rumah tidak tergesa-gesa. Anda memiliki kesempatan menanyakan pertanyaan yang telah dipersiapkan. Ada satu bagian rumah yang masih ingin anda lihat lebih lama lagi sebelum membuat keputusan akhir. Bagian mana yang ingin anda periksa lagi?
1. Kamar mandi.
2. Kamar tidur.
3. Ruang makan / dapur.
4. Teras / taman.
……………………….xxxxxx……………………….
Dalam analisis psikologi, rumah menggambarkan tubuh. Pencarian terhadap rumah baru berhubungan dengan perbaikan fisik anda. Oleh karena itu, bagian rumah yang paling diminati berhubungan dengan cara anda mencari bagian tubuh yang ingin disempurnakan. Secara lebih spesifik, ruangan di rumah yang tidak memuaskan menunjukkan faktor-faktor apa yang cenderung menghalangi diet, olah raga, atau rencana perbaikan diri.
1. Kamar mandi.
Kamar mandi adalah tempat tubuh dibersihkan dan mewakili dorongan ke arah pembaharuan dan pembersihan diri. Anda yang memilih kamar mandi sebagai sumber ketidakpuasan secara intuisi berarti komitmen memperbaiki diri mungkin tidak cukup kuat.
2. Kamar tidur.
Kamar tidur berhubungan dengan keinginan relaksasi disik dan kenyamanan. Anda yang ingin melihat kamar tidur lebih lama sebenarnya ingin lebih lama melihat tempat tidur, yaitu untuk membuka sepatu dan tidur di bawah selimut. Masalah anda bukanlah diet atau latihan fisik, tapi semua kegiatan yang terlibat di dalamnya.
3. Ruang makan / dapur.
Ruangan ini memiliki hubungan yang kuat dengan keinginan pada makanan, dan makanan itu sendiri. Itulah hal-hal yang muncul di pikiran ketika bermaksud mengadakan perbaikan diri secara rutin. Menjaga tubuh akan mudah jika anda mau makan.
4. Teras / taman.
Teras atau taman berhubungan dengan relaksasi dan kesegaran jiwa – tempat beristirahat dan bersantai. Jika ingin melihat taman lebih banyak, kemungkinan besar anda sedang tertekan dan stres. Stres dapat membuat anda enggan berolahraga, malas makan, letih, dan tidak bergairah. Langkah pertama perbaikan tubuh adalah menghilangkan beban pikiran.
ayangkan kamu ada disebuah pesta…terserah pesta apa,,(pokoknya yang memungkinkan semua orang yang kmu kenal bs bertemu dg mu…mulai dr temen tk ampe temen tua..hehehe…pokoknya bayangin ja)…
nah,waktu kmu lg asyik buat menyambut tamu2, kamu disana ketemu dengan 2 orang… 1 orang pake baju warna kuning and satunya lagi pake baju warna biru… (terserah dalam bayanganmu siapa orang itu,,,bisa tua,,,bs muda ..bs cowo..bs cewe..bs kaya..bs miskin…terserah kamu)
ingat, siapa pertama kali yang terlintas dalam bayanganmu yang pake baju kuning ma biru!!! rekam jawaban dalam ingatan…..dan kmu hrs siap denger kenyataan…..
hehehe,,,siapakah merekaaaaaaaaaaaaa??? 2 orang yang kini wajahnya sudah dalam ingatannnnnnnnn…..
————————————
1. Baju kuning : adalah orang yg selama ini, kmu anggap memiliki kepribadian hangat…kmupun juga hangat padanya…pokoknya kmu nyaman ma dia si baju Kuning
2.Baju Biru : kebalikannya dr yang baju kuning deeeh…pokokE kamu tuh ga nyaman bgt! gak bs jd diri sendiri ato apalah…yg jelas kmu g nyaman ma dia si baju biru