Arisetya

Lihat, pahami, rasakan!

About teater*

About teater*

Tahu gak, teater itu apa? Apa manfaatnya buat kita? Dan bagaimana cara memainkannya?

Teater berasal dari kata teatron (yunani). Teater adalah sebuah pertunjukan yang kadang bisa memuat sekitar 100.000 penonton. Teater juga dapat diartikan mencakup gedung, pekerja (pemain dan kru panggung), sekaligus kegiatya (isi pentas/ peristiwanya). Sementara itu ada juga yang mengartikan teater sebagai semua jenis dan bentuk tontonan, baik di panggung maupun dari arena terbuka. Jadi teater itu mencakup 3 kekuatan, yaitu pekerja, tempat, dan penonton/ penikmat).

Ada beberapa perbedaan antara istilah drama, teater, dan sandiwara.

Drama adalah ide/ jalan pikiran yang ditulis. Kisahnya tentang manusia.

Teater adalah tempat terjadiya pertunjukan. Drama menjadi terwujud bentuknya di dalam teater.

Sedangkan Sandiwara berasal dari Indonesia. Sandi berarti rahasia, dan wara berarti berita. Jadi, sandiwara berarti rahasia/misteri yang diberitakan kepada penonton.

Bermain teater ternyata mempunyai beberapa manfaat. Berteater adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi ajang pelatihan diri dan pengasahan dalam memaknai perilaku atau tindakan disiplin, bertaggung jawab, jujur, kemampuan bekerja sama, rasa percaya diri, dan pembetuka kepribadian tanpa pemaksaan.

Tujuan berteater antara lain adalah salah satu upaya pencarian kebahagiaan lewat sebuah cermin yang jujur dan selalu berpihak kepada hati nurani. Dalam teater yang dieksplorasi adalah watak manusia, problem manusia itu, dan cara mengatasi problem-problem itu. Untuk menggali perwatakan manusia itu sangat diperlakuka daya pemahaman.

Bermain teater itu juga ada caranya lho!!

Berteater perlu pengasahan yang intensif terhadap alat-alat raga (olahraga) dan instrument sukma (olah sukma). Bagian raga yang harus diolah antara lain tangan, wajah termasuk mata dan mulut, leher, perut, serta suara/vocal. Baian sukma antara lain termasuk di dalamnya pengasahan, penghayatan, penyerapan, imajinasi, penafsiran, dan ekspresi. Untuk bermain teater diperlukan pelatihan yang tak henti-henti. Ibarat pedang atau pisau, ia harus selalu diasah supaya tajam. Jika ingin bergiat di dalamnya, mendaftarlah ke sekolah drama atau bergabung dengan sebuah kelompok teater.

*Catatan ini aku ambil dari bukunya Om Nano yang berjudul “menyentuh Teater”

Desember 8, 2008 - Posted by | Teater

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: