Arisetya

Lihat, pahami, rasakan!

Ough, I’m Speechless

Buat kamu-kamu yang sedang menghadapi konsultasi dengan dosen atau pembimbing skripsi, makalah, dan sebagainya, ada tips nih biar kita bisa tampil Pede di depan mereka dan gak grogi atau nervous. Kita seringkali gak bisa ngomong kalau berada di depan mereka. alasannya bisa macem-macem, ada yang bilang, dosen itu galak, pinter banger so kita takut untuk membantah dan akhirnya kita speechless alias lost of words atau kehabisan kata-kata. Ada pula yang sampai ngumpet-ngumpet atau mengalihkan pandangan kalau bertemu mereka karena takut atau sungkan dengan dosen itu. Nah, semua itu sebenarnya bisa kita atasi. Ada beberapa tips nih buat kamu-kamu yang menghadapi kendala tersebut. Semoga bisa dijadikan acuan, dan dipraktikan kelak. Gak manjur-manjur amat sih, tapi moga aja bisa tukar pengalaman.

Untuk menghadapi kondisi semacam itu yang bisa kita lakukan:

  1. tunjukin sikap ramah, modal utamanya adalah SENYUM. Senyum bisa membuat hati tenang, selain itu orang yang kita ajak senyum juga merasa kita perhatikan.
  2. jangan lupa menyapa, tundukan kepala atau bungkukin badan. Gunakan bahasa tubuh yang pas.
  3. berjalanlah dengan pelan dan jangan terkesan terburu-buru, karena mereka akan menganggap kita hanya akan bertemu mereka sebentar saja
  4. gunakan bahasa yang sopan, santun, dan jelas. Jangan sampai dosen menanyakan kembali apa yang telah kita ucapkan atau meminta kita mengulang apa yang kita ucapkan
  5. ramah. Itu kunci kedua. Biasakan kita bersikap ramah, dengan cara mengakrabi mereka. apapun yang terjadi, biarkan kita mencoba memberi perhatian dan mengerti aktivitas mereka yang amat padat. Tapi yang perlu diingat, janganlah kita menanyakan hal yang terlalu bersifat pribadi dan terlalu banyak pertanyaan yang tidak perlu.
  6. dosen juga manusia, so jangan merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia. Usahakan kita jangan menyangkal atau membantah jika itu gak bener-bener perlu. Karena, mereka itu lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih tinggi dari kita.
  7. jawablah semua pertanyaan yang dilontarkan ke kita. Jangan sampai kita kehabisan kata-kata. Apapun jawaban kita itu akan lebih dihargai daripada kita diem aja. Karena betapapun jawaban kita salah dan gak nyambung itu menandakan kita mendengarkan dan memperhatikannya.
  8. kalau jawaban kita disalahkan, jangan langsung down. Usahakan jawaban lain yang relevan, atau mintalah dosen menanyakannya sekali lagi. Misalnya, “maaf pak, mohon diulangi sekali lagi pertanyaannya!”
  9. jika telah selesai berkonsultasi, jangan lupa ucapkan TERIMA KASIH. Ucapkan pula permisi sebagai tanda perpisahan.
  10. tutuplah pertemuan dengan senyuman, meskipun yang telah terjadi itu banyak kekurangannya.

Selamat mempraktikan, semoga berhasil!!! (salam senyum)

Februari 25, 2009 - Posted by | psikologi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: