Arisetya

Lihat, pahami, rasakan!

Manusia

Apakah itu manusia?

Pertama dan terutama, manusia bukanlah pikiran dan kesadaran, melaikan badan, daging dan darah yang terlahir dalam suatu keluarga dan kondisi social tertentu. Apapun kecenderungan religiusnya, manusia tidak akan ada tanpa badannya. Dan badan manusia memiliki lima kualitas / sifat utama, yaitu:

  1. Sensitif
  2. Emotif (sifat yang berhubungan dengan emosi)
  3. Sensasional
  4. Mempunyai seks
  5. Dapat beregerak

Berbeda dengan benda mati, makhluk hidup mengalami banyak sensasi. Sensivitas ini mencapai puncaknya dalam diri manusia. Badan mencatat sensai-sensasi itu dengan sendirinya, lalu melahirkan reaksi. Reaksi-reaksi ini dimungkinkan berkat kelima indera manusia. Indera-indera ini berkaitan satu sama lain. Lagipula, sensai-sensai ini dicatat dalam otaknya.

Segala yang dirasakan manusia, ia rasakan dalam kelima indera dan ia rasakan dengan otaknya. Ia merasakan dalam kulitnya, apa yang terdengar, apa yang terlihat, bau yang tercium, atau citarasa yang terkecap.

Badan bersifat emotif, dan sensai dari kenikmatan dapat membawa ke emosi cinta, benci, ketakutan ataupun emosi yang lain. Dalam diri manusia semua sensasi-sensasi tersebut membangkitkan emosi. Di samping itu, manusia adalah makhluk rasional. Ia mengenal benda-benda, memiliki kemampuan berfikir, mengerti dan berbuat salah.

Ketiga situs ini, yakni sensasi, emosi, dan pikiran berkomunikasi satu sama lai secara bebas. Komunikasi ini kemudian membangkitkan sensasi. Tapi litas ini bisa terjadi sebaliknya, sekurangnya dua arah: pikiran beralih wujud ke dalam emosi lalu membangkitkan sensasi.

Arti seorang manusia

Manusia adalah makhluk hidup yan mempunyai pikiran dan batin yang merdeka, yang lahir tanpa pilihan. Tapi ia mempunyai kedaulatan untuk berusaha dan menentukan pilihan-pilihan guna memperbaiki hdupnya, sepanjang kemampuan diri yang dibawa sejak lahir mengjinkan.

Selanjutnya, pada akhirya nanti, ia harus mati. Tetapi ia juga mempunyai kedaulatan untuk mempersiapkan kematian yang tidak bisa ia duga dan kira. Kapan pun saatnya dan bagaimana pun caranya.

Pada hakikatnya, kesadara memikirkan kehidupan itu selalu disertai dengan kesadaran mempersiapkan kematian. Kualitas hidup seseorang akan sebanding dengan kualitas matinya.

Subjek yang harus diketahui tentang manusia

Hal yang paling mendasar bagi kehidupan baru yang harus mengekspresikan dirinya— sebagai suatu perasaan moder—tentang dunia dan kehidupan adalah bahwa manusia mesti dipandang sebagai wujud kosmik. Kondisi dari eksistesinya, dengan lingkungan alamiah dan artifisialnya, mekanisme dan organisme, citra badan, jiwa, dan intelektualnya (manusia adalah sebagai wujud ragawi dan spiritualnya) merupakan subjek yang harus diketahui.

Manusia harus dipandang bukan sebagai suatu ide/ motif objektif, tapiu sebagai suatu keseluruhan perwujudan jiwa dan badan. Manusia harus dipandang sebagai suatu perwujudan kosmik, suatu dunia secara total.

Semua hwal dar dunia nyata memperoleh makna secara itelek hanya bila ia terbebas dari keterasingan objektivitasnya (keberadaannya) dan dipandang secara bersama-sama denga manusia dan dunia keseluruhannya.

Objek tidak punya arti sama sekali apabila merupakan ihwal terasin yang terpisah. Hanya dalam kepetautan dengan system tatanan alam semestinya ia memeperoleh artinya dan menjadi kuantitas yang mendorong manusia untuk berhubungan dengannya.

Demikian pula manusia. Ia memperoleh artinya bila dipandang bukan saja sebagai objek tetapi sebagai perwujudan kosmik (sebagai system tatanan yang menyeluruh ). Dengan demikian manusia merupakan suatu totalitas dalam dirinya sendiri dan bagian dari suatu totalitas yan lebih besar, yaitu kosmos, yang dapat diangap sebagai suatu kepertautan dengan system alam semesta.

Manusia itu terbungkus dalam suatu kosmos dan pada gilirannya kosmos mempengaruhi manusia, karena kosmos merupakan suatu semesta yang terdiri atas:

  1. Roh (kandungan pikiran- menunjuk ke spirit dan makna, ke hal-hal batin di iterioritas)
  2. Badan (alam)
  3. Jiwa (perasaan)

Ketiga esensi/ hakikat ini eksis (cara bedanya) hanya dalam hubungannya timbale-baliknya.

Roh (kandungan pikiran) merupakan dampak batin dari alam dan tdak dapat diukur dengan waktu dan tidak megeal batasan ruang.

Alam merupakan sosok yang teraba dan meraga dalam ruang (perwujudan yang ragawi). Alam memiliki kebutuhan dan menyosok dalam ruang.

Jiwa (perasaan) merupakan alat penghubung dan bergerak dalam waktu.

Segala sesuatu dimulai dengan bersahaja, yakni hasil suatu realisasi dari yang esesnsal. Di dalam kesenian, harus memiliki vitalitas organic. Konsekuensinya adalah harus akrab dengan bentuk-bentuk organic.

Hidup

Untuk hidup, harus mempunyai kemampuan:

  1. Mengorganisasikan diri
  2. Melakukan seleksi
  3. metabolisme; yaitu proses organisme dalam sel, dimana gizi dbentuk sebagai zat hidup
  4. komunikasi

Gerak

Tanpa gerak tak akan ada kehidupan-tanpa kehidupan tak akan ada gerak. Gerak ke seantero ruang adalah iirama. Irama merupakan ekpresi di kehidupan dalam ruang. Gerka tumbuh merupakan ekspresi yang dalam. Produk dari gerak dan kontra gerak adalah ketegangan. Bila ketegangan ini diekspresikan, dia mengisi karya itu dengan efek kehidupan dari kekuatan-kekuatan yang harmonis, kendati sering kali saling bertentangan. Ketegangan dari gerak dan kontragerak, diwujudkna lewat kesatuan plastic. Ini disebut komposisi. Plastic adalah perwujudan kehidupan yang tiga dimensional. Suatu kehadiran bentuk plastic yang tidak didominasi oleh gerak dan irama adalah bentuk yang mati. Oleh karenanya, tidak ekspresif sifatnya.

Dari “Warisan Roedjito”(sang maestro Tata panggung, perihal teater dan sejumlah aspeknya)

Desember 3, 2008 - Posted by | Teater

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: