ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI MEDIA MASA
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DI MEDIA MASA
Keberadaan media masa memang sangat pesat saat ini. Media masa, terutama cetak, menjadi pilihan yang tepat untuk menemukan informasi dan kabar pada suatu waktu. Surat kabar atau yang lebih dikenal dengan koran beredar setiap hari dan dikonsumsi masyarakat dari berbagai golongan/ tingkatan. Dari surat kabar tersebut akan diperoleh segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan baik yang berskala lokal, nasional, maupun internasional.
Di Indonesia, koran mulai bermunculan mulai dari tingkat provinsi. Saat ini, di setiap provinsi atau kotamadya sudah memiliki surat kabar tersendiri. Hal ini dimaksudkan agar berita yang dimuat juga lebih dapat menjangkau sekitar daerah tersebut. Surat kabar tersebut biasanya memiliki kekhasan tersendiri, tergantung dari ciri daerah atau komunitas yang bersangkutan. Perbedaan itu biasanya terletak pada isi/materi, bahasa, seta tampilan atau lay out-nya. Surat kabar yang berskala lokal biasanya lebih sederhana, berisi berita sekitar daerah tersebut, dan bahasanya tidak terlalu rumit.
Surat kabar sebagai sarana penyampaian inforamasi mempunyai dampak yang baik bagi perkembangan pola piker masayarakat. Dengan bertambahnya wawasan setiap harinya, mereka akan semakin kritis terhadap kondisi yang terjadi di sekitar mereka. Seperti halnya dalam surat kabar yang menyediakan kolom tersendiri untuk pembaca. Kolom tersebut biasanya dikenal dengan kolom Surat Pembaca yang biasanya berisi opini, keluhan, tanggapan, ataupun pesan yang ingin disampaikan kepada redaksi atau seseorang. Format surat tersebut sama halnya dengan surat pribadi dan dikirimkan oleh para pembaca dari berbagai kalangan dan tingkat pendidikan.
Perbedaan tingkat pendidikan ataupun golongan ternyata juga berpengaruh terhadap gaya penulisan surat. Pembaca dari kalangan pendidikan menengah cenderung bersikap mengacuhkan gaya penulisan dan sturuktur kalimat karena yang dipentingkan oleh mereka adalah pesan yang ingin disampaikan. Lain halnya dengan para akademisi ataupun golongan terpelajar. Gaya penulisan mereka sedikit berbeda, terutama dalam segi kebakuan dan ketidakbakuan kata/kalimat. Akan tetapi, dalam realitanya masih terdapat juga kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam hal penulisannya.
Kesalahan-kesalahan berbahasa yang tejadi itu merupakan indikasi dari kurangnya pemahaman terhadap bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu berkembang dari waktu ke waktu dan mau tidak mau harus dapat diikuti dengan baik oleh masyarakat. Surat kabar sebagai media informasi bagi masyarakat sudah tentu harus dapat memberi contoh bahasa Indonesia yang baik dan benar. Editor dapat menampilkan format surat pembaca yang tepat penulisannya dengan meng-edit atau memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam surat-surat tersebut. Dengan demikian, akan diperoleh pula pemahaman tentang bahasa yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia.
Berawal dari ketertarikan penulis pada bentuk surat pembaca yang mengandung banyak sekali kesalahan-kesalahan berbahasa ini, penulis berusaha mendeskripsikan kesalahan yang banyak terjadi dalam surat-surat pembaca. Dalam hal ini penulis mengambil sampel dari Harian Suara Merdeka yang wilayah penyebarannya berada di sekitar provinsi Jawa tengah dan sebagian daerah Yogyakarta. Penulis bersaha mendeskripsikan serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi, terutama pada bentuk bahasa dan penulisannya.
1. Suara Merdeka, 29 November 2007
Pengirim: H. Erlangga Chandra (EI), Bantulan RT 1/RW 1, Banyudono
- Beberapa waktu lalu Kejaksaan Agung mengumumkan ada 7 Kajari yang melanggar PP. 30/1980, termasuk Kajari Sukoharjo Pak Usman SH.
Penulisan gelar yang tepat untuk Sarjana Hukum adalah S.H.
- Tetapi yang mengherankan saya, justru beliau kini malah mendapat promosi jabatan sebagai jaksa fungsional di Kejati NTB. (tidak tepat)
Tetapi yang mengherankan Saya, beliau kini justru mendapat promosi jabatan sebagai jaksa fungsional di Kejati NTB. (tepat)
Huruf s pada kata Saya seharusnya kapital karena Saya merupakan kata sapaan. Klausa justru beliau kini malah mendapatkan promosi…seharusnya diubah menjadi beliau kini justru mendapat promosi… Kata justru maknanya hampir sama dengan malah yang cenderung mengarah kepada dialek Jawa.
- Kalau begitu apa tidak berdampak negatif. (tidak tepat)
Kalau begitu, apakah tidak berdampak negatif? (tepat)
(paragraf 2)
Kalimat tersebut merupakan kalimat tanya karena mengandung kata tanya apa. Kata apa lebih lengkap jika ditulis dengan apakah, dan tanda koma (,) sebaiknya diletakkan di belakang konjungsi kalau begitu agar tidak menimbulkan kerancuan.
- Kalau kemudian ternyata malah dapat promosi ya nggak akan jera.(tidak tepat)
Kalau kemudian ternyata justru mendapat promosi, ya tidak akan jera. (tepat)
Kata malah terpengaruh dari bahasa Jawa sehingga lebih tepat jika diubah menjadi justru. Sementara dapat dalam konteks kalimat tersebut merupakan kata kerja/ verba sehingga harus lengkap ditulis mendapat. Peletakkan tanda koma (,) setelah kata ya akan menghilangkan kerancuan. Sedangkan kata nggak merupakan kata yang tidak baku sehingga diubah menjadi tidak.
- Kalau demikian, saya yakin yang menang pihak kejaksaan sebab punya kuasa. (tidak tepat)
Kalau demikian, Saya yakin yang menang adalah pihak kejaksaan sebab ia mempunyai kuasa. (tepat)
Kata tugas adalah berfungsi untuk memperjelas kalimat. Sedangkan kata ganti ia ditambahkan sebagai subjek klausa kedua . Verba punya lebih lengkap jika ditulis mempunyai.
Surat Pembaca, 28 November 2007.
Pengirim: H. Nashicin S. Pd, Jln. Pintu Air 3 RT 2/RW 2 Saripan, Jepara
- Segi ekstrinsik, kehadiran Suara Merdeka tiap pagi sudah tepat waktu, hampir semua kantor di Jepara menjadi pelanggannya namun harga langganannya agak mahalan sedikit. (tidak tepat)
Segi ekstrinsik, kehadiran Suara Merdeka setiap pagi sudah tepat waktu. Hampir semua kantor di Jepara menjadi pelanggannya, namun harga langganannya sedikit agak mahal. (tepat)
Kata tiap lebih tepat ditulis setiap. Klausa ketiga kalimat tersebut seharusnya dipisah sehingga menjadi kalimat baru. Setelah konjingsi namun harus diletakkan tanda koma (,) dan klausa sedikit agak mahalan tidak baku karena terpengaruh unsur dialek Betawi/ Jakarta.
- Yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan muatan artikel. (tidak tepat)
Hal yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan muatan artikel. (tepat)
Penulisan konjungi yang pada kalimat tersebut menimbulkan ketidakefektifan kalimat. Untuk membangun kalimat yang tepat ditambahkan kata hal yang berkedudukan sebagai subjek kalimat.
- Upaya menemukan mutu memang terus dilakukan, karena kita dapat menemukan jawaban berbagai masalah yang timbul dan beredar di masyarakat. (tidak tepat)
Upaya menemukan mutu memang terus dilakukan karena kita dapat menemukan jawaban berbagai masalah yang timbul dan beredar di masyarakat. (tepat)
Setelah konjungsi karena seharusnya tidak dituliskan tanda koma (,). Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara hubungan kausalitas.
- Upayakan penambahan artikel yang sifatnya informasi dan analisa serta harapan penyelesaian, sehingga Koran ini bisa bertahan dibaca minimal 40 menit, syukur meningkat. (tidak tepat)
Upayakan penambahan artikel yang informatif dan analitis serta harapan penyelesaian koran ini bisa bertahan dibaca minimal 40 menit, syukur meningkat. (tepat)
Kata informatif sama artinya dengan bersifat informasi dan analitis juga bermakna bersifat analisis. Dengan penggantian kata seperti itu maka akan muncul kalimat yang efektif. Jika kata analisa berdiri sendiri kata yang baku adalah analisis. Penggunaan konjungsi sehingga lebih tepat jika diganti menjadi agar karena kalimat tersebut tidak mengandung kesatuan gagasan. Konjungsi agar tepat digunakan untuk kalimat majemuk setara hubungan syarat.
3. Suara Pembaca 23 November 2007
Pengirim: A. B. Kusumo S. Kom, Beringin Putih D II/ 14 Ngaliyan, Semarang
- Orang yang jelas memakai narkoba, eh jadi duta dan dijadikan ikon antinarkoba yang duduk semeja dengan Kapolri dan ketua BNN. Bingung aku. (tidak tepat)
Orang yang jelas memakai narkoba, eh, menjadi duta dan dijadikan ikon antinarkoba yang duduk semeja dengan Kapolri dan ketua BNN. Bingung Aku. (tepat)
Kata kerja jadi lebih lengkap ditulis dengan lengkap, yaitu menjadi. Sedangkan setelah eh seharusnya diberi tanda koma (,) karena merupakan kata seru. Huruf a pada kata aku harus kapital (A).
- Ingat 2 Februari 2006?. (tidak tepat)
Ingat 2 Febuari 2006? (tepat)
Penulisan tanda tanya (?) tidak perlu ditambahi tanda titik (.) cukup dengan satu tanda baca saja.
- Aktingnya, dia melakukan tobat, minta maaf kepada semuanya seakan secara jantan menjalani semuanya sebagai konsekuensi pilihan hidup. (tidak tepat)
Aktingnya, dia melakukan tobat, minta maaf kepada semuanya seakan secara jantan menjalani semuanya sebagai konsekuensi pilihan hidup. (tepat)
Kata kerja minta seharusnya ditulis lengkap meminta.
- Roy kembali main film bahkan jadi jubir Persatuan Napi se-Indonesia. (tidak tepat)
Roy kembali bermain film bahkan menjadi jubir Persatuan Napi se-Indonesia. (tepat)
Kata kerja main seharusnya ditulis lengkap bermain. Demikian pula dengan kata jadi lebih lengkap ditulis menjadi.
- Kegiatan selanjutnya dia menghadiri peringatan Hari Narkoba Internasional. Bicara tentang bahaya narkoba di depan 2.000 prajurit TBI AD di Jakarta. (tidak tepat)
Kegiatan selanjutnya, dia menghadiri peringatan Hari Narkoba Internasional dan berbicara tentang bahaya narkoba di depan 2000 prajurit TBI AD di Jakarta. (tepat)
Kedua kalimat tersebut lebih tepat jika digabungkan menjadi satu kalimat karena mempunyai satu kesatuan gagasan. Kata bicara seharusnya ditulis lengkap berbicara. Sedangkan penulisan bilangan 2.000 untuk menyebutkan jumlah, lebih tepatnya ditulis tanpa menggunakan titik, tidak seperti penulisan jumlah uang/ nominal rupiah.
- 10 November 2007, dia memberi testimoni antinarkoba dihadiri Kapolri di Surabaya. (tidak tepat)
Pada Tanggal 10 November 2007, dia memberi testimoni antinarkoba yang dihadiri Kapolri di Surabaya. (tepat)
Atau
Dia memberi testimoni antinarkoba yang dihadiri Kapolri di Surabaya pada tanggal 10 November 2007. (tepat)
Awal kalimat tidak boleh didahului dengan angka atau bilangan sehingga penambahan klausa pada tanggal dapat membantu mengefektifkan kalimat. Sedangkan kata tugas yang ditambahkan guna menghindari kerancuan kalimat.
- Artinya, masyarakat sudah menerima Roy ke jalan yang benar. Menjadikannya sebagai panutan agar diri dan keluarga tak terjerat narkoba. (tidak tepat)
Artinya, masyarakat sudah menerima Roy ke jalan yang benar dan menjadikannya sebagai anutan agar diri dan keluarga tak terjerat narkoba. (tepat)
Kedua kalimat tersebut lebih padu jika digabung karena masing-masing mempunyai kesatuan gagasan. Kata panutan tidak baku, kata bakunya adalah anutan.
- Tapi 13 November 2007 dia digrebek polisi ketika sedang pesta sabu di hotel Novotel Surabaya. (tidak tepat)
Tetapi, 13 November 2007 dia digrebek polisi ketika sedang berpesta sabu di hotel Novotel Surabaya. (tepat)
Konjungsi tapi lebih tepat diganti dengan tetapi, dan setelahnya diberi tanda koma (,). Kata kerja pesta seharusnya ditulis lengkap berpesta.
- Pembelaan keluarganya bahwa dia sedang dalam masa penyembuhan hingga masih boleh mengonsumsi sabu dalam jumlah terbatas atas pengawasan dokter. (tidak tepat)
Keluarganya membela bahwa dia sedang dalam masa penyembuhan sehingga masih diperbolehkan mengkonsumsi sabu dalam jumlah terbatas atas pengawasan dokter. (tepat)
Klausa pembelaan keluarganya menyebabkan kalimat menjadi rancu serta tidak jelas unsur-unsurnya. Klausa tersebut akan lebih jelas jika diubah menjadi klausa verba bukan klausa nomina Kata boleh lebih tepat ditulis lengkap menjadi diperbolehkan, dan kata mengonsumsi seharusnya menjadi mengkonsumsi karena berasal dari kata konsumsi yang berasal dari unsur serapan asing.
- Sebagai orang awam, aku nggak mau tahu alasan membela itu. (tidak tepat)
Sebagai orang awam, Aku tidak mau mengetahui alasan pembelaan itu. (tepat)
Kata tahu harus ditulis lengkap menjadi mengetahui, dan verba membela seharusnya diubah menjadi nomina pembelaan karena dalam kalimat itu ia berkedudukan sebagai objek.
- Yang jelas, Roy tertangkap memakai. (tidak tepat)
Yang jelas, Roy tertangkap sebagai pemakai. (tepat)
Kata tertangkap dan memakai merupakan kata yang berjenis kata kerja sehingga harus diubah salah satu unsurnya dan diperjelas maknanya dengan kata tugas sebagai.
- Sebagai ikon antinarkoba, harusnya orang yang benar-benar bersih dari narkoba (Ade Ray, Chris John). (tidak tepat)
Orang yang dijadikan ikon antinarkoba seharusnya orang yang benar-benar bersih dari narkoba (Ade Ray, Chris John). (tepat)
Ketidaktepatan kalimat tersebut adalah pada kata sebagai yang menimbulkan kalimat tidak jelas unsur-unsurnya. Dengan menambahkan kata orang maka akan jelas letak subjek kalimatnya.
- Kalau sudah demikian, mau dibawa kemana generasi muda kita. (tidak tepat)
Kalau sudah demikian, akan dibawa ke mana generasi muda kita? (tepat)
Kata mau bukan kata baku, yang tepat adalah akan. Sedangkan peletakkan kata tanya kemana seharusnya dipisah, dan kalimat diakhiri dengan tanda tanya (?).
- Orang tua cuma bisa ngomong, tanpa memberi contoh yang baik. (tidak tepat)
Orang tua hanya bisa berbicara tanpa memberi contoh yang baik. (tepat)
Kata hanya merupakan bentuk baku dari cuma, dan kata berbicara merupakan bentuk baku dari ngomong. Peletakkan tanda koma sebelum kata tanpa tidak tepat karena kalimat tersebut masih dalam satu kesatuan gagasan yang setara.
- Hanya bisa melarang tapi mereka sendiri memakai. (tidak tepat)
Mereka hanya bisa melarang tetapi memakai juga. (tepat)
Ketidaktepatan penempatan kata hanya di awal kalimat menimbulkan kalimat tidak jelas unsur-unsurnya. Dengan menambahkan kata mereka maka akan jelas letak subjeknya.
- Dampak terhadap generasi muda? Capeek deh. (tidak tepat)
Dampak terhadap generasi muda? Capeek deh! (tepat)
Pengguaan jargon capek deh merupakan imbas dari merebaknya dialek-dialek terutama dialek betawi yang sering muncul dalam sinetron-sinetron televisi. Apabila diangkat dalam bentuk bahasa tulis maka jargon tersebut tidaklah tepat. Untuk mengantisipasinya, dalam bahasa tulis hendaknya ditulis dengan cetak miring/garis bawah dan diakhiri dengan tanda seru (!).
RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Sekolah : SMP Islam Diponegoro Surakarta
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/semester : VIII/ I
Aspek : 1. Mendengarkan
Standar Kompetensi : Kemampuan mendengarkan dan menanggapi pembacaan laporan
Kompetensi Dasar : Peserta didik mampu mendengarkan, menangkap isi, dan menanggapi pembacaan laporan
Indikator : 1. mampu menanggapi laporan yang diperdengarkan
2. mampu menuliskan pokok-pokok laporan yang diperdengarkan
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
A.Tujuan pembelajaran
Siswa dapat mendengarkan, menangkap isi, dan menanggapi pembacaan laporan
B. Materi Pembelajaran
Laporan perjalanan merupakan laporan pertanggungjawaban setelah melakukan perjalanan. Perjalanan tersebut dapat berupa perjalanan wisata, perjalanan pengamatan (observasi) suatu objek, atau perjalanan kunjungan ke suatu tempat. Laporan perjalanan memuat fakta-fakta mengenai semua hal yang berhubungan dengan kegiatan. Fakta-fakta yang dituliskan dalam laporan merupakan gambaran objektif dari semua hal yang telah dilakukan, baik pada saat persiapan, perjalanan, kunjungan objek, maupun pada saat perjalanan pulang.
C. Metode pembelajaran
a. demonstrasi
b. tanya jawab
c. ceramah
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. kegiatan awal
a. guru melakukan apersepsi
b. siswa mendengarkan kaset yang berisi laporan perjalanan
2. kegiatan inti
a. siswa menuliskan pokok-pokok laporan perjalanan yang telah diputar
b. siswa memberikan tanggapan, kritik, atau saran terhadap laporan perjalanan
c. siswa menyusun laporan perjalanan sesuai dengan pengalaman siswa
d. siswa mendemonstrasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, siswa lain menanggapi
3. kegiatan akhir
a. Guru dan siswa melakukan refleksi
E. Sumber belajar
1. kaset rekaman laporan kunjungan objek
2. buku paket bahasa Indonesia
F. Penilaian
1. Teknik :Tes unjuk kerja
2. Bentuk instrumen :Uji petik kerja
1. Tuliskan pokok-pokok laporan perjalanan yang telah diputarkan!
|
No |
Aspek |
Skor |
|
1 |
Siswa menuliskan pokok-pokok laporan dengan lengkap |
10 |
|
2. |
Siswa menuliskan pokok-pokok laporan tetapi tidak lengkap |
5 |
|
3. |
Siswa tidak menuliskan apa-apa |
0 |
|
|
Jumlah skor |
15 |
2. Susunlah sebuah laporan perjalanan berdasarkan pengalaman pribadi, kemudian demonstrasikan di depan kelas!
|
No |
Aspek |
deskripsi |
Skor |
|
1 |
Isi |
Logis, sesuai tema |
5 |
|
2. |
Ejaan dan tanda baca |
Sesuai EYD |
5 |
|
3. |
Kelancaran dan penampilan |
Pengucapan lancar dan menguasai kelas |
10 |
|
|
Jumlah skor |
|
20 |
Skor maksimum
Nomor 1 = 15
Nomor 2 = 20
Jumlah skor = 35
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor X skor ideal (100)=……
skor maksimum
Materi Stage Manager (Manager Panggung)
Stage Manager/manager panggung adalah orang di belakang panggung yang bergelut dengan dunia pemanggungan (termasuk Lighting, setting, meke up costum, dan musik)
apa yang dilakukan?
>Sutradara galak- Pemain nyaman
>Pemain tepat waktu
>Artistik tepat waktu
Stage manager harus paham kondisi , arif, diplomatis, percaya diri, terbuka, mengungkapkan diri, riang, tahu membawa diri, terbuka, suka kebersamaan, canda, punya daya humor, kebiasaan melucu, membuat orang lain ceria/ senang.
selain itu, ia juga harus efektif (terampil berkomunikasi dengan orang-orang di segala lapisan, menggunakan akal, tidak pelupa, ramah, mengindahkan orang lain, wajar, menjadi diri sendiri, jeli melihat ke depan, waspada, tetap tenang, punya Plan A dan Plan B jika keadaan darurat, berkembang (belajar dari pengalaman terdahulu), giat, bertenaga, penuh semangat, tunjukan gairah, hormat pada diri sendiri, hormat pada orang lain.
Tunjukan bahwa teman-teman adalah satu tim, jika salah satu hilang pertunjukan tidak terjadi. yang terpenting adalah: tidak takut memikul tanggung jawab.
Stage manager bekerja pada saat sutradara bertemu dengan para pemainnya untuk pertama kali. termasuk juga membuat jadwal latihan. Jadi ada kesepakatan dan kepercayaan dari sutradara dan stage manager.
Stage manager punya naskah pemandu yang dikenal dengan prompt Book, yaitu catatan yang diperbaharui secara berkesinambungan tentang latihan dan pementasan serta memuat informasi untuk penyelenggaraan latihan dan pementasan dari hari ke hari.
Sebelumnya ada pertemuan antara Pimpinan produksi, Stage manager, dan sutradara.
Stage manager juga membuat working diffision, membantu memanage kejadian/adegan -adegan. ia punya pegangan naskah yang telah ia bedah yang nantinya juga akan membantunya memenage kejadian/ adegan.
pada umumnya, stage manager juga menjadi Superman, alias orang yang bekerja sendiri dan menjadi segala-galanya. maka dalam hal ini adalah keliru. stage manager memanage orang-orang yang bekerja dalam artistik dan menyatukan mereka. ia harus memotivasi dan memberi masukan kepada kru agar dapat bekerja dan selesai tepat waktu dalam menjalankan pekerjaannya.
hubungannnya dengan pimpro? Pimpro/ pimpinan produksi mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pemroduksian. Nah, stage managerlah yang mengubungkan pimpinan prosuksi dengan sutradara.
jadi penting sekali bagi stage manager untuk mengetahui naskah. setelah membaca naskah, ia mempresentasikannya kepada pemain, sutradara, dan kru artistik.
pada saat pementasan, stage manager lah yang berwenang mengatur jalannya acara, termasuk juga membuat Run Down/ susunan acara yang telah menjadi dan diketahui oleh semua kru, pemain, dan sutradara. di tempat pementasan ia lah yang paling mengetahui detail acara, apa yang harus dilakukan, dan mengerti setiap detail tempat/ area pementasan.
*catatan ini aku dapat dari workshop Stage manager Oleh Sari Madjid “teater Koma”. Mbak sari madjid ini adalah Stage manager terbaik di Indonesia dan sering bekerja pada setiap event pementasan teater koma.
Mari Bermain Kokologi!!
Ini adalah suatu permainan untuk mengetahui sifat serta karakter anda yang
telah sangat terkenal di Jepang KOKOLOGY. Selain itu, kamu juga bisa melatih kecerdasan emosi. Kalau jawabannya gak cocok, anggep aja permainan. Asik kok. Yuuuuk, mari………
1. Di suatu hari yang cerah, kamu sedang berjalan kaki ke suatu daerah yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya dan terkagum-kagum melihat sebuah rumah di seberangnya. Tapi, kenapa ya pintu depannya setengah terbuka?
A. Jangan-jangan rumah itu dirampok!
B. Wah, pemiliknya lupa mengunci pintu tuh!
C. Paling pemilik rumahnya ada di dalam, sedang menyapu pintu masuk.
2. Sebuah cangkir keramik putih polos siap kita hias dengan lapisan cat warna biru. Pola seperti apa yang akan kamu pilih?
A. Garis-garis
B. Bulat-bulat
C. Garis berombak
D. Kotak-kotak seperti papan catur
3. Kita sedang membayangkan diri kita memakai parasut dan sedang menikmati detik demi detik melayang turun di angkasa. Pemandangan seperti apa yang kamu lihat dari atas sana?
A. Hamparan padang rumput berhias bunga-bunga cantik
B. Dari kiri ke kanan, yang terlihat cuma tumpukan berbatu
C. Wow, ada binatang liar super ganas yang sudah siap menyambut kita dengan mulut terbuka!
D. Sebuah sungai yang mengalir…
4. Saat tersesat di hutan seharian, dan kelaparan, apa yang kamu lakukan ketika menemukan sebuah rumah yang terbuat dari permen?
A. Mulai makan apa saja yang terlihat di depan mata
B. Wajib mencoba sebanyak mungkin permen yang ada
C. Begitu menemukan permen kesukaan, baru kita mengisi perut dan tidak tertarik menjamah permen lain.
D. Gawat, kita gak suka permen dan lebih suka keripik kentang!
Siap dengan jawaban kamu???
Jawaban:
1. Membayangkan kenapa sebuah pintu terbuka berhubungan dengan cara kita bereaksi terhadap keadaan darurat.
A. Menggambarkan orang yang tidak sempat panic karena sibuk mencari solusi
B. Orang yang sangat santai, bahkan dalam situasi genting
C. Orang yang walaupun terlihat santai tapi tidak pernah lengah.
2. Pola yang kita pilih menggambarkan hubungan kita dengan orang lain.
A. Garis-garis: bisa memecahkan masalah dengan cepat dan tajam, tumpuan harapan dalam kesulitan.
B. Bulat-bulat: menunjukkan kemampuan artistic bahkan eksentrik, sedikit aneh tapi sering memiliki jawaban unik untuk pemecahan masalah.
C. Garis berombak: punya segudang cinta untuk disebarkan pada semua orang di sekitarnya
D. Kotak papan catur: selalu tampak seperti punya waktu dan perhatian untuk dibagikan kepada semua orang sehingga melupakan masalah sendiri.
3. Pemandangan ini adalah bayangan tingkat optimisme dan pesimisme kita dalam hidup.
A. Menunjukkan tingginya rasa optimis
B. Menggambarkan sikap yang selalu waspada
C. Tidak pernah melewatkan kesempatan untuk tertawa bahkan saat ditimpa masalah.
D. Terlalu sibuk berpikir dan lebih memanfaatkan energi yang ada untuk bersiap menyambut apapun yang akan terjadi.
4. Reaksi kita pada rumah permen menunjukkan sikap kita dalam persahabatan.
A. Polos seperti anak kecil, sehingga mudah dimengerti dan diterima orang lain, walaupun gampang ditipu juga.
B. Tidak keberatan bertemu banyak orang, tapi belum tentu bersedia berhubungan lebih dalam dengan seseorang.
C. Membatasi diri, sudah cukup bila menemukan satu orang dengan minat dan selera yang sama.
D. Berusaha terlihat berbeda termasuk dalam memilih teman.
Yang Manakah Karakter Kamu…….
1.Burung berwarna Biru…
Suatu hari ada seekor burung tiba-tiba masuk kerumah anda dan
terperangkap didalamnya, andapun berniat untuk memeliharanya, namun ada suatu
keanehan yang terjadi pada burung tersebut. pada hari pertama warna burung
tersebut berubah dari biru menjadi kuning, hari kedua berubah lagi dari kuning
menjadi merah terang, hari ketiga berubah lagi menjadi hitam. dan coba pikirkan
akan berubah menjadi warna apakah burung tersebut di hari berikutnya, coba
pilih salah satu…..
1. Tetap Hitam.
2. kembali menjadi warna biru.
3. menjadi warna putih.
4. menjadi warna emas.
2. Dibawah langit biru
Bayangkan anda ada disebuah dataran dengan langit yang begitu biru,
dan sekali lagi bayangkan sebuah tempat dimana anda merasa nyaman dan tentram,
Pilih salah satu dari 4 tempat dibawah ini…
1. dataran yang dipenuhi salju putih.
2. lautan biru.
3. gunung yang hijau.
4. padang yang dipenuhi bungan bewarna kuning.
Burung Biru.
1. Burung tetap bewarna Hitam.
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang memilik pandangan
yang pesimis.
Apakah anda cenderung percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk,
maka tidak akan kembali normal? mungkin anda harus mencoba berpikir,
”jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk
lagi. ingatlah tidak ada hujan yang tak berhenti. dan tidak ada malam yang
terus gelap dimana tidak ada fajar”.
2. Burung berubah kembali menjadi biru.
Menggambarkan bahwa diri anda adalah seorang yang Optimis. anda
percaya bahwa hidup adalah campuran dari baik dan buruk. tidakada
gunanya melawan kenyataan. anda menerima kemalangan dengan tenang dan
membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan jalur tanpa stres dan
kuatir. harapan ini membuat anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut
didalamnya.
3. Burung berubah menjadi Putih.
Mereka yang mengatakan bahwa burung akan berubah warna menjadi putih
adalah orang tenang dan tegas dibawah tekanan.
anda tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak
mengambil keputusan ketika krisis timbul. jika situasi memburuk, anda merasa
lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada
berhenti dalam kesedihan yang tak perlu. pendekatan proaktif ini berarti segala
sesuatu secara alami berjalan dengan lancar.
4. Burung berubah menjadi warna Emas.
Meraka yang berkata burung akan berubah menjadi warna emas,adalah seseorang
yang tidakmemiliki rasa takut. anda tidakmengenal tekanan. bagi anda, setiap
krisis adalah sebuah kesempatan. anda dapat
dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata “…Mustahil : Kata itu
bukan bahasa perancis.” tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan
diri yang tidak terbatas mengalahkan anda.
ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi
buta.
Dibawah langit Biru.
1. Dataran yang dipenuhi salju Putih.
anda diberkati oleh sensitivitas khusus yang membuat anda mengerti dengan
pandangan sekilas dan menguraikan masalah yang rumit tanpa membutuhkan bukti
atau penjelasan. anda memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bahkan
menjadi seorang Visioner.
percayailah selalu intuisi anda yang pertama, mereka akan menuntun
anda dengan baik.
2. Lautan Biru
anda memiliki bakat alami untuk hubungan antar pribadi.
orang-orang menghormati kemampuan anda berkomunikasi dengan orang
lain dan cara anda membantu bermacam-macam kelompok bersama-sama. hanya dengan
berada disana, anda membantu orang lain bekerja dengan lebih lancar dan
efisien, membuat anda menjadi seorang anggota yang sangat berharga dalam suatu
proyek atau tim. Ketika anda berkata ” bagus. teruskan kerja anda yang baik,”
orang-orang tahu anda mengatakan yang sebenarnya. jadi kata-kata itu sangat
berarti bagi mereka yang mendengarkannya.
3. Gunung Yang Hijau.
Bakat anda adalah berkomunikasi yang ekspresif. anda selalu dapat menemukan
kata-kata untuk mengekspresikan apa yang dirasakan.
orang-orang segera menyadari itu juga sama persis dengan yang mereka
rasakan. mereka berkata bahwa berbagi kebahagiaan semakin menjadi
berlipat ganda, sementara berbagi duka membuat kita semakin terpisah. anda
nampak selalu dapat menolong orang lain dan menemukan sisi yang benar dalam
komunikasi.
4. padang yang penuh dengan bunga berwarna Kuning.
Anda adalah sumber pengetahuan dan kreativitas, penuh dengan
gagasan dan potensi yang hampir tak terbatas. tetaplah menyesuaikan diri
terhadap perasaan orang lain dan jangan pernah berhenti membangun mimpi. tidak
ada apapun yang tidak bisa anda capai.
Anda Hanyalah Manusia
Anda sedang berjalan di jalan, memikirkan hal-hal lain, ketika tersandung tong sampah di trotoar dan jatuh. Apa yang tumpah keluar dari tempat sampah?
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
2. Tumpukan sampah tumpah kejalan.
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lainnya
4. Plastik sampah yang terikat rapi.
Penjelasan
Karena ceroboh, anda tersandung tong sampah. Menumpahkan sesuatu yang telah rapi tertutup. Lantas membukanya sehingga terlihat ke seluruh dunia. Pandangan anda terhadap isi tong menyingkapkan hal-hal yang ada di dalam diri yang berusaha anda sembunyikan dari umum.
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
Orang yang memberikan jawaban ini cenderung hidup tanpa menarik perhatian atau berpura-pura. Apa yang anda lihat, itulah yang didapatkan. Hanya kejujuran inilah yang membuatnya menarik.
2. Tumpukan sampah tumpah ke jalan
Mereka yang berkata tong penuh dengan sampah mungkin kelihatannya bersikap jujur dan terus terang kepada orang lain, tapi sebenarnya memiliki setumpuk perasaan tak terkatakan yang terkunci di dalam. Anda mungkin memperhatikan perasaanini hanya sebagai rasa frustasi biasa, tapi ketika memikirkannya, bukankah ada saat dimana anda menahan sesuatu yang seharusnya dikatakan?
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lain.
Orang yang membayangkan tumpukan sampah sisa makanan adalah orang yang menyembunyikan nafsu makan dan keinginan alamiah terhadap makanan. Mungkin anda sedang (atau hanya menghindari) diet, atau masalahnya, hal itu sedang menekan anda. Tidak perlu terlalu ekstrim melakukannya, karena mungkin akan membawa kebaikan bagi anda untuk memakai uang untuk makan di restoran bersama teman.
4. Plastik sampah yang terikat rapi
Orang – orang yang melihat plastik sampah yang terikat rapi memiliki rasa penguasaan diri yang kuat. Mungkin terlalu kuat. Anda tidak suka memperlihatkan kelemahan atau mengeluh – harga diri anda tidak mengijinkan anda. Tapi membiarkan orang lain mengetahui apa ynag sebenarnya anda rasakan bukanlah tanda orang lemah. Jangan terlalu tegang dan biarkan udara keterbukaan masuk sebelum semua sampah membusuk dan mulai berbau busuk.
Tong sampah
Anda sedang berjalan di jalan, memikirkan hal-hal lain, ketika tersandung tong sampah di trotoar dan jatuh. Apa yang tumpah keluar dari tempat sampah?
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
2. Tumpukan sampah tumpah kejalan.
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lainnya
4. Plastik sampah yang terikat rapi.
Penjelasan
Karena ceroboh, anda tersandung tong sampah. Menumpahkan sesuatu yang telah rapi tertutup. Lantas membukanya sehingga terlihat ke seluruh dunia. Pandangan anda terhadap isi tong menyingkapkan hal-hal yang ada di dalam diri yang berusaha anda sembunyikan dari umum.
1. Tidak ada yang tumpah – tong sampah kosong-
Orang yang memberikan jawaban ini cenderung hidup tanpa menarik perhatian atau berpura-pura. Apa yang anda lihat, itulah yang didapatkan. Hanya kejujuran inilah yang membuatnya menarik.
2. Tumpukan sampah tumpah ke jalan
Mereka yang berkata tong penuh dengan sampah mungkin kelihatannya bersikap jujur dan terus terang kepada orang lain, tapi sebenarnya memiliki setumpuk perasaan tak terkatakan yang terkunci di dalam. Anda mungkin memperhatikan perasaanini hanya sebagai rasa frustasi biasa, tapi ketika memikirkannya, bukankah ada saat dimana anda menahan sesuatu yang seharusnya dikatakan?
3. Biji apel, tulang ayam, dan sampah lain.
Orang yang membayangkan tumpukan sampah sisa makanan adalah orang yang menyembunyikan nafsu makan dan keinginan alamiah terhadap makanan. Mungkin anda sedang (atau hanya menghindari) diet, atau masalahnya, hal itu sedang menekan anda. Tidak perlu terlalu ekstrim melakukannya, karena mungkin akan membawa kebaikan bagi anda untuk memakai uang untuk makan di restoran bersama teman.
4. Plastik sampah yang terikat rapi
Orang – orang yang melihat plastik sampah yang terikat rapi memiliki rasa penguasaan diri yang kuat. Mungkin terlalu kuat. Anda tidak suka memperlihatkan kelemahan atau mengeluh – harga diri anda tidak mengijinkan anda. Tapi membiarkan orang lain mengetahui apa ynag sebenarnya anda rasakan bukanlah tanda orang lemah. Jangan terlalu tegang dan biarkan udara keterbukaan masuk sebelum semua sampah membusuk dan mulai berbau busuk.
Kokologi on Love test
1. Kamu sedang berjalan ke rumah cewek/cowok kamu. Ada 2 jalan menuju kesana. Ada Jalan yang pendek dan cepat sampai dan jalan yang berliku namun penuh dengan pemandangan indah. Jalan mana yang kamu pilih?
2. Di jalan kamu melihat 2 keranjang mawar, yang satu penuh dengan mawar putih dan yang satunya dipenuhi dengan mawar merah. Kamu memutuskan merangkainya untuk cewek/cowok kamu. Kombinasi apa yang akan kamu buat? Dominan mawar putih atau mawar putih?
3. Akhirnya kamu sampai kerumah cewek/cowok kamu. Kamu memencet bel dan pembantunya yang menjawab. Apa yang kamu lakukan? Bertanya langsung kepada sang pembantu kemana cewek/cowok kamu atau kamu hanya bertanya dalam hati?
4. Sekarang kamu berada di kamar cewek/cowok kamu. Gak ada siapapun disana. Kamu memutuskan untuk meninggalkan seikat mawar disana. Dimana kamu akan menaruhnya? Ditempat tidur atau di sisi jendela?
5. Kemudian sekarang saatnya kamu tidur.Kamu dan cewek/cowok kamu tidur di tempat yang terpisah. Saat kamu bangun pagi dan melihat keadaan cewek/cowok kamu, apa yang kamu dapati? apakah dia sudah bangun atau belum?
6. Waktunya pulang ke rumah. Kamu melewati jalan yang berbeda dengan waktu kamu berangkat. Ada jalan yang biasa saja namun cepat sampai rumah dan ada jalan yang berbelok-belok dan lama sampai di rumah. Jalan mana yang kamu pilih?
Saatnya Cek Pilihan Kamu !
1. Klo yang kamu pilih jalan yang pendek dan biasa aja, itu artinya kamu gampang jatuh cinta. [heh?? am I ??? hahahha] Klo jalan yang berliku namun indah yang jadi pilihan kamu, berarti kamu adalah tipe orang yang membutuhkan waktu untuk jatuh cinta. Perlu pemikiran, perjuangan, dan pastinya keyakinan.
2. Bunga mawar yang emang identik dengan bunga cinta bisa jadi tolak ukur seberapa besar kamu menghargai suatu hubungan. Klo kamu dominan warna putih, itu artinya kamu tipe pemberi. Sementara kalo dominan warna merah kamu tipe penerima tuh! [gw milihnya campuran merah putih nohh.. seimbang.. uhuyy!!!]
3. Klo pilihan kamu bertanya kepada sang pembantu, kamu tergolong orang yang melibatkan orang lain dalam hubungan kamu [ ya iyalah!! ngga dikira kurang ajar apa dateng2 ga pake basa basi.. SWT !!!] . Tapi klo kamu lebih suka menanyakan pada dirimu sendiri kemana cewek/cowok kamu, kamu tergolong orang yang menyelesaikan segala sesuatunya sendiri termasuk klo ada masalah sama hubungan kamu.
4. Tempat menaruh mawar yang kamu pilih dapat digambarkan seberapa sering kamu memperhatikan cewek/cowok kamu (ehm…). Pilihan tempat tidur tertanda kamu ingin melihat pujaan hati kamu setiap hari, sesering mungkin. Sementara menaruh mawar di jendela berarti kamu tipe orang yang tidak keberatan bila dalam sehari tidak melihat sang pujaan hati. Cukuplah seminggu sekali [jiakakakak.. prinsipnya, Ada ya sukurlah.. tak ada ya tak mengapa.. hhahaha]..
5. Saat kamu masuk ke kamar cewek/cowok kamu dan melihatnya masih tertidur kamu termasuk orang yang bisa menerima dia apa adanya [aih2.. sungguh tipe wanita idaman lelaki.. hahahahah]. Tapi klo kamu menemukan dia telah terbangun, berarti kamu berharap dia akan berubah untuk kamu.
6. Pilihan jalan pulang yang lama menandakan kamu tipe orang yang menjaga suatu hubungan [ehemmm..] . Sementara jalan yang cepat berarti kamu orang yang juga cepat mengakhiri suatu hubungan.
Ketika sedang menyetir mobil di jalan dalam keadaan hujan, anda melihat :
1. Nenek-nenek yang tampaknya sedang sakit parah
2. Teman yang pernah menyelamatkan nyawa anda
3. Gebetan / pujaan hati anda.
Anda hanya bisa memilih 1 orang untuk menumpang di mobil anda. manakah yang akan anda bawa? konon, pertanyaan ini sering ditanyakan ketika interview kerja untuk mengetes kepribadian anda.
hayoooo… siapa yang akan anda bawa ???
jawaban yang tepat adalah :
memberikan kunci mobil kepada teman baik anda, agar dia bisa membawa nenek-nenek itu ke rumah sakit. dan anda sendiri tinggal disana bersama pujaan hati anda. :]
Manakah binatang dibawah ini yang membawa kabar baik dan manakah yang membawa pertanda buruk? Pilih binatang yang berbeda untuk masing2 pertanyaan.
1. Harimau.
2. Anjing.
3. Domba.
4. Burung Beo.
5. Kura-kura.
Udah siap dengan jawabannyaa? yuk mari..
Dalam cerita ini binatang yang dipilih sebagai pembawa pesan kebahagiaan mewakili tipe orang yang dianggap sebagai pasangan ideal. Sedangkan binatang pembawa pesan buruk adalah tipe yang dikhawatirkan akan menarik anda ke dalam kesulitan.
1.Harimau.
kabar baik :
Anda melihat diri sendiri paling senang dengan pasangan yang ambisius dan kuat, memiliki kegigihan tekad untuk menguasai.
Kabar buruk :
Anda takut mendapatkan pasangan kejam yang sombong seperti raja hutan dan menggeram jika diminta untuk saling bekerja sama mengurus rumah tangga.
2.Anjing.
kabar baik :
Kesetiaan yang tidak diragukan dan pengabdian penuh adalah hal2 yg paling anda cari pada pasangan.
Kabar buruk :
Anda sama sekali tidak cocok dengan mereka yang berusaha menyenangkan smua orang dan resah dengan yang mungkin dipikirkan orang laen.
3.Domba.
kabar baik :
Anda melihat kunci kepuasan ada pada pasangan yg penuh kehangatan.
Kabar buruk :
Anda takut berakhir dengan pasangan yang membosankan dan menghabiskan waktu setiap hari dengan memandang orang yang sama.
4.Burung Beo.
kabar baik :
Tidak ada yang lebih cocok untuk anda daripada pasangan yang suka bicara dan menyenangkan serta tahu bagaimana membuat anda tertawa.
Kabar buruk :
Tidak ada yang paling buruk bagi anda daripada pasangan malas yang sangat tidak suka bekerja.
5.Kura-Kura.
kabar baik :
Pasangan sempurna anda memiliki sifat serius, bisa diandalkan, dan selalu ada saat diperlukan.
Kabar buruk :
Kemungkinan menghabiskan waktu dengan pasangan yang lamban dan kurang pandai adalah mimpi buruk anda.
1.Kamu sedang berjalan menuju rumah cewe/cowo mu. Lalu ada 2 jalan untuk menuju kesana. Yang pertama adalah jalan yang pendek tapi cepat sampai, yang kedua jalan yang panjang berliku-liku namun banyak hamparan pemandangan yang indah. Jalan mana yang kmu pilih??
2.Diperjalanan, kmu menemukan 2 ember. Diember pertama isinya mawah merah, dan diember satunya lagi isinya mawar putih. Lalu kmu ngambil keputusan untuk bikin rangkaian bunga mawar. Dari rangkaian yg kamu buat, mawar warna apakah yg lebih dominan? mawar merah, ato mawar putih yg lebih dominan?
3.Setelah sampai dirumah cewe/cowo mu, kamu ngetuk pintu. Lalu yang keluar adalah pembantunya. Apa yang kamu lakukan? Langsung bertanya ke pembantunya dimana pacarmu? ato kmu cuma bertanya2 dalam hati dimana pacarmu?
4.Sekarang kmu tiba di kamar cewe/cowo mu. Bunga yang kmu rangkai tadi, hendak kmu taruh mana? deket jendela, atau diatas tempat tidur?
5.Tibalah saat kmu tidur. Kamu dan cewe/cowo mu tidur di tempat yang berbeda. Ketika kmu bangun dan ngeliat cewe/cowo mu. Apakah yg kamu dapat? Apakah cewe/cowo mu sudah bangun? ato belum bangun?
6.Sekarang saatnya kmu pulang. Dalam perjalanan pulang kmu ngelewatin jalan yg berbeda dari jalan waktu kmu berangkat tadi. Tapi jalan itu ada 2, jalan yang pendek tapi cepat sampai, ato jalan yang panjang dan lama sampainya?
Sudah siap?
Sudah diingat/dicatat jawabanmu ??
SIap?
Ini jawaban nya :
1.Klo kamu milih jalan yang cepat sampai, artinya kmu adalah orang yang gampang jatuh cinta. Sedangkan klo kamu milih jalan yang panjang dan berliku tapi byk pemandangan indah, artinya kmu adalah orang yg tidak mudah jatuh cinta, bagimu untuk jatuh cinta memerlukan kepercayaan, komitmen, dan lain sebagainya.
2.Kamu menemukan ember mawar. Klo rangkaian bungamu dominan mawar merah, berarti kmu adalah orang tipe penerima dalam hubunganmu, sedangkan bila dominan warna putih adalah kmu orang bertipe pemberi dalam hubunganmu.
3.Kamu sudah sampai dirumahnya, lalu ada pembantunya. Kalau kamu tanya langsung ke pembantunya, artinya kmu adalah orang yang melibatkan orang lain dalam hubunganmu. Sedangkan bila kmu cuma bertanya2 dalam hati,artinya kmu adalah orang yg tidak melibatkan orang lain dalam hubunganmu, dan berusaha menyelesaikan permasalahan hanya berdua.
4.Letak kmu menaruh rangkaian bungamu. Kalo kmu taruh diatas tempat tidur, berarti kmu orang dengan tipe yang ingin selalu bersama pasanganmu, selalu ingin bertemu, dan selalu ingin bersama. Sedangkan klo kmu naruh bunga itu di deket jendela, artinya kmu orang yang bisa menerima untuk jarang bertemu. Bagimu bertemu seminggu sekali itu biasa.
5.Klo kamu nemuin pasanganmu masih terlelap, artinya kmu orang yang bisa nerima keadaan pasanganmu apa adanya. Sedangkan kalau sudah terjaga, artinya kmu yakin bisa ngerubah pacarmu jadi seperti apa yang kamu mau.
6.Kalo kmu ngambil jalan yang pendek, artinya kmu orang yang gampang mengakhiri suatu hubungan. Namun kalo kmu ngambil jalan yang panjang, kmu adalah orang yang untuk mengakhiri suatu hubungan harus berfikir panjang dan menyadari segala resiko jangka panjang atau pun jangka pendeknya.
Suatu hari anda tersesat ketika sedang melakukan
travelling. Hari sudah malam, dan tidak ada pilihan
lain anda harus mencari tempat berteduh di sebuah
pondok. Pemilik pondok mengatakan bahwa semua kamarnya
ada hantunya. Kamar manakah yg Anda pilih ?
A. Ada kepala manusia yg memandang dengan penuh
kedengkian dari luar jendela kamar.
B. Pintu kamar mandinya membuka dan menutup sendiri,
dan juga terdengar rintihan suara2 seorang wanita .
C. Tempat tidurnya bergerak sendiri setiap kali anda
ingin mencoba tidur di atasnya.
D. “Hantu tanpa kepala” duduk di bagian kaki tempat
tidur Anda ketika Anda terbangun di tengah malam.
Type Anda :
A. Anda membutuhkan banyak privasi dan cocok bekerja
sendirian. Anda menginginkan pekerjaan yang stabil -
sebuah pekerjaan yang tidak mudah terpengaruh faktor
eksternal dan memberikan gaji yg pasti.
misal: dokter, pengacara, guru, administrator.
B. Anda lebih menginginkan pekerjaan yg tidak perlu
bepergian dan bertemu dgn orang. Anda lebih memilih
bekerja dalam tekanan boss Anda,jika itu memungkinkan
Anda utk duduk di dalam kantor ber-AC sepanjang hari.
misal: pegawai negeri, engineer, computer engineer,
akuntan
C. Anda orang aktif yg tidak dapat duduk diam dan
tidak suka dibatasi.Anda mudah beradaptasi dengan
pekerjaan yang berubah-ubah dan tidak bersifat rutin.
misal: marketing, insurance, sales, sopir.
D. Anda cocok dgn pekerjaan yang memerlukan Anda utk
bertemu orang,terutama kerumunan. Pekerjaan anda
tergantung dari orang2 ini, tp anda tidak mengenal
mereka.
misal: artis, politisi, PR, resepsionis.
.: Smart,funny and extremely attractive :.
1.Kamu sedang berjalan menuju rumah cewe/cowo mu. Lalu ada 2 jalan untuk menuju kesana. Yang pertama adalah jalan yang pendek tapi cepat sampai, yang kedua jalan yang panjang berliku-liku namun banyak hamparan pemandangan yang indah. Jalan mana yang kmu pilih??
2.Diperjalanan, kmu menemukan 2 ember. Diember pertama isinya mawah merah, dan diember satunya lagi isinya mawar putih. Lalu kmu ngambil keputusan untuk bikin rangkaian bunga mawar. Dari rangkaian yg kamu buat, mawar warna apakah yg lebih dominan? mawar merah, ato mawar putih yg lebih dominan?
3.Setelah sampai dirumah cewe/cowo mu, kamu ngetuk pintu. Lalu yang keluar adalah pembantunya. Apa yang kamu lakukan? Langsung bertanya ke pembantunya dimana pacarmu? ato kmu cuma bertanya2 dalam hati dimana pacarmu?
4.Sekarang kmu tiba di kamar cewe/cowo mu. Bunga yang kmu rangkai tadi, hendak kmu taruh mana? deket jendela, atau diatas tempat tidur?
5.Tibalah saat kmu tidur. Kamu dan cewe/cowo mu tidur di tempat yang berbeda. Ketika kmu bangun dan ngeliat cewe/cowo mu. Apakah yg kamu dapat? Apakah cewe/cowo mu sudah bangun? ato belum bangun?
6.Sekarang saatnya kmu pulang. Dalam perjalanan pulang kmu ngelewatin jalan yg berbeda dari jalan waktu kmu berangkat tadi. Tapi jalan itu ada 2, jalan yang pendek tapi cepat sampai, ato jalan yang panjang dan lama sampainya?
Ayo, cocokin jawaban kamu!!!
1.Klo kamu milih jalan yang cepat sampai, artinya kmu adalah orang yang gampang jatuh cinta. Sedangkan klo kamu milih jalan yang panjang dan berliku tapi byk pemandangan indah, artinya kmu adalah orang yg tidak mudah jatuh cinta, bagimu untuk jatuh cinta memerlukan kepercayaan, komitmen, dan lain sebagainya.
2.Kamu menemukan ember mawar. Klo rangkaian bungamu dominan mawar merah, berarti kmu adalah orang tipe penerima dalam hubunganmu, sedangkan bila dominan warna putih adalah kmu orang bertipe pemberi dalam hubunganmu.
3.Kamu sudah sampai dirumahnya, lalu ada pembantunya. Kalau kamu tanya langsung ke pembantunya, artinya kmu adalah orang yang melibatkan orang lain dalam hubunganmu. Sedangkan bila kmu cuma bertanya2 dalam hati,artinya kmu adalah orang yg tidak melibatkan orang lain dalam hubunganmu, dan berusaha menyelesaikan permasalahan hanya berdua.
4.Letak kmu menaruh rangkaian bungamu. Kalo kmu taruh diatas tempat tidur, berarti kmu orang dengan tipe yang ingin selalu bersama pasanganmu, selalu ingin bertemu, dan selalu ingin bersama. Sedangkan klo kmu naruh bunga itu di deket jendela, artinya kmu orang yang bisa menerima untuk jarang bertemu. Bagimu bertemu seminggu sekali itu biasa.
5.Klo kamu nemuin pasanganmu masih terlelap, artinya kmu orang yang bisa nerima keadaan pasanganmu apa adanya. Sedangkan kalau sudah terjaga, artinya kmu yakin bisa ngerubah pacarmu jadi seperti apa yang kamu mau.
6.Kalo kmu ngambil jalan yang pendek, artinya kmu orang yang gampang mengakhiri suatu hubungan. Namun kalo kmu ngambil jalan yang panjang, kmu adalah orang yang untuk mengakhiri suatu hubungan harus berfikir panjang dan menyadari segala resiko jangka panjang atau pun jangka pendeknya.
Tujuan tiap jeruk adalah membuat konsumennya sehat.
Dan andaikata kamu adalah sebuah jeruk,
1. Kira-kira kamu ingin dijual di mana?
a. Supermarket luar negeri (kayak RANCH market)
b. Supermarket besar (kayak CAREFOUR)
c. Supermarket kecil (kayak HERO/BILKA)
d. Pasar tradisional (itu… yang becek-becek)
2. Anda telah menanti lama tetapi belum ada satu orang pun yang menyentuh anda.
Bagaimana sikap anda?
a.tetap semangat
b.sabar saja
c.sedih
d.biasa saja
3. Kenapa tidak ada yang menyentuhmu?
a.belum matang
b.bocel/cacat
c.mahal
d.busuk
e.tenggelam di bawah jeruk lain
4. Kira-kira setelah itu, apa yang terjadi dengan jeruk (dirimu)?
a.menjadi matang dan dibeli
b.menjadi busuk dan dibuang
c.tetap berwarna orange cerah
d.berwarna orange pucat/kehitaman
5. Dalam tumpukan jeruk itu, kamu sebagai jeruk yang . . .
a.dipengaruhi
b.mempengaruhi
c.setengah-setengah
6. Apa yang SANGAT kamu harapkan dari jeruk-jeruk lain (teman-teman anda)?
a.menyemangati
b.biasa saja
c.cuek
7. Apa peranan/jasamu dalam tumpukan jeruk itu? (boleh >1)
a.penyemangat
b.penasehat
c.pengajar
d.sebagai yang dipuja
e.mempengaruhi jeruk lain
f. . . . (isi sendiri, artinya nyusul)
g.ga ada
8. Setelah dibeli, kamu lebih senang jadi … (dilihat berdasarkan cara mengkonsumsi)
a.Jeruk peras
b.Jeruk kopek
9. Setelah si konsumen mengkonsumsi kamu (jeruk), bagaimana dengan tubuhnya?
a.makin sehat
b.sembuh
c.biasa saja
d.malah sakit
ARTI : (mohon maap klo salah ya ^-^)
1. kamu adalah orang yang
a.prestige
b.ingin lebih dari orang lain
c.biasa-biasa saja
d.sederhana
2. kamu orang yang
a.optimis
b.penyabar
c.pesimis
d.ya, biasa saja
3. hambatan kamu menjadi sukses
a.Belum siap untuk menghadapi dunia
b.ceroboh / banyak kekurangan
c.balasan yang kamu minta berlebih (kemahalan)
d.dirimu itu loh HANCUR!!
e.sebenarnya kamu berprestasi tetapi belum ada orang yang lihat
4. Beberapa waktu kemudian . . .
a.kalau kamu sudah siap baru kamu bisa berhasil
b.merasa dirimu ‘GA GUNA!!!
c.kamu tetap yakin / optimis suatu saat kamu akan berhasil
d.mulai putus asa – down
5. pendirianmu . . .
a.ga kuat
b.kuat
c.tengah2 dah, suka berbagi / tergantung kondisi
6a.kamu selalu butuh support atau ketika sedih/down butuh support
b.kamu cenderung individualistis / mandiri (“aku bisa sendiri”)
c.kamu malu-malu (“jangan perhatikan aku.aku malu!”)
atau sensi kalau diliatin orang
atau memang tidak suka diperhatikan
7. bakatmu . . .
a.sebagai support/penyemangat untuk orang lain
b.merasa/MEMANG bijak, sehingga pantas diminta pendapat
c.mengajar
d.gila hormat
e.pintar promosi yah?! ^-^
f.(artinya nyusul)
g.ga suka partisipasi apa-apa, kecil maupun besar.
8. kamu akan mengerahkan
a.seluruh kemampuan/tenaga untuk mencapai keberhasilan
b.seluruh kemampuan/tenaga kalau sudah kepepet/dipaksa orang lain
9. ini menentukan keberhasilan anda
a.SELAMAT ANDA JERUK YANG BERHASIL!!
rekan/atasanmu medapat untung lebih karena ANDA
b.SELAMAT ANDA JERUK YANG BERHASIL!!
rekan/atasanmu bangkit dari keterpurukan menjadi berhasil karena ANDA
c.kamu sesuai dengan standart yang diinginkan oleh rekan/atasan anda
d.rekan/atasan anda MERUGI gara-gara kamu!!
KAPAN SEBUAH PINTU BUKAN SEBUAH PINTU ?
Tidak setiap hari Anda sempat meluangkan waktu berjalan-jalan santai di lingkungan sekitar: berjalan-jalan tanpa maksud dan tujuan, merentangkan kaki, membiarkan pikiran mengembara, dan berkenalan kembali dengan beberapa pemandangan indah. Di tengah perjalanan, mungkin Anda akan mampir ke keda kopi, menjelajahi jalan-jalan di taman, atau menyempatkan diri melihat-lihat keadaan sekitar. Ada saatnya Anda membiarkan kaki menentukan tujuan …
Bayangkan diri Anda sedang berjalan-jalan menyusuri kota. Hari itu sangat indah.Anda sedang berangan-angan. Anda berbelok ke arah jalan yang tidak pernah dilewati sebelumnya. Selagi berjalan, Anda melewati rumah yang indah di seberang jalan. Anda berhenti sejenak untuk mengagumi rumah yang indah itu dan memperhatikan pintunya terbuka setengah. Mengapa pintu itu sedikit terbuka?
1. Rumah itu dirampok
2. Pemiliknya lupa mengunci
3. Pemiliknya berada di dalam, sedang menyapu pintu masuk.
Pilihlah jawaban Anda dari tiga hal di atas yang paling cocok dalam pikiran Anda (jika tidak ada yang cocok, maka pilihlah yang terbersit dalam pikiran Anda, jika tidak ada, pilihlah yang terdetik dalam hati Anda, jika tidak ada juga maka pilih yang paling mendekati atau yang paling mungkin menurut Anda, pokoknya harus milih 1 dari 3 hal diatas ).
Penjelasan permainan di atas:
Pintu memilki 2 hal penting menjadi jalan masuk atau justru menjadi penghalang. Pintu depan rumah mewakili pertahanan awal. Pintu depan rumah berdiri diantara penghuni dan ketidakpastian dunia luar. Dengan membayangkannya sebagai pintu terbuka yang seharusnya tertutup, Anda sedang memimpikan skenario “mudah diserang” dan disingkap. Dalam alam bawah sadar, alasan mengapa membayangkan pintu terbuka berhubungan dengan cara membuka diri dan menyingkapkan kelemahan Anda terhadap orang lain.
1. Rumah itu dirampok.
Anda cepat mengambil anggapan terburuk dalam setiap situasi. Sifat ini terlihat sebagai bukti yang jelas ketika ternyata benar-benar terjadi sesuatu. Anda tidak pernah bingung dalam mengadapi saat-saat genting, tapi hanya terlalu sibuk karena panik. Jadi lain kali jika bencana datang, miliki pikiran jernih. Ingatlah selalu untuk terlebih dahulu mengambil napas panjang dan menghitung sampai 10. Baru Anda boleh pingsan .
2. Pemiliknya lupa mengunci
Anda bukan tipe orang yang terhanyut dalam situasi genting. Sebaliknya Anda sangat santai, bahkan tidak memperhatikan situasi genting muncul. Kesalahan yang Anda buat lebih banyak disebabkan kelalaian, bukannya maksud yang buruk. Tapi hasilnya bagi Anda (dan orang lain) adalah sama.
3. Pemiliknya berada di dalam, sedang menyap pintu masuk
Anda mungkin nampak seperti orang yang santai. Tap tidak pernah membiarkan diri lengah. Memiliki kesiagaan konstan seperti itulah yang membuat diri Anda menjadi dewasa seperti sekarang. Tentu saja Anda masih memiliki kelemahan yang bersifat manusiawi, hanya saja jangan memerlihatkannya kepada seluruh dunia
jangan membaca jawaban
dibawahnya terlebih dahulu.
isi dulu instruksi yang diminta.
baca satu paragraf demi satu paragraf.
Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas..
Waktu memilih nama, anda harus memilih orang
yang anda kenal. Jangan terlalu banyak mikir,
tulislah apa yang ada di kepala anda.
INGAT : Maju satu paragraf per paragraf…
Kalau anda membaca kelanjutannya, Permohonan
anda tidak akan terkabul.
1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai sebelas di
kertas anda secara vertikal (atas ke bawah)
2.. Tulis angka yang paling kamu senang (antara 1-
11) disebelah angka No.1 dan 2
3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang kamu
kenal, masing-masing di No.3 dan No.7
4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal di No.4, 5,
dan 6. Disini kamu boleh menulis nama orang di
keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK. Cuma
harus yang kamu kenal
5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama judul
lagu yang berbeda-beda
6.. Terakhir, tulis kamu punya permohonan.
(Kamu minta permohonan)
NAH……… .. dibawah ini ada jawaban dari psikotest-nya mudah-mudahan cocok jawabannya.
1.. Anda harus memberitahu ke orang yang anda
tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
2.. Orang yang anda tulis di No.3 adalah orang
yang kamu cintai.
3.. Orang yang anda tulis di No.7 adalah orang
yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah tangan.
4.. Orang yang anda tulis di No.4 adalah orang
yang anda rasa paling penting bagi anda.
5.. Orang yang anda tulis di No.5 adalah orang
yang paling mengerti tentang anda.
6.. Orang yang anda tulis di No. 6 adalah orang
yang membawa keberuntungan pada anda.
7.. Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah lagu yang
ditujukan untuk orang No.3
8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah lagu yang
ditujukan untuk orangNo.7
9.. Lagu yang anda tulis di no.10 adalah lagu yang
melukiskan apa yang ada di hati anda.
10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di No.11 adalah
lagu yang melukiskan hidup anda.
Makelar real estat yang baik mengerti betul kemauan klien. Baik apartemen satu ruangan tipe studio atau tiga kamar tidur tipe cape cod dengan sebuah halaman, klien umumnya mencari lebih dari sekedar empat dinding dan sebuah pintu. Mereka mencari tempat yang dianggap sebagai rumah. Model showroom dirancang dengan pemikiran itu. Desain interior dan perabotnya dipilih secara hati-hati untuk menciptakan perasaan pada calon pembeli rumah : “inilah tempat dimana aku ingin tinggal. Inilah tempat tinggalku.”
Anda baru saja melihat sebuah model rumah dan sekarang sedang mempertimbangkan apakah ingin membelinya atau tidak. Kesempatan melihat-lihat rumah tidak tergesa-gesa. Anda memiliki kesempatan menanyakan pertanyaan yang telah dipersiapkan. Ada satu bagian rumah yang masih ingin anda lihat lebih lama lagi sebelum membuat keputusan akhir. Bagian mana yang ingin anda periksa lagi?
1. Kamar mandi.
2. Kamar tidur.
3. Ruang makan / dapur.
4. Teras / taman.
……………………….xxxxxx……………………….
Dalam analisis psikologi, rumah menggambarkan tubuh. Pencarian terhadap rumah baru berhubungan dengan perbaikan fisik anda. Oleh karena itu, bagian rumah yang paling diminati berhubungan dengan cara anda mencari bagian tubuh yang ingin disempurnakan. Secara lebih spesifik, ruangan di rumah yang tidak memuaskan menunjukkan faktor-faktor apa yang cenderung menghalangi diet, olah raga, atau rencana perbaikan diri.
1. Kamar mandi.
Kamar mandi adalah tempat tubuh dibersihkan dan mewakili dorongan ke arah pembaharuan dan pembersihan diri. Anda yang memilih kamar mandi sebagai sumber ketidakpuasan secara intuisi berarti komitmen memperbaiki diri mungkin tidak cukup kuat.
2. Kamar tidur.
Kamar tidur berhubungan dengan keinginan relaksasi disik dan kenyamanan. Anda yang ingin melihat kamar tidur lebih lama sebenarnya ingin lebih lama melihat tempat tidur, yaitu untuk membuka sepatu dan tidur di bawah selimut. Masalah anda bukanlah diet atau latihan fisik, tapi semua kegiatan yang terlibat di dalamnya.
3. Ruang makan / dapur.
Ruangan ini memiliki hubungan yang kuat dengan keinginan pada makanan, dan makanan itu sendiri. Itulah hal-hal yang muncul di pikiran ketika bermaksud mengadakan perbaikan diri secara rutin. Menjaga tubuh akan mudah jika anda mau makan.
4. Teras / taman.
Teras atau taman berhubungan dengan relaksasi dan kesegaran jiwa – tempat beristirahat dan bersantai. Jika ingin melihat taman lebih banyak, kemungkinan besar anda sedang tertekan dan stres. Stres dapat membuat anda enggan berolahraga, malas makan, letih, dan tidak bergairah. Langkah pertama perbaikan tubuh adalah menghilangkan beban pikiran.
ayangkan kamu ada disebuah pesta…terserah pesta apa,,(pokoknya yang memungkinkan semua orang yang kmu kenal bs bertemu dg mu…mulai dr temen tk ampe temen tua..hehehe…pokoknya bayangin ja)…
nah,waktu kmu lg asyik buat menyambut tamu2, kamu disana ketemu dengan 2 orang… 1 orang pake baju warna kuning and satunya lagi pake baju warna biru… (terserah dalam bayanganmu siapa orang itu,,,bisa tua,,,bs muda ..bs cowo..bs cewe..bs kaya..bs miskin…terserah kamu)
ingat, siapa pertama kali yang terlintas dalam bayanganmu yang pake baju kuning ma biru!!! rekam jawaban dalam ingatan…..dan kmu hrs siap denger kenyataan…..
hehehe,,,siapakah merekaaaaaaaaaaaaa??? 2 orang yang kini wajahnya sudah dalam ingatannnnnnnnn…..
————————————
1. Baju kuning : adalah orang yg selama ini, kmu anggap memiliki kepribadian hangat…kmupun juga hangat padanya…pokoknya kmu nyaman ma dia si baju Kuning
2.Baju Biru : kebalikannya dr yang baju kuning deeeh…pokokE kamu tuh ga nyaman bgt! gak bs jd diri sendiri ato apalah…yg jelas kmu g nyaman ma dia si baju biru
ANALISIS WACANA IKLAN MINI DALAM HARIAN KOMPAS[1]
Ari Setyaningsih[2]
ABSTRAK
Iklan merupakan sarana yang digunakan untuk menyampaikan nformasi, terutama berkaitan dengan produk atau informasi lain yang membutuhkan perhatian public. Iklan mini dalam surat kabar sangat menarik untuk dikaji, selain karena bahasanya yang singkat dan padat juga mengandung bermacam penafsiran yang terkadang tidak dimengerti oleh pembaca. Wacana lowongan kerja dalam hal ini berkaitan berisi tentang jabatan/ posisi yang diinginkan oleh suatu instansi. Bahasa yang digunakan dalam iklan lowongan kerja sangat berbeda dengan bahasa iklan atau wacana yang lain. Dalam hal ini pembaca harus mengerti konteks dibuatnya iklan tersebut, karena pembaca tentu akan kesulitan dalam menafsirkan kata-kata yang amat padat dan kata-kata yang mengandung banyak singkatan. iklan ini akan menjadi bahan analsis wacana yang mengkaji seluruh bagian iklan baik dari segi konteks mapupun gramatikanya.
Kata Kunci: analisis wacana, konteks, teks, kohesi, koherensi.
PENDAHULUAN
Bahasa merupakan sarana komunikasi terpenting yang digunakan dalam interaksi antarindividu. Bahasa akan menjadi bermakna ketika digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pemakainya. Dalam pemakaiannya, para pemakai bahasa dapat menafsirkan sesuatu yang disampaikan oleh pemakai bahasa yang lain dengan penafsiran yang berbeda. Dalam hal ini para pemakai bahasa harus mengenali wacana dengan baik, agar pesan dalam wacana dapat diterima dan tidak menimbulkan salah penafsiran. Menurut Samsuri (dalam Alex Sobur, 2004: 10) wacana merupakan rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi, biasanya terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian yang satu dengan yang lain. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa lisan dan dapat pula dengan bahasa tulisan. Dalam hal ini wacana merupakan suatu kesatuan gramatikal yang utuh dan berkesinambungan serta mempunyai makna. Untuk dapat memahami sebuah wacana, diperlukan suatu kajian yang membahas tentang wacana baik dari segi gramatikalnya maupun dari konteksnya. Ilmu yang mengkaji tentang wacana dalam hal ini adalah analisis wacana. Menurut Stubbs (dalam Bambang Yudi Cahyono, 1994: 227) analisis wacana merupakan objek kajian pragmatik yang menekankan telaahnya pada penafsiran wacana dan teks. Di samping itu, analisis wacana juga memanfaatkan hasil kajian pragmatik. Oleh karena itu, analisis wacana juga berupaya menafsirkan suatu wacana yang tidak terjangkau oleh semantik tertentu maupun sintaksis (Bambang Yudi Cahyono, 1994: 228). Dari pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa analisis wacana berkaitan dengan hal-hal di luar kebahasaan, seperti konteks dan situasi penutur.
Wacana dalam hal ini wacana berbentuk tertulis, menjadi bahan yang menarik untuk dikaji. Wacana-wacana yang berasal dari media, seperti surat kabar ataupun majalah dapat dikaji baik dari segi gramatikalnya maupun dari segi konteksnya. Wacana-wacana dalam teks media yang menggunakan bahasa jurnalistik mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk dikaji.
Salah satu wacana yang terdapat dalam media cetak adalah iklan. Menurut Rhenald Kasali (1992: 9) iklan adalah bagian dari bauran promosi (promotion mix) dan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix). Secara sederhana, iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Selajutnya iklan sebagai bagian dari bauran komunikasi pemasaran, iklan mempunyai sasaran yang berbeda dengan sasaran ketiga unsur lainnya dalam bauran pemasaran. Iklan lowongan kerja dalam hal ini merupakan bagian dari bauran komunikasi tentang tawaran suatu pekerjaan pada khalayak dari suatu instansi atau perusahaan tertentu.
Didasari atas ketertarikan akan bahasa iklan tersebut, maka dalam penelitian ini akan dibahas mengenai iklan mini yang diambil dari surat kabar Kompas, Selasa, 10 April 2007. Iklan mini tersebut berupa iklan lowongan pekerjaan. Jenis iklan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menarik pegawai untuk bekerja di suatu instansi atau perusahaan.
Wacana dan teks merupakan dua hal yang saling berhubungan. Wilis Edmonson (dalam Sumarlam, 2005: 5) mengungkapkan bahwa ada perbedaan antara teks (text) dan wacana (discourse). Teks adalah suatu rangkaian ungkapan bahasa yang terstruktur yang membentuk suatu kesatuan. Perbedaan pokok antara teks dan wacana adalah teks merupakan suatu rangkaian pernyataan bahasa yang terstruktur yang diungkapkan melalui bahasa. Dalam hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa wacana mengacu pada permasalahan/ peristiwa yang terjadi pada kurun waktu tertentu. Di samping itu, konsep teks dan wacana pun berbeda. Menurut Budiman (dalam Alex Sobur, 2004: 52) teks dapat diartikan sebagai seperangkat tanda yang ditransmisikan dari seorang penerima melalui medium tertentu dan dengan kode-kode tertentu. Hal ini memiliki pengertian bahwa teks lebih berkaitan dengan hal-hal yang bersifat nyata, dan wacana cenderung mengarah ke sesuatu yang abstrak. Dalam hal ini teks merupakan realisasi dari wacana.
Wacana berdasarkan medianya terbagi menjadi wacana lisan dan wacana tulis. Wacana dengan media komunikasi tulis dapat berwujud antara lain: (1) sebuah teks/ bahasa tertulis yang dibentuk oleh lebih dari satu alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, misalnya sepucuk surat, sekelumit cerita, sepenggal uraian ilmiah (2) sebuah alinea merupakan wacana, apabila teks hanya terdiri atas sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan misi korelasi dan situasi utuh (3) sebuah wacana (khusus bahasa Indonesia) mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk dengan subordinasi dan koordinasi/ system ellipsis (Djadasudarma, 1994: 8). Wacana tulis di sini diartikan sebagai wacana yang disampaikan dengan bahasa tulis/ media tulis. Untuk dapat menerima/ memahami wacana tulis maka sang penerima/ pesapa harus membacanya. Di dalam wacana tulis terjadi komunikasi secara tidak langsung antara penulis dengan pembaca (Sumarlam, 2005: 16). Wacana tulis tentunya akan mudah dikaji dan kajiannya akan lebih mendalam dibanding wacana lisan karena wacana tulis membentuk suatu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan.
Wacana dikaji dalam bidang ilmu analisis wacana. Analisis wacana merupakan salah satu bidang kajian pragmatik yang mengkaji berbagai aspek dalam wacana baik lisan maupun tulisan. Analisis wacana dipakai untuk kajian yang mencakup (a) kajian bahasa dalam bentuk yang lebih besar daripada kalimat (ataupun klausa) dan (b) kajian bahasa sebagaimana dipakai secara ilmiah untuk berkomunikasi (Nababan, 1987: 61). Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa analisis wacana mengkaji secara keseluruhan isi teks/ wacana baik dari aspek gramatikalnya maupun konteksnya. Menurut Halliday dan Hasan (1992: 16) konteks situasi merujuk pada tiga ciri, yaitu (1) medan wacana menunjuk pada hal yang sedang terjadi, pada sifat tindakan sosial yang sedang berlangsung (2) pelibat wacana menunjuk pada orang-orang yang mengambil bagian, pada sifat para pelibat, kedudukan dan peranan mereka (3) sarana wacana menunjuk pada bagian yang diperankan oleh bahasa, hal yang diharapkan oleh para pelibat bahasa dalam situasi itu. Dalam hal ini wacana iklan menunjuk pada konteksnya yaitu bersifat mengajak dan mengandung prosedur serta ketentuan-ketentuan.
Hal utama yang dikaji dalam sebuah wacana adalah kohesi dan koherensi. Sebuah wacana yang baik harus mempunyai kohesi dan koherensi. Kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dan unsur yang lain dalam wacana sehingga terciptalah pengertian yang apik/ koheren. Kohesi merujuk pada pertautan bentuk, sedangkan koherensi pada pertautan makna (Djajasudarma, 1994: 46). Sementara menurut Bambang Yudi Cahyono (1994: 231-232) kohesi adalah ikatan-ikatan dan hubungan yang ada di dalam teks. Hubungan-hubungan kohesif dalam teks memberikan wawasan untuk mengetahui bagaimana penulis menentukan apa yang ingin dikatakannya. Di samping itu, kita juga dapat mengetahui apakah sesuatu yang disampaikan itu telah tertulis dengan baik atau tidak. Sedangkan menurut koherensi menurut Wohl (dalam Alex Sobur, 2004: 81) adalah pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya. Dalam hal ini koherensi mengarah pada faktor lain yang menuntun kita untuk membedakan teks-teks yang berkaitan sehingga teks-teks tersebut saling berkesinambungan.
PEMBAHASAN
Iklan mini atau iklan baris biasanya ditempatkan dalam kolom tersendiri dan disusun berbaris dari atas ke bawah. Wacana iklan ini bersifat mempengaruhi khalayak. Hal yang dipentingkan dalam iklan adalah isi yang dapat menjangkau pendengar/ pembaca yang terpengaruh oleh bahasa afektif (Djajasudarma, 1994: 19)
- Contoh iklan lowongan kerja jenis ke-1
“dibthkn supervisor/ mgr min SMU Pnglmn, Berjiwa Pemimpin, Pnmpln menarik, dpt B’krja dlm team. Gaji Anda mau brp?? Interview lgs: Rabu, 11 April ’07 jam: 13.00 wib di Perfect Graha Utama Komp. Graha Cempaka Mas Blok D No. 31 Jl. Letjen Suprapto Jakpus”
Wacana iklan tersebut terdiri atas satu paragraf dengan empat buah kalimat tunggal. Apabila diuraikan maka kalimat itu akan tampak sebagai berikut.
(1) Dibutuhkan supervisor/ manager minimal SMU, pengalaman, berjiwa pemimpin, penampilan menarik, dapat bekerja dalam team
(2) Gaji Anda mau berapa?
(3) Interview langsung: Rabu, 11 April 2007 jam: 13.00 wib di Perfect Graha Utama Kompleks Graha Cempaka Mas Blok D No. 31 Jl. Letjen Suprapto Jakpus
Kalimat pertama dalam iklan tersebut berupa kalimat pasif. Apabila dilihat dari strukturnya, iklan ini tidak menunjukan adanya ke-kohesif-an sebuah wacana. Di sini tidak ada pemarkah kohesi, seperti pelesapan, pengulangan, maupun konjungsi. Akan tetapi, pada kalimat (2) ada kata Anda yang berfungsi sebagai kata ganti orang kedua tunggal.
Jika dilihat dari hubungan antarunsur dalam kalimat, iklan ini mempunyai koherensi yang tinggi. Kalimat (1) menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi pelamar kemudian diikuti dengan kalimat (2) yang menanyakan perihal gaji yang diinginkan oleh pelamar, dan kalimat (3) menyatakan waktu dan tempat langsung disertakan dengan lengkap.
Wacana iklan tersebut berisi tentang penawaran kerja dari sebuah perusahaan. Perusahaan menetapkan syarat-syarat bagi pelamar, antara lain berpendidikan minimal SMU, mempunyai pengalaman, berjiwa pancasila, mempunyai penampilan fisik yang menarik, dan dapat bekerja dalam team atau dapat bekerja sama dengan orang lain dalam kelompok. Dalam hal ini perusahaan memberikan keleluasaan bagi pelamar untuk menentukan gajinya. Dalam hal ini perusahaan tidak mematok gaji pada para pegawai. Pelamar yang berminat akan diwawancarai langsung pada hari dan tempat yang telah ditentukan dan dicantumkan dalam iklan.
Meskipun kata-kata tersebut seperti sulit dipahami pemaknaanya, namun pembaca tetap dapat menangkap isi dari iklan tersebut. Hal ini tentu dikaitkan dengan konteks pembaca dan isinya. Iklan ini tentu saja akan dibaca oleh orang yang akan mencari pekerjaan, jadi ia sudah mengetahui latar belakang pemasang serta isi iklan tersebut.
2. Contoh iklan lowongan kerja jenis ke- 2
Perusahaan PMDN Pst dlm rangka exspansi ke Jateng&DIY membthkan segera kary/ ti utk Pss “staff Prsh”. Syrt: P/W usia max 36 th, lls SMU/K- S1 utk sgl disiplin ilmu, punya penglmn krj/blm, loyal&dedikasi tgg, kelakuan&kepribadian baik. Bersedia ditempatkn di Ktr SMG, PWT&Yogya. Krm lmrn lkp anda ke Bag SDM Bu Ning, PO BOX 215/ PWT 53100 (lmr max 1 mgg) pemanggilan tes wawancara mllui SMS/surat.
Iklan lowongan kerja tersebut terdiri satu paragraf yang berisi lima kalimat. Kalimat tersebut secara rinci akan diuraikan sebagai berikut.
(1) perusahaan PMDN pusat dalam rangka exspansi ke Jateng&DIY membutuhkan segera karyawan/karyawati untuk posisi “staff perusahaan”.
(2) Syarat: Pria/wanita maximal 36 tahun, lulus SMU/ K- S1 untuk segala disiplin ilmu, punya pengalaman kerja/belum, loyal&dedikasi tinggi, kelakuan&kepribadian baik, bersedia ditempatkan di kantor Semarang, Purwakarta, dan Yogyakarta.
(3) Kirimkan lamaran lengkap Anda ke Bagian SDM Bu Ning, PO BOX 215/PWT/53100 (lamaran maximal 1 minggu)
(4) Pemanggilan tes wawancara melalui sms/ surat.
Iklan jenis kedua ini sudah mengandung kohesi dan koherensi. Kohesi ditunjukan dengan adanya konjungsi dan pengacuan. Pada kalimat (2) terdapat konjungsi dan yang menunjukkan hubungan menggabungkan. Dalam kalimat (3) terdapat pengacuan (referensi) yaitu adanya kata Anda sebagai kata ganti orang kedua tunggal. Kalimat (4) juga mengandung konjungsi atau yang dilambangkan dengan garis miring yang menunjukan konjungsi hubungan pemilihan.
Dalam hal koherensi, iklan ini sudah berkoherensi cukup baik. Karena bentuk wacana iklan termasuk ke dalam wacana prosedural, maka jarang sekali ditemui adanya konjungsi antarkalimat. Dalam hal ini kalimat berdiri sendiri-sendiri, namun membentuk kesatuan yang padu. Masing-masing kalimat saling bertautan. Kalimat (1) dibuka dengan menyebutkan nama perusahaan yang membutuhkan pegawai. Kalimat (2) menunjukkan syarat-syaratnya dan diikuti dengan kalimat (3) yang berisi petunjuk untuk mengirimkan lamaran lengkap dan kalimat (4) berisi pemberitahuan tentang wawancara yang akan dilakukan melalui SMS atau surat.
Dari iklan tersebut dapat ditangkap maksud pembuat iklan bahwa perusahaan PMSDN pusat sedang mencari pegawai untuk duduk pada posisi staff perusahaan. Syarat-syarat yang diajukan antara lain, pria/ wanita dengan umur maksimal 36 tahun, lulus SMU/ SMK serta jenjang S1 dengan segala macam disiplin ilmu yang pernah diambil. Perusahaan akan menerima pegawai yang memenuhi kualifikasi meskipun ia sudah atau belum berpengalaman kerja dan mempunyai dedikasi dan loyalitas terhadap kerja yang tinggi serta mempunyai kelakuan dan kepribadian yang baik. Pegawai harus bersedia ditempatkan di berbagai tempat yang ditentukan perusahaan. Iklan tersebut dapat dialamatkan kepada Bu Ning yang menangani bagian SDM ke alamat yang telah dicantumkan dalam iklan. Lamaran tersebut diberi jangka waktu satu minggu, jika melewati jangka waktu tersebut, maka lamaran akan ditolak. Ketentuan terakhir yaitu bahwa akan dilakukan test wawancara pada para pelamar yang memenuhi persyaratan, sementara pemberitahuan tentang wawancara itu akan dilakukan melalui SMS atau surat.
3. Contoh iklan lowongan kerja jenis ke-3
bth sgr : 1) sekretaris (Scr) min D3 max 25 th, suka musik, cekatan, bs kelola arsip, bhs Indo/ingg lisan –tulisan (mandarin diutamakan) 2)mrktg (Mkt) minD3, wws luas ttg musik INd, supel, sim C/A, diutmk pny mtr, tau wil Jkt(1&2)bs Ms.Off (ditgg 2 mgg) PoBox.2660JKT 10001(kode lmr dikiri ats amplop)/email personalia@gnpmusic.co.id
Iklan ini terdiri dari satu paragraf yang tersusun secara prosedural. Secara lengkap iklan tersebut berbunyi sebagai berikut.
Butuh segera:
1) Sekretaris (Scr) minimal D3 maximal 25 tahun, suka musik, cekatan, bisa kelola arsip, bahasa Indonesia/ Inggris lisan-tulisan (mandarin diutamakan)
2) Marketing (mkt) minimal D3, wawasan luas tentang musik Indonesia, supel, SIM C/A, diutamakan punya motor, tahu wilayah Jakarta (1&2) bisa Microsofft Office (ditunggu 2 minggu) PO BOX. 2660 JKT 10001 (kode lamaran di kiri atas amplop) / email personalia@gnpmusic. Co. id
Dalam iklan ini, kohesi belum terlihat. Bahasanya amat padat dan singkat, lebih singkat dari jenis iklan sebelumnya. Di sini tidak ditemukan adanya konjungsi, pengacuan, dan pemarkah kohesi yang lain. Sedangkan dalam koherensi, iklan ini juga berkoherensi rendah, karena dua kalimat tersebut menyebutkan dua hal yang berbeda dan kurang berhubungan
Dilihat dari segi konteksnya, iklan ini berisi permintaan pegawai untuk dua posisi penting dalam perusahaan, yaitu sebagai sekretaris dan marketing/bagian pemasaran. Untuk posisi sekretaris, perusahaan mengajukan persyaratan antara lain, pendidikan minimal D3, umur maksimal 25 tahun, menyukai musik, cekatan dalam bekerja, bisa mengelola arsip, bisa berbahasa Indonesia dan inggris baik lisan maupun tulisan. Untuk pelamar yang mampu berbahasa mandarin akan diutamakan dan mempunyai peluang besar untuk diterima. Sedangkan untuk posisi marketing, perusahaan menetapkan persyaratan pendidikan minimal D3, mempunyai wawasan yang luas tentang musik Indonesia, supel atau mudah bergaul dan menerima orang lain, mempunyai SIM C/ A. Untuk pelamar yang mempunyai sepeda motor atau mobil mampunyai kesempatan/ peluang yang besar untuk diterima, karena ia akan mudah dalam bergerak ke tempat-tempat yang menjadi tujuan pemasaran. Pelamar juga harus tahu tentang wilayah-wilayah di Jakarta, karena wilayah pemasarannya adalah daerah-daerah di Jakarta. Ketentuan lainnya adalah pelamar harus mampu mengoperasikan komputer dan menguasai program Microsoft office. Lamaran tersebut ditunggu dalam jangka waktu dua minggu dengan mengalamatkan surat lamarannya ke alamat yang dicantumkan atau melalui email dengan alamat yang telah disebutkan dalam iklan.
4. Contoh iklan lowongan kerja jenis ke-4
Anda ingin penghasilan tinggi di th. 2007. mari bergabung bersama kami, sbg sales/ mrktg dgn kriteria; pria/wnt, berpnmplan menarik, usia 20-30 th, min SMA, Rajin & Gesit, berpglm/tdk dibid. Sales/mrktg, dom.sktr Jaksel, Ciputatdsk. Utk pria memiliki sepeda motor&SIM.Kirim lamaran ke PT. Ciliwangi Berlian Motors, Jl raya Ciputat No. 155 (sam. Ruko ciputat) Jakarta selatan 15412
Iklan jenis ke empat ini terdiri dari satu paragraf dengan tiga buah kalimat tunggal. Secara lengkap iklan tersebut berbunyi sebagai berikut.
(1)Anda ingin penghasilan tinggi di tahun 2007
(2) Mari bergabung bersama kami sebagai sales marketing dengan criteria; pria/ wanita, berpenampilan menarik, usia 20-30 tahun, minimal SMA, rajin dan gesit, berpengalaman/ tidak di bidang sales/ marketing, domisili sekitar Jaksel, Ciputat dan sekitarnya, untuk pria mempunyai sepeda motor dan SIM.
(3) Kirim lamaran ke PT Ciliwung Berlian Motors, Jl. Raya Ciputat No. 155 (samping ruko Ciputat) Jakarta Selatan 15412
Iklan ini hampir sama dengan iklan lowongan kerja pada umumnya. Hanya saja, kalimat pembukanya dibuat berbeda. Wacana iklan ini mengandung pemarakah kohesi, antara lain pada kalimat (1) terdapat pemarkah pengacuan dengan kata Anda yang menunjukan kata ganti orang kedua tunggal. Pada kalimat (2) terdapat konjungsi dan yang bermakna hubungan penggabungan.
Apabila ditelaah dari unsure koherensinya, wacana iklan ini tidak memiliki kata hubung yang merangkaiakan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Wacana ini juda termasuk dalam wacana prosedural yang menggunakan point-point untuk menyebutkan isinya. Dari segi kebertautan, iklan ini mempunyai unsure kebertautan yang erat. Kalimat (1) berisi ajakan perusahaan yang bersangkutan kepada masyarakat dengan menjanjikan penghasilan yang tinggi. Kalimat (2) menyampaikan maksud agar masyarakat ikut bergabung dengan perusahaan yang bersangkutan, kemudian diikuti dengan kalimat (3) yang berisi syarat-syarat yang ditentukan oleh perusahaan, dan disusul dengan kalimat (4) yang berisi pemberitahuan alamat perusahaan.
Iklan jenis ke empat ini memberitahukan kepada khalayak bahwa sebuah perusahaan sedang membutuhkan pegawai yang bekerja dalam posisi sebagai sales/ marketing. Iklan ini dibuka dengan kalimat pembuka yang menarik pikir pembaca tentang besar penghasilan tinggi yang dijanjikan kepada pegawai. Harapan pembuat iklan, pembaca yang membaca iklan ini akan tertarik dengan frase penghasilan tinggi tersebut. iklan ini sedikit berbeda dengan iklan jenis 1), 2), dan 3) karena iklan ini dimulai dengan ajakan, sehingga terkesan lebih menarik dan sopan.
Semua jenis iklan lowongan pekerjaan yang diteliti ini pada umumnya sama, yaitu mencoba mengajak pembaca untuk melamar/ mendaftarkan dirinya pada perusahaan yang memasang iklan tersebut. Hanya saja, pengungkapan dan jenisnya dibuat berbeda untuk menciptakan variasi-variasi yang dapat menarik perhatian pembaca. Jika dlihat dari unsure kohesi dan koherensinya, wacana jenis iklan lowongan kerja ini memang belum begitu padu. Hal ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam iklan sangat padat dan mangandung banyak singkatan. Wacana pada iklan ini dapat dikategorikan ke dalam wacana procedural, sehingga jarang pula ditemui konjungsi antarkalimatnya. Akan tetapi, iklan tersebut tetap mudah kita pahami, karena sebelumnya kita sudah mengetahui konteks wacana iklan tersebut, sehingga dengan mudah kita menangkap pesan yang disampaikan dalam wacana iklan.
SIMPULAN
Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa iklan dalam hal ini iklan lowongan kerja merupakan wacana persuasif yang berbentuk prosedural. Dari empat contoh jenis iklan yang diteliti menunjukan bahwa iklan lowongan kerja pada umumnya mempunyai cirri yang hampir sama, baik dalam hal tata tulis, bahasa, maupun gramatikalnya.
Iklan lowongan kerja yang diambil dari harian Kompas tersebut menggunakan bahasa yang amat padat, kata-kata banyak mengandung singkatan-singkatan yang kadang kurang dimengerti oleh para pembaca, dan unsure-unsur kohesinya kurang tinggi. Di sana jarang ditemukan pemarkah-pemarkah kohesi secara lengkap. Pemarkah yang umum digunakan dalam jenis iklan ini adalah kohesi konjungsi/ penghubung, yaitu kata dan yang menunjuk pada hubungan penggabungan dua satuan bahasa. Pemarkah kohesi lain yang ditemukan adalah kata Anda yang merupakan kohesi pengacuan yaitu sebagai pronomina/ kata ganti orang ke dua tunggal. Kemudian ditemui juga tanda baca sebagai lambing pemarkah kohesi, seperti tanda garis miring yang menggantikan konjungsi atau yang menmpunyai makna hubungan pemilihan.
Dilihat dari ke-koherensi-annya, iklan lowongan kerja ini mengandung koherensi yang cukup tinggi. Dalam iklan tersebut memang tidak ditemui adanya konjungsi antarkalimat yang menunjukan kepaduan suatu wacana, namun dalam hal ini wacana iklan lowongan kerja mempunyai pertautan yang dikaitkan dengan konteks. Kalimat/ pernyataan yang satu dengan pernyataan yang lain saling berkesinambungan dan bertautan satu sama lain, sehingga tidak keluar dari masalah dan konteksnya.
Kata dan kalimat yang terdapat dalam iklan lowongan kerja sangat padat dan singkat. Para pembaca harus mampu menafsirkan isinya dengan baik, karena singkatan-singkatan dalam iklan tersebut bukan singkatan yang lazim digunakan dalam wacana-wacana lain. Pembaca harus melihat konteks iklan tersebut sebelum menafsirkannya. Dilihat dari isinya, iklan lowongan kerja tersebut kesemuanya mengandung bahasa persuasif yang mengandung ajakan-ajakan halus dan mempengaruhi pembaca untuk melamar jabatan yang diinginkan dalam iklan tersebut. Selain itu, iklan lowongan kerja juga mengandung syarat/ ketentuan yang harus dipenuhi oleh pelamar agar dapat menduduki dan diterima oleh perusahaan yang bersangkutan. Hal lain yang terdapat iklan tersebut adalah adanya ajakan untuk melamar posisi kerja yang diinginkan dan penyertaan alamat perusahaan yang bersangkutan atau alamat yang harus dituju jika mengirimkan surat lamaran kerja.
Keempat iklan yang diteliti menunjukan perbedaan-perbedaan cara penyampaian ajakan kepada masyarakat. Kejelasan serta bahasa yang menarik dan halus ini menentukan keberhasilan iklan dalam menarik perhatian pembaca. Mereka juga akan menangkap maksud iklan tersebut dengan baik. Semakin bagus unsur persuasifnya, semakin banyak pula masyarakat yang tertarik pada produk ataupun kedudukan yang ditawarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Alex Sobur. 2004. Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja
Anonim. 2007. “Kolom Ragam” dalam Surat Kabar Kompas Selasa, 10 April 2007
Bambang Yudi Cahyono. 1994. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press
Djajasudarma, T. Fatimah. 1994. Wacana. Bandung: PT Ernesco
Haliday, M. A. K dan Ruqaiya Hasan. 1992. Bahasa, Konteks dan Teks. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Nababan, P. W. J. 1987. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Rhenald Kasali. 1992. Manajemen Periklanan (Konsep dan Aplikasinya di Indonesia). Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti
Sarwidji Suwandi, Budhi Setiawan, dan Raheni Suhita. 1996. Pragmatik. Surakarta: UNS Press
Sumarlam. 2005. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra
Analisis Naskah Tripama
(Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra)
- Deskripsi Data
Membaca naskah/serat tripama adalah membaca keteladanan dari sikap luhur para tokoh/manusia di masa lalu. Dalam naskah tersebut tersirat pesan moral yang amat kompleks dan jelas. Peneliti telah membaca naskah ini, terutama dari segi sifat dan sikap para tokoh di dalamnya. Di antara sifat-sifat tersebut ada beberapa yang merupakan kelebihan dan kelemahan para tokoh yang tampaknya jarang kita temui saat ini. Wujud keteladanan dan sikap para tokoh dalam naskah Tripama dalam naskah antara lain:
a. Seyogyanya para prajurit, bila dapat engkau meneladan cerita pada masa lalu, andalan Sang prabu, Sasrabahu di Maespati, bernama patih Suwanda, jasanya ialah, yang terangkum dalam tiga hal, pandai, mampu dan berani yang diyakini, gagal layaknya keturunan mulia
-
- Yang dimaksud tiga amal baktinya, ia dapat menyelesaikan tugas, berusaha untuk dapat unggul mampu, maksudnya, ketika membantu perang negeri Magada, memboyong delapan ratus putri, dipersembahkan kepada rajanya, keberaniannya sudah jelas, berperang melawan raja Alengka, Suwanda gugur di medan perang.
- Ada lagi teladan yang baik, satria besar di negeri Alengka, sang kumbakarna namanya, walaupun berkecamuk perang di Alengka, dia mengajukan usul/saran kepada kandanya demi keselamatan, Dasamuka tidak terpengaruh usul itu, karena hanya melawan pasukan kera.
- Kumbakarna ditugaskan untuk berperang, kepada kakaknya dia tidak menolak, karena sebagai satria, dalam tekadnya tidak setuju /, hanya berpikir dan teringat ayah ibunya, dan segenap leluhurnya merasa sejahtera di Alengka, kini akan diserang oleh pasukan kera, bersumpah mati di depan laga.
- Ada lagi contoh lainnya, Suryaputra raja Awangga, dan dia adalah saudara pandawa lain ayah satu ibu, mengabdi pada raja kurupati, di negeri Hastina, dijadikan penglima perang, memimpin regu tempur peperangan, baratayuda dijadikan senapati, bala pasukan kurawa.
- Dimasukkan dengan saudaranya sendiri, berperang tanding melawan Danajaya, Sri karma sangat senang hatinya, karena mendapat jalan untuk membalas budi, kepada sang kurupati/duryudana, maka dia berusaha mati-matian,mengeluarkan segala kesaktiannya, berperang ramai dia mati terkena panah, sebagai satria yang gagah berani.
- Ketiga itu patut diteladani orang jawa, khususnya semua para perwira, perhatikanlah sekadarnya, terhadap jasa pengabdiannya, jangan sampai mengabaikan teladan, bila nanti akan memiliki keinginan walau tekad raksasa, tidak berbeda dengan budi makhluk lain, untuk mencapai keutamaan/kemuliaan.
Sifat-sifat luhur yang dapat dipetik dari naskah tersebut, antara lain:
a. Sumantri
Sifat mulia yang dimiliki:
1. menempuh jalan yang benar
2. taat perintah dan sadar kewajiban
3. penghayat budi luhur
4. menjunjung tinggi moral prajurit
5. tetap siaga bela Negara
6. rela berkorban jiwa raga
Kelemahannya:
- Belum mencapai kemandirian sejati
- tinggi hati
- buta hati tak tahu budi
b. Kumbakarna
Sifat mulia yang dimiliki:
- pembela kebenaran dan keadilan
- penyelamat lingkungan
- cinta bangsa dan tanah air
- taat perintah
kelemahannya:
- prajurit tidak cepat tanggap
- penakut yang egoistis, ragu-ragu, tidak gigih
- kurang pendekatan diri dengan penguasa agung
C. Basukarna
Sifat luhur yang dimiliki:
- membalas budi kebaikan
- ksatria cinta tanah air
- teguh dalam pendirian
- setia menepati janji
- berjuang menegakkan kebenaran dan melumpuhkan kemunkaran
Sikap tegasnya dilandasi tujuan luhur (tata luhur: menjadi kepercayaan), (tata batin: menegakkan kebenaran untuk melumpuhkan kemunkaran)
Kelemahannya:
1. Tinggi hati dan gila hormat
Sikap tidak terpuji tersebut ditampilkan dalam (1) dalam segala urusan kekeluargaan, kemanusiaan. Karna sukar diajak temu-pendapat sehingga tidak terjadi hubungan timbal balik antara dia dengan pihak lain. (1) Adipati karma tergolong tokoh yang sukar menerima pendapat orang lain termasuk sahabat, saudara, dan keluarganya. Sebaliknya semua pendiriannya tidak dapat dikalahkan dan sikap pribadinya harus dihormati pihak lain.
2. Pendendam dan pahlawan kebencian
Sifat jantan dan sikap tegas Adipati Karna tidak dilandasi cinta kasih yang manusiawi
3. Kesetiaan membuta
Kesetiaannya tidak disertai kearifan, kebijakan, dan kebajikan.
- Pembahasan
Sebelum mengarah ke pembahasan yang lebih dalam, kita sebaiknya melihat sekelumit tentang profil manusia Indonesia saat ini. Dampak dari sikap mental itu nantinya akan terakumulasi dan menjadi satu rangkaian potret kehidupan manusia Indonesua seluruhnya. Penulis berusaha mencoba mengungkapkan beberapa ciri masyarakat Indonesia saat ini yang diambil dari buku ”Manusia Indonesia” yang ditulis oleh Mochtar Lubis (2001).
Dimulai dari ciri pertama manusia Indonesia yang cukup menonjol ialah Hipokratis alias Munafik. Berpura-berpura, lain di muka, lain di belakang, merupakan sebuah cirri utama manusia Indonesia yang sudah sejak lama, sejak mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. Sikap ini telah mendorong terjadinya pengkhianatan intelektual di negeri kita. Jika direpresentasikan dengan keteladanan tokoh-tokoh dalam serat Tripama, maka sikap ini bertentangan dengan sikap Kumbakarna yang berani membela kebenaran dan keadilan. Ia berani karena benar, dan takut karena salah. Segala sesuatu yang baik ia ungkapkan dan yang buruk juga diungkapkan. Apabila terjadi kesalahan, maka ada kemauan untuk memperbaikinya.
Ciri kedua utama manusia Indonesia masa kini adalah segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya. “Bukan Saya” adalah kalimat yang cukup populer pula di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang sesuatu kesalahan, sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang tidak baik, satu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya. Dalam sejarah kita dapat hitung dengan jari pemimpin-pemimpin yang punya keberanian dan moralita untuk tampil ke depan memikul tanggung jawab terhadap sesuatu keburukan yang terjadi di dalam lingkungan tanggung jawabnya.
Ciri ketiga utama manusia Indonesia adalah jiwa feodalnya. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah juga untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tata upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya, jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi istri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan istri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Istri komandan, istri menteri otomatis menjadi ketua, bukan berdasarkan kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya, atau perhatian dan pengabdiannya. Keadaan seperti ini sangat mempersulit proses-proses perkembangan manusia dan masyarakat dalam dunia kita kini, di mana keselamatan satu bangsa atau satu masyarakat tergantung sekali pada lamban atau derasnya arus informasi yang dapat diterimanya mengenai keadaan dan perkembangan ekonomi, politik, pengtahuan, teknologi, dan sebagainya di dunia ini.
Ciri keempat utama manusia Indonesia adalah manusia Indonesia masih percaya takhayul. Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuatan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua.
Ciri kelima utama manusia Indonesia adalah artistik. Karena sikapnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah, dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat dengan alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasaan-perasaan sensualnya, dan semua ini mengembangkan dayaartistik yang besar dalam dirinya yang dituankan dalam segala rupa ciptaan artistic dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serba aneka maamnya, variasinya, warna-warninya.
Ciri keenam manusia Indonesia adalah punya watak yang lemah. Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang kuat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk “survive” bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektual amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia. Kegoyahan watak serupa ini merupakan akibat dari cirri masyarakat dan manusai feodal pula. Dia merupakan akibat dari cirri masyarakat dan manusia feodal pula. Dia merupakan segi lain dari sikap ABS (asal bapak senang)-untuk menyenangkan atasan dan menyelamatkan diri.
Ciri lainnya adalah dia lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau tepaksa. Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang amerika membuat instant tea. Manusia Indonesia sekarang jadi orang kurang sabar. Ciri lain adalah manusia Indonesia kini tukang menggerutu. Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.
Manusia Indonesia juga cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia. Orang kurang senang melihat orang lebih maju, lebih kaya, lebih berpangkat, lebih berkuasa, lebih pintar, lebih terkenal dari dirinya. Gampang senang dan bangga, pada yang hampa-hampa merupakan juga sebagian dari kesenangan kita pada segala rupa lambing dan semboyan yang tidak diisi. Kata-kata mutiara dalam nilai-nilai yang bijaksana, tetapi sayang sekali tidak diamalkan, dihayati, dahulu maupun sekarang.
Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia-sok. Kalau berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk –harta jadi rakus. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru. Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Sifat manusia yang lain adalah juga bahwa kita cenderung bermalas-malasan, akibat alam kita yang begini murah hati, untuk hidup dan memerhitungkan hidup hanya dari hari ke hari. Kita masih kurang rajin menyimpan untuk hari depan, dan berhitung jauh ke depan.
Masyarakat kita hari ini,masih dipengaruhi oleh sisa-sisa sikap serupa itu, maka juga manusia Indonesia masih lemah dalam mengaitkan antara sebab dan akibat. Ditambah pula dengan sikap nrima, percaya pada takdir, pada kismet, semua ini sudah begitu ditakdirkan Tuhan, maka tambah kendorlah proses logika manusia Indonesia. Ciri lain dari masyarakat kita adalah sikap tidak atau kurang peduli dengan nasib orang, selama tidak mengenai dirinya sendiri.
Era globalisasi yang sedang melanda masyarakat dunia, cenderung melebur semua identitas menjadi satu, yaitu tatanan dunia baru. Masyarakat Indonesia ditantang untuk makin memperkokoh jati dirinya. Bangsa Indonesia pun dihadapkan pada problem krisis identitas, atau upaya pengaburan (eliminasi) identitas. Hal ini didukung dengan fakta sering dijumpai masyarakat Indonesia yang dari segi perilaku sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. Padahal bangsa ini mempunyai identitas yang jelas, yang berbeda dengan kapitalis dan komunis, yaitu Pancasila.
Bangsa Indonesia menetapkan Pancasila sebagai azas. Maka, seluruh perilaku, sikap, dan kepribadian adalah pelaksanaan dari nilai-nilai Pancasila. Perilaku, sikap, dan kepribadian yang tidak sesuai dengan Pancasila berarti bukan perilaku, sikap, dan kepribadian masyarakat Indonesia.
Masyarakat yang melaksanakan perbuatan bertentangan dengan Pancasila, seperti korupsi, KKN, nepotisme, merampok, mempermasalahkan poligami tapi membiarkan perselingkuhan, melakukan perjudian, berzina, minum-minuman keras, dan lain-lain, baik yang dilaksanakan oleh individu maupun gerombolan (jamaah). Semua itu perbuatan yang sangat bertentangan dan tidak berpihak kepada Pancasila. Dengan kata lain, Pancasilanya lepas saat mereka sedang melakukan perbuatan terlarang itu.
Penetapan Pancasila sebagai azas selayaknya didukung oleh masyarakat Indonesia dengan menampilkan jati dirinya yang khas, yaitu identitas bangsa. Manakala masyarakat tidak menampilkan identitas ini sesungguhnya berarti Pancasila tidak dilaksanakan dalam berkehidupan di masyarakat. Sebenarnya Pancasila akan mengangkat bangsa ini sebagai salah satu warna dari berbagai identitas yang ada di masyarakat dunia, baik dalam bermasyarakat maupun bernegara. Bangsa ini malah bangga mempunyai identitas “baru” yang bila diperhatikan merupakan perwujudan antara identitas kapitalis dan komunis. Di bidang perekonomian, misalnya, banyak pergeseran ke arah kapitalis dimana swastanisasi dari sektor usaha yang melayani hajat hidup masyarakat kini sudah banyak. Atau, pengalihan sektor informasi ke swasta, yang merupakan pergeseran identitas Pancasila ke Kapitalis/Liberalis.
Di era reformasi Pancasila tenggelam, baik dalam tataran pelaksanaan maupun pembicaraan di kedai-kedai kopi pinggir jalan. Para pemimpin tidak bangga membawa/membicarakan Pancasila. Bahkan, membawa/membicarakan Pancasila dianggap menjadi beban psikologis dalam pentas reformasi yang hingga kini belum menunjukkan perubahan jelas seperti yang diinginkan masyarakat. Maka, lahirlah istilah-istilah orde baru, orde reformasi, dan sebagainya, di masyarakat. Bagi sebagian pemimpin, masyarakat yang membicarakan Pancasila takut dijuluki pengikut/penerus orde baru.
Pemimpin besar Bung Karno pernah mengatakan, bangsa Indonesia harus mandiri dan tidak ikut-ikutan pada budaya bangsa lain. Sekarang justru masyarakat kita telah berperilaku kapitalis/liberalis, yang artinya telah mengubah budaya kita sendiri. Lihat saja, kontes ratu kecantikan dengan dalih macam-macam. Serta, penafsiran yang salah terhadap perempuan dan poligami, pornografi yang dianggap seni, dan lain-lain. Itu semua menjauhkan gagasan suatu negeri dari cita-cita masyarakat madani atau masyarakat adil dan makmur, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.
Apalagi, untuk menuju masyarakat ini kita harus membangun masyarakat yang rabbani, insani, akhlaqi, dan tawazun. Hablumminannas wa hablumminallah. Masyarakat yang jauh dari keempat hal diatas berarti jauh pula dari perwujudan cita-citanya, serta akan kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Kaum kapitalis/liberalis gencar mengekspor tatanan yang menjadi identitasnya, melalui bantuan-bantuan dan pinjaman, baik program pembangunan masyarakat, pendidikan, kesehatan. Dengan isu demokrasi gender, dan lain-lain. Di sini, bukan berarti pancasila paham yang tertutup. Justru Pancasila mengajarkan sikap supel, luwes, dan saling menghargai kemerdekaan bangsa lain. Dalam pergaulan dunia pun paham Pancasila menganut sistem politik bebas aktif. Ini menujukkan Indonesia memiliki identitas sendiri dalam percaturan dunia.
Guna mewujudkan identitas yang khas, masyarakat Indonesia hendaknya berupaya sungguh-sungguh dalam mengarahkan akal pikiran dan kecenderungan dengan satu arah yang dibangun di atas satu azas, yaitu Pancasila. “Azas tunggal” yang digunakan dalam pembentukan identitas merupakan hal yang penting diperhatikan. Kelalaian dalam hal ini akan menghasilkan identitas yang tidak jelas warnanya.
Mengembangkan identitas ini bisa dilakukan dengan cara membakar semangat masyarakat untuk serius dan sungguh-sungguh dalam mengisi pemikirannya dengan nilai-nilai Pancasila, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dan, awas propaganda kapitalisg dekat padanya.
Kita juga telah membaca dan mendengar bahwa Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Dan ketika kita melihat sendiri kenyataan yang ada di depan kita, ternyata korupsi telah melibatkan banyak kalangan, baik di pusat maupun di daerah, di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan tokoh masyarakat. Kita pun jadi makin prihatin dan cemas, adakah pengusutan dapat dilakukan dengan tuntas dan adil? Cukup tersediakah aparat penegak hukum yang bersih untuk mengusutnya dengan adil, tepat, dan benar? Dan sampai kapan akan selesai?
Penegakan hukum serta pengusutan secara tuntas dan adil terhadap tindak korupsi memang harus dilaksanakan dan ditegakkan tanpa pandang bulu. Akan tetapi, kita pun harus memahami persoalannya secara lebih fundamental, agar menumbuhkan sikap arif untuk bersama-sama tak mengulang dan membudayakan korupsi dalam berbagai aspek kehidupan kita, sehingga tidak terjadi apa yang dikatakan “patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu” seperti sel kanker ganas karena akarnya yang telah meluas, maka semakin dibabat semakin cepat penyebarannya.
Indonesia adalah negara yang kaya, tetapi pemerintahnya banyak utang dan rakyatnya pun terlilit dalam kemiskinan permanen. Sejak zaman pemerintahan kerajaan, kemudian zaman penjajahan, dan hingga zaman modern dalam pemerintahan NKRI dewasa ini, kehidupan rakyatnya tetap saja miskin. Akibatnya, kemiskinan yang berkepanjangan telah menderanya bertubi-tubi sehingga menumpulkan kecerdasannya dan masuk terjerembap dalam kurungan keyakinan mistik, fatalisme, dan selalu ingin mencari jalan pintas.
Kepercayaan terhadap pentingnya kerja keras, kejujuran, dan kepandaian semakin memudar karena kenyataan dalam kehidupan masyarakat menunjukkan yang sebaliknya, banyak mereka yang kerja keras, jujur dan pandai, tetapi ternyata bernasib buruk hanya karena mereka datang dari kelompok yang tak beruntung, seperti para petani, kaum buruh, dan guru. Sementara itu, banyak yang dengan mudahnya mendapatkan kekayaan hanya karena mereka datang dari kelompok elite atau berhubungan dekat dengan para pejabat, penguasa, dan para tokoh masyarakat.
Akibatnya, kepercayaan rakyat terhadap rasionalitas intelektual menurun karena hanya dipakai para elite untuk membodohi kehidupan mereka saja. Sebaliknya, mereka lebih percaya adanya peruntungan yang digerakkan oleh nasib sehingga perdukunan dan perjudian dalam berbagai bentuknya semakin marak di mana-mana. Mereka memuja dan selalu mencari jalan pintas untuk mendapatkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, baik kekuasaan maupun kekayaan. Korupsi lalu menjadi budaya jalan pintas dan masyarakat pun menganggap wajar memperoleh kekayaan dengan mudah dan cepat.
Budaya korupsi seakan memperoleh lahan yang subur karena sifat masyarakat kita sendiri yang lunak sehingga permisif terhadap berbagai penyimpangan moral dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, korupsi dianggap sebagai perkara biasa yang wajar terjadi dalam kehidupan para penguasa dan pengelola kekuasaan yang ada. Sejak dahulu kala, para penguasa dan pengelola kekuasaan selalu cenderung korup karena bisnisnya ya kekuasaan itu sendiri. Penguasa bukanlah pekerja profesional, yang harus pintar, cerdas, dan rajin, tidak digaji pun mereka mau asal mendapatkan kekuasaan karena kekuasaan akan mendatangkan kekayaan dengan sendirinya.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada tekad presiden pilihan rakyat yang hendak melakukan percepatan pemberantasan korupsi, kita perlu merenungkan kembali dengan jernih apakah pemberantasan korupsi dapat dilakukan tanpa dekonstruksi sosial? Jangan sampai upaya pemberantasan korupsi seperti terperosok dalam sumur tanpa dasar yang tidak pernah dapat menyentuh landasannya dengan tepat dan benar. Jangan sampai kita terperosok dalam kebencian dan konflik tanpa ujung pangkal. Semua proses hukum memang perlu ditegakkan tanpa pandang bulu, tetapi tak akan pernah cukup karena kompleksnya persoalan korupsi itu sendiri. Semua orang tahu korupsi ada dan besar, tetapi betapa sulitnya mencari bukti dan definisi, seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Korupsi bukanlah hanya persoalan hukum saja, tetapi juga merupakan persoalan sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama. Realitas sosial yang timpang, kemiskinan rakyat yang meluas serta tidak memadainya gaji dan upah yang diterima seorang pekerja, merebaknya nafsu politik kekuasaan, budaya jalan pintas dalam mental suka menerabas aturan, serta depolitisasi agama yang makin mendangkalkan iman, semuanya itu telah membuat korupsi semakin subur dan sulit diberantas, di samping karena banyaknya lapisan masyarakat dan komponen bangsa yang terlibat dalam tindak korupsi. Karena itu, dekonstruksi sosial tak bisa diabaikan begitu saja dan kita perlu merancang dan mewujudkannya dalam masyarakat baru yang antikorupsi.
Dekonstruksi sosial memerlukan tekad masyarakat sendiri untuk keluar dari jalur kehidupan yang selama ini telah menyengsarakannya. Perlu ada tobat nasional untuk memperbarui sikap hidup masyarakat yang antikorupsi karena ko- rupsi ternyata telah menyengsarakan bangsa ini secara keseluruhan. Tobat dalam agama adalah kesadaran total untuk tak mengulangi lagi perbuatannya karena memang perbuatan itu telah mencelakakan dirinya dalam dosa. Dengan tobat, dia akan menjadi manusia baru yang bebas dari pengulangan dosa-dosa lama yang telah diperbuatnya.
Tobat bukanlah basa-basi, tetapi komitmen transendental untuk menembus dan memasuki kehidupan baru yang lebih baik. Dan tanpa tobat nasional, rasanya pemberantasan korupsi seperti benang kusut yang sulit mengurainya. Tobat nasional diperlukan untuk memotong budaya korupsi yang selama ini telah menjadi cara hidup, berpikir, dan berperilaku masyarakat untuk mendapatkan kekayaan. Tobat nasional harus dimulai dari imamnya, yaitu para pemimpin yang berada di puncak kekuasaan. Pemimpin yang bersih dan berketeladanan dapat menjadi rujukan perilaku rakyatnya. Pemimpin yang satunya kata dengan perbuatan, yang dengan rendah hati bersedia melayani rakyatnya, karena sesungguhnya seorang pemimpin adalah pelayan rakyatnya. Pemimpin yang cerdas, yang mampu membaca tanda-tanda zaman untuk membawa rakyatnya ke arah masa depan yang lebih baik, jelas, dan terukur. Pemimpin yang tidak bertopeng atas kekuasaannya sehingga denyut dan jeritan rakyatnya segera tertangkap oleh hati nuraninya yang tidak bertopeng.
Topeng kekuasaan harus dibuka melalui mekanisme sistemik yang inheren dalam kehidupan masyarakat baru yang sudah bertobat, yang dibangun dan dikawal oleh kepemimpinan yang berkeladanan dan visioner. Mekanisme sistemik yang menyerap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan, kebebasan, dan kemandirian menjadi kekuatan spiritual yang akan bekerja secara otomatis untuk melakukan kontrol atas keseimbangan mekanisme internalnya sendiri. Sesungguhnya kehidupan masyarakat adalah suatu mesin hidup yang mekanismenya otonom dan sistemik. Kehidupan masyarakat akan sehat jika mekanisme internalnya terkendali oleh spiritualitas kemanusiaan universal yang melandasi kehidupan manusia itu sendiri.
Dekonstruksi sosial bukanlah antitesis dari tesis yang ada, tetapi suatu sintesis dari keunggulan-keunggulan kemanusiaan dan bersifat dinamis melalui proses dialektik yang akan terus-menerus memperbarui dirinya. Sebagai sintesis, dekonstruksi sosial merupakan rajutan-rajutan baru yang terbuka secara terus-menerus, dan keterbukaan merupakan prasyarat utama dalam proses pembaruan itu sendiri. Dekonstruksi sosial harus melahirkan sistem kehidupan masyarakat baru yang terbuka dan semua urusan publik tidak lagi bertopeng. Rasanya korupsi hanya bisa dikendalikan jika semua urusan publik dilepaskan dari pemujaan atas topeng-topeng kekuasaan yang ada.
Dari banyak kasus tersebut kita tentu telah mampu menyimpulkan betapa rendahnya sikap mental manusia Indonesia, namun terkadang kita tidak menyadarinya. Berkaca dari sikap-sikap buruk yang dimiliki masyarakat Indonesia dan adanya keteladanan dari para tokoh dalam naskah Tripama, maka masyarakat Indonesia diharapkan mampu:
- selalu menyadari dan dengan penuh kesadaran mengurangi sifat-sifat kita yang buruk, dan mengembangkan yang baik-baik
- menciptakan kondisi masyarakat yang dapat mendewasakan diri dan melepaskan diri dan melepaskan dirinya dari lingkungan masyarakat semi atau neofeodalistis
- belajar memakai bahasa Indonesia secara lebih murni, lebih tepat dalam hubungan kata dengan makna, yang mengandung pengertian kita harus belajar menyesuaikan perbuatan kita dengan perkataan kita.
- meneladani sikap para tokoh yang terdapat dalam serat Tripama, terutama dari sifat-sifat yang baik.
Diharapkan pula naskah Tripama ini bukan hanya sekadar bacaan ringan bagi segelintir orang yang mengerti maknanya, namun lebih ditekankan pada para pemuda Indonesia yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Dalam dunia pendidikan khususnya, naskah ini patut diajarkan dan diterapkan dalam keseharian siswa. Paling tidak nantinya siswa akan menemukan dan membedakan antara sifat yang baik dan buruk. Ini akan menjadi langkah awal mengubah sikap mental manusia Indonesia yang buruk menjadi lebih baik.
Bahan Referensi:
Mochtar Lubis. 2001. Manusia Indonesia. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta
Budaya Korupsi dan Dekonstruksi Sosial oleh Musa Asyárie. Kompas, Jumat, 28/1/05. http://www.atmajaya.ac.id/content.asp?f=0&id=1135. Diakses 9 April 2008, pukul 0:56
Identitas Khas Bangsa Indonesia. http://www.p2kp.org/wartaarsipdetil.asp?mid=1605&catid=2&. Diakses 9 April 2008, pukul 1: 02
RPP
RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Sekolah : SMP Islam Diponegoro Surakarta
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ semester : VIII/ I
Aspek : 3. Membaca
Standar Kompetensi : Kemampuan membaca memindai ensiklopedi/ buku telepon, membaca cepat, membaca intensif petunjuk/ denah, dan membaca intensif buku biografi
Kompetensi Dasar : Peserta didik mampu membaca memindai ensiklopedi/buku telepon untuk menemukan informasi secara cepat
Indikator : 1. Mampu membaca memindai buku telepon
2. Mampu menemukan informasi dari buku telepon secara cepat
3. Mampu menemukan informasi dari Halaman Kuning (Yellow pages)
Alokasi Waktu : 1 x 40 menit ( 1 kali pertemuan)
A.Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu memindai buku telepon untuk menemukan informasi secara cepat
B. Materi Pembelajaran
Membaca buku telepon memerlukan strategi yang tepat. Jumlah nomor telepon yang tertera dalam buku telepon bisa berjumlah ratusan, bahkan ribuan. Untuk menemukan nomor secara tepat, teknik yang dapat digunakan adalah tekinik membaca memindai. Buku telepon memuat daftar nomor-nomor telepon dalam wilayah tertentu. Karena nomor telepon dalam suatu wilayah jumlahknya banayak, penyususnannya dilakukan secara alfabetis. Artinya, nama-nama yang memiliki nomor telepon diurutkan berdasarkan abjad, baik dalam urutan vertikal maupun horisontal. Di belakang nama tersebut diikuti alamat dan nomor teleponnya.
Membaca memindai
Adalah membaca cepat untuk menemukan informasi tertentu. Membaca memindai buku telepon berarti membaca cepat buku telepon untuk mencari nama dan nomor telepon tertentu. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
- Lihatlah dahulu huruf pertama nama yang kamu cari!
- Bukalah lembaran buku telepon sesuai dengan huruf pertama nama yang kamu cari
- Carilah nama yang kamu cari
- Jika ada nama ang huruf pertamanya sama, lihatkah huruf kedua, ketiga, dan seterusnya
- Seandainya ada kesamaan nama, lihatlah alamatnya
Dalam buku telepon juga terdapat bagian buku telepon yang khusus memuat informais bisnis. Halaman tersebut terletak di bagian belakang. Di dalam halaman kuning ini terdapat nama, alamat, dan nomor telepin bidang usaha. Jika seseorang ingin mencari alamat dan nomor telepon suatu perusahaan, dia dapat mencarinya di halaman tersebut.
Daftar nama instansi dibuat berdasarkan jenis usahanya, misalnya usaha yang bergerak di bidang mebel, telekomunikasi, dan percetakan. Cara ini memudahkan pengguna buku menemukan alamat dan nomor telepon dengan cepat.
C. Metode Pembelajaran
a. Tanya jawab
b. Ceramah
c. Inkuiri
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Guru melakukan apersepsi
b. Guru menampilkan materi membaca memindai dalam tampilan OHP
2. Kegiatan Inti
a. Siswa diberi pertanyaan tentang informasi dalam buku telepon
b. Siswa mencari informasi dalam halaman kuning
c. Siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan informasi dalam halaman kuning
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa melakukan kesimpulan dan refleksi
E. Sumber Belajar
1. Daftar telepon dan Yellow Pages/ halaman kuning
2. Buku Paket Bahasa Indonesia
F. Penilaian
1. Teknik : Tes Unjuk kerja
2. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja
3. Soal/ instrument
1. Bacalah pertanyaan di bawah ini dan temukan jawabannya dalam buku telepon dan Yellow pages yang telah dibagikan!
Soal
- Malam itu hujan lebat. Besok senin kamu akan menghadap ujian semesteran. Kamu harus belajar dua mata pelajaran sekaligus. Seketika itu juga lampu padam. Di luar sana hampir tak ada penerangan. Kamu sibuk mencari lilin, lalu mengidupkannya untuk belajar. Tetapi ruangan tak jua terang. Kamu punya inisiatif meminjam HP kakak kamu untuk menelepon PLN terdekat. Nomor manakah yang dapat kau hubungi??
- Seorang teman kamu pingsan karena seharian belum makan. Ternyata ia punya penyakit maagh yang cukup serius. Lalu kamu membawanya ke UKS, tetap ia tak kunjung sembuh. Ke manakah kamu harus menghubungi ambulance nya??
- Saudara kamu akan pulang ke daerahnya setelah seminggu berada di rumahmu. Saudaramu berencana akan pulang pagi dini hari agar sampa di rumah tidak kemalaman. Kamu pun tidak tahu bis apa yang akan berangkat pag dini hari. Nomor mana yang harus kamu hubungi untuk mengetahui jadwal keberangkatan bus tersebut?
|
No |
Aspek |
Skor |
|
1. |
Ketepatan jawaban |
10 |
|
2. |
Kecepatan menemukan jawaban |
10 |
|
|
Jumlah Skor |
20 |
Skor maksimum
Nomor 1 = 15
Nomor 2 = 20
Jumlah skor = 35
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = perolehan skor X skor ideal (100)=……
Guru Praktikan
Ari Setyaningsih
K 1205007
pedoman penulisan tanda baca
Pedoman Penulisan Tanda Baca
Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
contoh: Saya suka makan nasi.
Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan. Cara ini dilakukan dalam penulisan karya ilmiah.
2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
contoh:
• Irwan S. Gatot
• George W. Bush
Tetapi apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.
Contoh: Anthony Tumiwa
3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
• Dr. (Doktor)
• Ny. (Nyonya)
• S.E. (Sarjana Ekonomi)
4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:
• dll. (dan lain-lain)
• dsb. (dan sebagainya)
• tgl. (tanggal)
Dalam karya ilmiah seperti skripsi, makalah, laporan, tesis, dan disertasi, dianjurkan tidak mempergunakan singkatan.
5. Tanda titik dibelakang huruf dalam suatu bagian ikhtisar atau daftar.
contoh:
I. Penyiapan Ulangan Umum.
A. Peraturan.
B. Syarat.
Jika berupa angka, maka urutan angka itu dapat disusun sebagai berikut dan tanda titik tidak dipakai pada akhir sistem desimal.
Contoh:
• 1.1
• 1.2
• 1.2.1
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh: Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
contoh:
• Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
• Nomor Giro 033983 telah saya kasih kepada Michael.
8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, yang terdapat di dalam nama badan pemerintah, lembaga- lembaga nasional di dalam akronomi yang sudah diterima oleh masyarakat.
contoh:
• Sekjen : (Sekretaris Jenderal)
• UUD : (Undang-Undang Dasar)
• SMA : (Sekolah Menengah Atas)
• WHO : (World Health Organization)
9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
contoh:
• Cu (Kuprum)
• 52 cm
• l (liter)
• Rp 350,00
10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel dan sebagainya.
contoh:
• Latar Belakang Pembentukan
• Sistem Acara
11. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat.
contoh:
• Jalan Kebayoran 32
• Jakarta, 3 Mei 1997
• Yth.Sdr.Ivan
Jalan Istana 30
Surabaya
Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi.
contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
contoh:
• Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
• Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
contoh:
• Oleh karena itu, kamu harus datang.
• Jadi, saya tidak jadi datang.
5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada awal kalimat.
contoh:
• O, begitu.
• Wah, bukan main.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
contoh: Kata adik, “Saya sedih sekali”.
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan tanggal, (ii) bagian-bagian kalimat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
contoh:
• Medan, 18 Juni 1984
• Medan, Indonesia.
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia Indonesia.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
contoh: Rinto Jiang,S.E.
11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
contoh:
• 33,5 m
• Rp 10,50
12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.
13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
contoh: dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.
Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan pengembangan bahasa.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
contoh: “Di mana Rex tinggal?” tanya Stepheen.
Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.
Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
contoh:
• yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari.
• Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
contoh:
Ketua : Borgx
Wakil Ketua : Hayabuse
Sekretaris : Ivan Lanin
Wakil Sekretaris : Irwan Gatot
Bendahara : Rinto Jiang
Wakil bendahara : Rex
3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
contoh:
Borgx : “Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Wikipedia!”
Rex : “Siap, Boss!”
4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
contoh:
(i) Tempo, I (1971), 34:7
(ii) Surah Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit.
5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
contoh:
….dia beli ba-
ru juga.
-Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
contoh:
…. masalah i-
tu akan diproses.
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
contoh:
…. cara baru meng-
ukur panas
akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
contoh:
………mengharga-
i pendapat.
3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
contoh: anak-anak
tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
contoh: p-e-n-g-u-r-u-s
5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
bandingkan:
• ber-evolusi dengan be-revolusi
• dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
• Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
• PN dengan di-PN-kan.
6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
contoh:
• se-Indonesia
• hadiah ke-2
• tahun 50-an
• ber-SMA
• KTP-nya nomor 11111
• bom-V2
• sinar-X.
7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:
• di-charter
• pen-tackle-an
Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang).
Tanda Pisah (—)
1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
-Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera
2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
contoh:
Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
contoh:
• 1919—1921
• Medan—Jakarta
• 10—13 Desember 1999
Tanda Garis Bawah (_)
Tanda Elipsis (….)
Tanda Tanya (?)
Tanda Seru (!)
Tanda Kurung ((…))
Tanda Kurung Siku ([...])
Digunakan untuk tambahan komentar yang bukan berasal dari penulis asli. Contoh:
• Katanya, “[Adam] tidak datang ke sekolah hari ini”.
Tanda Kurung Lancip (<…>)
Biasa digunakan di bahasa komputer HTML
Tanda Kurung Kurawal ({…})
Tanda Kurung Ganda («…»)
Biasa digunakan di bahasa pemrograman komputer
Tanda Petik (“…”)
1. Tanda petik digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan.
contoh: kata Ketua, “Kita akan segera berangkat besok.”
Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda petik tunggal biasa digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Misalnya, seperti di bawah ini.
“Aku mendengar seseorang memanggil, ‘Nori, Nori’, dari hutan itu,” ujar Ramon.
Tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit terjemahan, ungkapan asing, atau penjelasan kata. Kalau dalam linguistik, tanda petik itu disebutkan mengapit makna.
Tanda Ulang (…2)
Ditulis dengan menambahkan angka 2 (atau 2) di akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali. Tanda penyingkatan ini tidak resmi. Kata yang berulang harus ditulis penuh. Contoh:
• Buku-buku (bukan “buku2″)
• Saudara-saudara (bukan “saudara2″)
Tanda Garis Miring (/)
Biasa digunakan untuk menyatakan “atau”, biasanya untuk dua kata yang bersinonim. Contoh:
• Membuat / melakukan. (dibaca: membuat atau melakukan)
Untuk dua hal yang hampir serupa bunyinya, dalam hal ini tanda “/” tidak dibaca. Contoh:
• RT/RW
• AC/DC
Sebagai lambang matematika untuk pembagian (tanda bagi).
Tanda Garis Miring Terbalik (\)
Tanda Penyingkat (Apostrof)(`)(‘)
Bagaimana Memakai Konjungsi (2 habis)
Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang mempunyai fungsi menghubungkan kalimat dengan kalimat lain. Contohnya kalimat berikut:
- Saya bertemu dia ketika kami belajar di Wisma Bahasa.
Kata ketika adalah kata hubung yang menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat kedua.
- Kalimat pertama = Saya bertemu dia.
- Kalimat kedua = Kami belajar di Wisma Bahasa.
Dalam bahasa Indonesia ada banyak konjungsi : sementara, sambil, ketika, supaya, sehingga, dan lain-lain. Bagaimana memakai konjungsi itu ?
1. Sementara
- Mempunyai dua subjek yang berbeda.
- Mempunyai aktivitas sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Bapak memasak di dapur.
Kalimat kedua = Ibu membaca koran. (pada waktu sama)
Kalimat gabung = Bapak memasak di dapur sementara ibu membaca koran.
2. Sambil
- Mempunyai satu subjek sama.
- Mempunyai aktivitas sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya membaca koran
Kalimat kedua = Saya medengarkan musik.(pada waktu sama)
Kalimat gabung = Saya membaca koran sambil mendengarkan musik.
3. Ketika
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Mempunyai aktivitas yang tidak sama waktu.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya sedang mandi.
Kalimat kedua = Dia datang.(beberapa waktu sesudah saya mulai aktivitas mandi)
Kalimat gabung = Dia datang ketika saya sedang mandi.
4. Supaya
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Kalimat kedua adalah tujuan (goal/aims) kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat pertama = Saya belajar keras.
Kalimat kedua = Saya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia (kalimat ini adalah tujuan dari ‘ Saya belajar keras ‘, pada saat sekarang saya belum bisa berbicara dalam bahasa Indonesia)
Kalimat gabung = Saya belajar keras supaya saya bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.
5. Sehingga
- Mempunyai satu atau dua subjek.
- Kalimat kedua adalah hasil/akibat (effect/result) kalimat pertama.
Contoh :
Kalimat pertama = Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam.
Kalimat kedua = Saya terlambat bangun pagi.(kalimat ini adalah akibat atau hasil ‘Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam’)
Kalimat gabung = Tadi malam saya menonton tv sampai jam 12 malam sehingga terlambat bangun pagi.
Latihan
Gabungkan dua kalimat ini dengan memakai kata hubung yang tepat !
1.Guru saya menjelaskan tatabahasa. Saya menulis.
2.Saya menyanyi. Saya bermain gitar.
3.Tadi pagi saya tidak makan pagi. Sekarang saya merasa lapar sekali.
4.Saya mau tidur lebih awal. Besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.
5.Dia berolah raga setiap pagi. Dia mau menjadi sehat.
6.Ibu menonton tv. Bapak membersihkan rumah.
7.Saya sedang jalan-jalan di Malioboro. Saya bertemu teman saya.
8.Pieter bekerja keras sekali hari ini. Sekarang dia merasa capai sekali.
9.Dia membaca koran. Dia makan pagi.
10. Saya bekerja di Indonesia. Saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa
Posted on 17 September, 2007 by wismabahasa
Sebelum menjelaskan konjungsi yang lainnya, di bawah ini adalah kunci jawaban latihan tatabahasa untuk edisi yang lalu.
1.Guru saya menjelaskan tatabahasa sementara saya menulis.
2.Saya menyanyi sambil bermain gitar.
3.Tadi pagi saya tidak makan pagi sehingga sekarang saya merasa lapar sekali.
4.Saya mau tidur lebih awal supaya besok pagi saya bisa bangun pagi-pagi.
5.Dia berolah raga setiap pagi supaya menjadi sehat.
6.Ibu menonton tv sementara bapak membersihkan rumah.
7.Ketika saya sedang jalan-jalan di Malioboro saya bertemu teman saya.
8.Pieter bekerja keras sekali hari ini sehingga sekarang dia merasa capai sekali.
9.Dia membaca koran sambil makan pagi.
10. Ketika saya bekerja di Indonesia saya belajar bahasa Indonesia di Wisma Bahasa.
Sekarang perhatikan konjungsi di bawah ini:
1. Karena
Kata hubung ”karena” mempunyai arti alasan (reason).
Contoh:
Kalimat pertama : Hari ini dia tidak belajar di kelas.
Kalimat kedua : Dia sakit perut. (kalimat ini adalah alasan bahwa Hari ini dia tidak
belajar di kelas)
Kalimat gabung : Hari ini dia tidak belajar di kelas karena sakit perut.
2. Kalau, seandainya
Kata hubung ”kalau” dan ”seandainya” mempunyai arti syarat (condition).
Contoh:
Kalimat pertama : Saya akan datang di pestamu nanti malam.
Kalimat kedua : Nanti malam tidak ada hujan. (kalimat ini adalah syarat bahwa Saya
akan datang di pestamu nanti malam)
Kalimat gabung : Saya akan datang di pestamu nanti malam kalau nanti malam tidak
ada hujan.
Kata hubung ”seandainya” kadang-kadang mempunyai makna bahwa syarat dalam kalimat kedua hampir tidak mungkin (imposible) terjadi.
Contoh:
Kalimat pertama: Saya akan terbang ke semua tempat di dunia.
Kalimat kedua: Saya punya sayap. (kalimat kedua adalah syarat (yang tidak mungkin
terjadi) bahwa Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia)
Kalimat gabung: Saya akan terbang ke semua tempat bagus di dunia seandainya
saya punya sayap.
3. Tetapi
Kata hubung ”tetapi” mempunyai arti pertentangan (contrastif).
Contoh:
Kalimat pertama : Dia memang bodoh
Kalimat kedua : Dia rajin.
Kalimat gabung : Dia memang bodoh, tetapi rajin.
4. Sejak
Kata hubung ”sejak” mempunyai arti ”awal waktu mulai aktivitas”
Contoh:
Kalimat pertama : Dia belajar bahasa Indonesia.
Kalimat kedua : Dia bekerja di perusahaan Indonesia. (aktitivitas dalam kalimat kedua
adalah awal dia mulai belajar bahasa Indonesia)
Kalimat gabung: Dia belajar bahasa Indonesia sejak dia bekerja di perusahaan
Indonesia.
5. Meskipun
Kata hubung ”meskipun” mempunyai arti ”ada kesungguhan”
Contoh:
Kalimat pertama: Dia belum sembuh dari sakitnya.
Kalimat kedua: Dia sudah minum banyak obat. (kalimat kedua menyatakan bahwa dia
sungguh-sungguh dengan usaha keras sudah minum obat)
Kalimat gabung: Dia belum sembuh dari sakitnya meskipun sudah minum banyak obat)
•
penulisan kata
Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.
1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola [1].
2. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
5. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang, sayur mayur).
4. Gabungan kata atau kata majemuk
1. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
3. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
6. Kata depan atau preposisi (di [1], ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya.
7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
8. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
2. Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
3. Partikel per- yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
9. Singkatan dan akronim. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan singkatan dan akronim.
10. Angka dan bilangan. Lihat Wikipedia:Pedoman penulisan tanggal dan angka.
Kata turunan
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.
Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
1. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
2. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
1. ber-an dan ber-i
2. di-kan dan di-i
3. diper-kan dan diper-i
4. ke-an dan ke-i
5. me-kan dan me-i
6. memper-kan dan memper-i
7. pe-an dan pe-i
8. per-an dan per-i
9. se-nya
10. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
1. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
2. Sisipan: -en-, -el-, dan -er-.
[sunting] Awalan me-
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
Aturan khusus
Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:
1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
Konsensus penggunaan kata
Tiongkok dan tionghoa
Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa, apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara), Tionghoa (bahasa dan orang).
Mayat dan mati
• mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata wafat, meninggal, gugur, atau tewas (tergantung konteks).
• mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. Gunakan kata jasad atau jenazah.
Pranala ke situs luar
Sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat seperti “Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi situs ini.” pada artikel yang belum lengkap. Sebaiknya pranala ke situs tersebut dimasukkan ke bagian Pranala luar dan menambahkan Templat:Stub dengan mengetik:
{{stub}}
atau
{{rintisan}}
di bagian akhir artikel.
Penggunaan “di mana” sebagai penghubung dua klausa
Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia TIDAK mengenal bentuk “di mana” (padanan dalam bahasa Inggris adalah “who”, “whom”, “which”, atau “where”) atau variasinya (“dalam mana”, dengan mana”, dan sebagainya). Penggunaan “di mana” sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata “yang” sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, HINDARI PENGGUNAAN BENTUK “DI MANA”, apalagi “dimana”, termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.
Contoh-contoh:
(1) Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … .
• Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … .
(2) Dari artikel Tegangan permukaan: Teganganpermukaan = F / L dimana :
F = gaya (newton)
L = panjang m).[sic]
• Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m), tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L.
Di sini tampak bahwa “apabila” menggantikan posisi “di mana” (ditulis di kalimat asli sebagai “dimana”).
(3) Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … .
• Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … .
Contoh-contoh lain silakan ditambahkan.
[sunting] Kata penghubung “sedangkan”
Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata “sedangkan”. “Sedangkan” adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama, sama seperti “dan”, “atau”, serta “sementara”. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. “Sedangkan” digunakan untuk mengawali kalimat, padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata “sementara itu”.
Contoh: Dari harian Jawa Pos:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini, 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 1:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 2:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sementara itu, jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
[sunting] Daftar kata
Untuk daftar yang lebih lengkap, lihat pula halaman utamanya.
Gabungan kata yang ditulis serangkai
1. acapkali
2. adakalanya
3. akhirulkalam
4. alhamdulillah
5. astagfirullah
6. bagaimana
7. barangkali
8. bilamana
9. bismillah
10. beasiswa
11. belasungkawa
12. bumiputra
13. daripada
14. darmabakti
15. darmasiswa
16. dukacita
17. halalbihalal
18. hulubalang
19. kacamata
20. kasatmata
21. kepada
22. keratabasa
23. kilometer
24. manakala
25. manasuka
26. mangkubumi
27. matahari
28. olahraga
29. padahal
30. paramasastra
31. peribahasa
32. puspawarna
33. radioaktif
34. sastramarga
35. saputangan
36. saripati
37. sebagaimana
38. sediakala
39. segitiga
40. sekalipun
41. silaturahmi
42. sukacita
43. sukarela
44. sukaria
45. syahbandar
46. titimangsa
47. wasalam
[sunting] Kata yang sering salah dieja
Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan, sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan.
1. aktif, aktip
2. aktivitas, aktifitas
3. al Quran, alquran
4. analisis, analisa
5. Anda, anda
6. apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker)
7. asas, azas
8. atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik)
9. bus, bis
10. besok, esok
11. diagnosis, diagnosa
12. ekstrem, ekstrim
13. embus, hembus
14. Februari, Pebruari
15. frekuensi, frekwensi
16. foto, Photo
17. gladi, geladi
18. hierarki, hirarki
19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
20. ibu kota, ibukota
21. ijazah, ijasah
22. imbau, himbau
23. indera, indra
24. indragiri, inderagiri
25. istri, isteri
26. izin, ijin
27. jadwal, jadual
28. jenderal, jendral
29. Jumat, Jum’at
30. kanker, kangker
31. karier, karir
32. Katolik, Katholik
33. kendaraan, kenderaan
34. komoditi, komoditas [2]
35. komplet, komplit
36. konkret, konkrit, kongkrit
37. kosa kata, kosakata
38. kualitas, kwalitas, kwalitet [2]
39. kuantitas, kwantitas [2]
40. kuitansi, kwitansi
41. kuno, kuna [3]
42. lokakarya, loka karya
43. maaf, ma’af
44. makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah)
45. mazhab, mahzab
46. metode, metoda
47. mungkir, pungkir (Ingat!)
48. nakhoda, nahkoda, nakoda
49. narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain)
50. nasihat, nasehat
51. negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa)
52. November, Nopember
53. objek, obyek
54. objektif, obyektif/p
55. olahraga, olah raga
56. orang tua, orangtua
57. paham, faham
58. persen, prosen
59. pelepasan, penglepasan
60. penglihatan, pelihatan; pengecualian
61. permukiman, pemukiman
62. perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK
63. pikir, fikir
64. Prancis, Perancis [4]
65. praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum)
66. provinsi, propinsi
67. putra, putera
68. putri, puteri
69. realitas, realita
70. risiko, resiko
71. saksama, seksama (Ingat!)
72. samudra, samudera
73. sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
74. saraf, syaraf
75. sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)
76. sekretaris, sekertaris
77. sekuriti, sekuritas [2]
78. segitiga, segi tiga
79. selebritas, selebriti
80. sepak bola, sepakbola
81. silakan, silahkan (Ingat!)
82. sintesis, sintesa
83. sistem, sistim
84. sorga, surga, syurga
85. subjek, subyek
86. subjektif, subyektif/p
87. Sumatra, Sumatera
88. standar, standard
89. standardisasi, standarisasi [5]
90. tanda tangan, tandatangan
91. tahta, takhta
92. teknik, tehnik
93. telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon
94. teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)
95. terampil, trampil
96. ubah (=mengganti), rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku
97. utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang)
98. wali kota, walikota
99. Yogyakarta, Jogjakarta
100. zaman, jaman
Lihat pula
• Diskusi komunitas Wikipedia mengenai penggunaan bahasa Indonesia – sudah tidak aktif, namun masih bisa diakses.
• Wikipedia:Pedoman alihaksara Arab ke Latin
• Wikipedia:Pedoman alihaksara Sirilik ke Latin
Catatan kaki
1. ^ a b di dapat juga berfungsi baik sebagai imbuhan yang harus dirangkai penulisannya maupun kata depan yang harus dipisah penulisannya. Kesalahan penulisan di merupakan salah satu kesalahan yang sangat umum ditemukan.
2. ^ a b c d Tidak semua akhiran -ty dalam bahasa Inggris dialih-bahasakan menjadi -tas walaupun tak dimungkiri bahwa mayoritasnya demikian, dalam hal ini berlaku kata-kata seperti sekuriti dan komoditi yang menggunakan sistem kedua (-ti bukan -tas), hal yang sama berlaku pada kata properti (bukan propertas). Kata-kata lainnya misalnya kuantitas memang menggunakan penerjemahan -tas. Lihat Wikipedia:Pedoman penyerapan istilah.
3. ^ Lihat bagian diskusi halaman ini
4. ^ Walaupun “Prancis” lebih dianjurkan, Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan ejaan “Perancis” sesuai konsensus.
5. ^ Kata standardisasi memang dieja tanpa mengesampingkan huruf d antara standar dan -isasi, seperti halnya di kata implemen yang menjadi implementasi.
Pedoman penulisan huruf kapital
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Berikut adalah pedoman penulisan tanda baca sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Huruf kapital atau huruf besar sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
• Dia mengantuk
• Kita harus bekerja keras
• Apa maksudnya?
• Selamat pagi.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
• Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
• Bapak menasihati, “Berhati-hatilah, Nak!”
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.;
• Allah
• Yang Maha Pengasih
• ..dan Kami turunkan kepadamu..
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
• Haji Agus Salim
• Presiden Soekarno
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, instansi, atau nama tempat.
• Gubernur Ali Sadikin
• Menteri Hari Sabarno
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• “Siapakah gubernur yang baru saja dilantik itu?”
• Brigadir Jendral Sugiarto baru dilantik menjadi mayor jendral.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama orang.
• Ricky Setiawan
• Vieta Fitria Diani
• Muhammad Alif Atma Ain Azza
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
• suku Sasak
• bangsa Indonesia
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• mengindonesiakan kata asing
• keinggris-inggrisan.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai untuk kata ‘bangsa’, ‘suku’, dan ‘bahasa’ yang mengawali sebuah nama.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
• Bandung Lautan Api
• Proklamasi Kemerdekaan
• hari Minggu
• Iedul Fitri.
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• memproklamasikan kemerdekaan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi
• Asia Tenggara
• Jazirah Arab
• Selat Sunda
• Kota Bogor.
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• Berlayar ke teluk.
• Pada hari minggu ku turut ayah ke kota.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama negara, badan, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, kecuali konjungsi.
• Departemen Pendidikan Nasional
• Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
• Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
Tetapi perhatikan juga penulisan berikut!
• Menurut undang-undang dasar kita
• Menjadi sebuah republik
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata partikel, seperti: di, ke, dari, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
• Dari Ave Maria ke Jalan Lain Menuju Roma
• Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Umum
Huruf kapital dipakai dalam singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
• Dr. = Doktor
• dr. = Dokter
• Sdr. = Saudara
• S.Sos. = Sarjana Sosial
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
• Kapan Bapak berangkat?
• Surat Saudara sudah saya terima.
Catatan: Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.
• Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
• Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
Huruf kapital dipakai untuk menyebutkan judul karya ilmiah (bukan judul buku).
• PENELITIAN BAWANG GORENG
Catatan: Jika judul karya ilmiah itu memiliki kata konjungsi (kata penghubung), maka huruf kapital hanya diberikan di huruf pertama setiap kata, sementara huruf pertama kata konjungsi tetap menggunakan huruf kecil.
• Penelitian Tentang Gempa Aceh dan Yogyakarta.
Penulisan kata
Berikut adalah ringkasan pedoman umum penulisan kata.
1. Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Contoh: Ibu percaya bahwa engkau tahu.
2. Kata turunan (lihat pula penjabaran di bagian Kata turunan)
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. Contoh: bergeletar, dikelola [1].
2. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi
3. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.
4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai. Contoh: adipati, mancanegara.
5. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung. Contoh: non-Indonesia.
3. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung, baik yang berarti tunggal (lumba-lumba, kupu-kupu), jamak (anak-anak, buku-buku), maupun yang berbentuk berubah beraturan (centang-perenang, sayur mayur).
4. Gabungan kata atau kata majemuk
1. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Contoh: duta besar, orang tua, ibu kota, sepak bola.
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. Contoh: alat pandang-dengar, anak-istri saya.
3. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. Lihat bagian Gabungan kata yang ditulis serangkai.
5. Kata ganti (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki, kauambil, bukumu, miliknya.
6. Kata depan atau preposisi (di [1], ke, dari) ditulis terpisah, kecuali yang sudah lazim seperti kepada, daripada, keluar, kemari, dll. Contoh: di dalam, ke tengah, dari Surabaya.
7. Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil.
8. Partikel
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai. Contoh: bacalah, siapakah, apatah.
2. Partikel -pun ditulis terpisah, kecuali yang lazim dianggap padu seperti adapun, bagaimanapun, dll. Contoh: apa pun, satu kali pun.
3. Partikel per- yang berarti “mulai”, “demi”, dan “tiap” ditulis terpisah. Contoh: per 1 April, per helai.
[sunting] Kata turunan
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.
[sunting] Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
1. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
2. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya
2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
1. ber-an dan ber-i
2. di-kan dan di-i
3. diper-kan dan diper-i
4. ke-an dan ke-i
5. me-kan dan me-i
6. memper-kan dan memper-i
7. pe-an dan pe-i
8. per-an dan per-i
9. se-nya
10. ter-kan dan ter-i
3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
1. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
2. Sisipan: -en-, -el-, dan -er-.
[sunting] Awalan me-
Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.
Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:
1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Mei 2010 (2)
- April 2010 (4)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (3)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (9)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS