Arisetya

Lihat, pahami, rasakan!

Bali, ada apakah??

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) MAHASISWA BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH SEMESTER V

Hari/tanggal                  : Minggu-Kamis/28-1 November 2007

Tempat             : Pulau Bali

Objek kunjungan          : Objek studi dan objek wisata

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Tingkat kemajuan suatu bangsa bergantung pada kualitas pendidikan bangsa tersebut. Peran dunia pendidikan sangat berperan dalam perkembangan suatu bangsa untuk menciptakan kehidupan yang modern, damai, serta untuk menciptakan suasana yang kondusif.  Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan pun mulai menyejajarkan dirinya agar dapat berjalan seiring dengan bergolaknya arus globalisasi yang menuntut bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa tersebut.

Usaha peningkatan pendidikan ini dilakukan secara menyeluruh dari berbagai aspek, mulai dari perubahan kurikulum, hingga sistem atau metode pengajaran yang meliputi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Peningkatan ini dilakukan secara universal, bertahap, berkelanjutan, dan fleksibel. Pemerintah perlu melakukan pembaharuan penataan sistem pendidikan yang ada untuk mendapatkan mutu pendidikan yang berkualitas.

Berangkat dari fenomena pendidikan di atas, FKIP UNS menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). KKL merupakan salah satu mata kuliah umum semester V. Kuliah ini diadakan sebagai usaha untuk mengatasi permasalahan di bidang pendidikan, khususnya permasalahan yang akan dihadapi para calon guru, yaitu untuk mengetahui perkembangan dan tangtangan yang ada di dunia kerja yang sesungguhnya. Melalui mata kuliah ini mahasiswa dipersiapkan praktik di lingkungan yang nyata, terlepas dari teori-teori yang diberikan dosen di kelas.

KKL yang dilaksanakan tersebut dimaksudkan agar mahasiswa mempunyai wawasan tentang realita dari sedemikian banyak teori yang didapat di bangku kuliah sehingga nantinya mahasiswa tersebut akan cakap dalam menerapkan teori yang telah ia dapatkan selama mengikuti perkuliahan.

Berdasarkan fungsi dan tujuan mata kuliah ini maka mahasiswa program Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah angkatan 2005 mengadakan KKL dengan tujuan Pulau Bali. Objek yang dikunjungi dalam KKL ini adalah objek kunjungan studi dan objek kunjungan wisata. Khusus untuk objek kunjungan studi, kami mengambil Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam rangka studi banding, perpustakaan UPTD Gedong Kirtya Singaraja, dan Balai Bahasa Denpasar.

B. Tujuan

Kuliah Kerja Lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa program Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah FKIP UNS mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

  1. Mengetahui berbagai koleksi yang terdapat di perpustakaan UOTD Gedong Kirtya Singaraja
  2. Mengetahui sistem perkuliahan yang diadakan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha)
  3. Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan dan perkembangan bahasa dan sastra Indonesia serta bahasa daerah, khususnya Bahasa Bali yang dikelola oleh Balai Bahasa Denpasar
  4. Mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan peradaban budaya Pulau Bali perkembangan  serta eksistensinya di dunia pariwisata di Indonesia.

2.  Deskripsi kegiatan

Pemberangkatan rombongan dimulai pada pukul 13.30 WIB, berangkat dari gedung E FKIP UNS dengan didampingi oleh dua orang dosen pembimbing. Rombongan berjumlah 34 orang dengan menggunakan 1 buah bus. Selama di Bali, rombingan menginap di Penginapan Made, Denpasar.

a) Kunjungan Hari Pertama

a. Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA)

Rombongan sampai di tujuan sekitar pukul 11.00 WITA. Kunjungan disambut oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMP) Pendidikan Bahasa Indonesia Undiksha dilanjutkan dengan diskusi yang membahas tentang Sistem kurikulum sekolah oleh perwakilan mahasiswa bahasa Indonesia Undiksha dan UNS. Selain itu, rombongan KKL kami juga mempersembahkan tarian Gambyong, tarian asli dari Jawa Tengah. Acara kemudian dilanjutkan dengan studi banding antara Undiksha dengan UNS khususnya pada jurusan bahasa Indonesia. Kegiatan inti yang dilakukan oleh mahasiswa adalah pembedahan makalah tentang cara memotivasi mahasiswa dalam meraih sukses dengan bahasa, saling melontarkan pendapat, serta bertukar informasi.

Undiksa merupakan satu-satunya Universitas Pendidikan berstatus Negeri di Bali, tepatnya di kota Singaraja. Undiksha yang dahulu bernama IKIP Negeri Singaraja ini mempunyai beberapa fakultas ilmu pendidikan yang tersebar di dua daerah di kota Singaraja, yaitu:

  1. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
  2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA),
  3. Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  4. Fakultas Ilmu Pendidikan (IP), Fakultas Teknologi Pendidikan
  5. Fakultas  Pendidikan Keolahragaan (POK).

Jadi, selain memiliki fakultas keguruan, Undiksha juga memiliki Fakultas non-keguruan/murni.

Objek studi yang kami kunjungi adalah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas ini sama halnya dengan jurusan PBS di UNS dan merupakan fakultas tertua di Undiksha. Di Undiksha sendiri terdapat empat jurusan, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Bali, dan Pendidikan Seni Rupa. Selain itu, fakultas juga mempunyai program D3 Bahasa Indonesia, D3 Bahasa Inggris, D3 Bahasa Bali, dan Seni rupa murni.

Sama halnya dengan FKIP UNS, Undiksha juga mempunyai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfungsi untuk mengembangkan minat dan bakat serta pusat kegiatan di luar bidang akademik di Undiksha. Undiksha sendiri sering mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik di tingkat provinsi maupun nasional. Pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional Undiksha memenangi beberapa kejuaraan, di antaranya meraih medali emas melalui lomba penulisan cerpen (Jurusan Bahasa Inggris), dan medali perak  lomba melalui lomba penulisan drama pendek (Jurusan Bahasa Indonesia). Selain itu, Undiksha juga menghasilkan banyak penulis baik sastra maupun non-sastra. Hal ini didukung oleh adanya mata kuliah jurnalistik yang menunjang mahasiswa untuk melatih keterampilan menulis. Undiksha mempunyai sarana pendukung/penunjang perkuliahan, diantaranya perpustakaan yang terletak di kampus tengah Universitas Udayana khususnya untuk Fakultas Bahasa Seni.

Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Undiksha juga mempunyai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) seperti halnya HIMPROPSI di UNS. HMJ ini digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan mahasiswa jurusan bahasa Indonesia dari berbagai angkatan. Bidang kegiatan HMJ ini antara lain adalah pembuatan mading yang diserahkan pada setiap angkatan jurusan bahasa Indonesia.

b. Gedung Kirtya

Tidak jauh dari Undiksha terdapat museum Kirtya. Museum ini dirikan pada tahun 1928 dan diperuntukkan bagi semua pihak khususnya para pelajar dan masyarakat umum.  Museum ini dahulu adalah milik Karon, presiden Belanda, yang kemudian dikelola oleh pemerintah kabupaten Singaraja. Di museum ini dapat kita temui koleksi buku-buku serta naskah sastra Bali kuno yang masih ditulis dalam daun lontar. Naskah ini dahulu ditulis dengan menggunakan penggubrak/pengupil, yaitu semacam pisau kecil yang dilapisi kemiri dan fungsinya sama halnya dengan pensil. Naskah-naskah tersebut disimpan di lorong tersendiri dalam sebuah kotak kayu dan pisahkan menurut tahun dan jenis karya sastranya. Sebagian kotak naskah tersebut kini masih terdapat di Belanda.

Gedung Kirtya ini merupakan museum manuscript, yaitu naskah-naskah yang bertuliskan tangan khusus untuk sastra Bali. Di museum ini bisa ditemui berbagai macam jenis tulisan Bali yang hampir sama jenisnya dengan tulisan Jawa. Huruf Bali ituberjumlah 18 buah, sedangkan huruf Jawa berjumlah 20 buah (ha, na, ca, ra ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga). Huruf bali hanya berjumlah 18 buah karena huruf dha dan ta digabungkan menjadi satu huruf. Naskah yang ada dalam museum ini, antara lain serat Mahabarata V, serat Ramayana yang ditulis oleh Guming, dan serat Baratayuda yang ditulis oleh Karon.

Selain menyimpan naskah-naskah sastra kuno Bali, museum Kirtya juga menyimpan foto kuno dan patung Ken Dedes yang disumbangkan oleh mahasiswa seni rupa Universitas Denpasar. Museum Kirtya juga menyimpan buku-buku kuno dari tahun 1930- sekarang yang diperbolehkan untuk dibaca atau dikopi oleh pengunjung. Museum Kirtya saat ini dikelola oleh I Gusti Bagus Sudiasta.

c. Bedugul

Menempuh perjalanan dengan kendaraan bus sambil menikmati pegunungan, jurang, dan tebing merupakan suguhan tersendiri yang diberikan oleh Pulau Bali dalam perjalanan menuju Bedugul. Danau dengan panorama yang indah ditambah dengan udara yang sejuk ini membawa kenikmatan tersendiri bagi pengunjung. Hanya dengan menaiki Speed Boat seharga 15 ribu, pengujung dapat menikmati kesejukan danau bedugul sekaligus melihat vila yang dikelilingi oleh berbagai macam tumbuhan tropis dan pegunungan di sekelilingnya.

d. Sangeh

Orang mengatakan, jika pergi ke Bali janganlah lupa menengok saudara tuamu. Sangeh, sebuah desa keramat di Bali yang mempunyai ribuan kera dan ribuan pohon pala. Tak sembarang orang bisa masuk ke tempat ini. Wanita yang sedang mengalami haid atau datang bulan tak boleh masuk ke tempat ini. Konon, sang penunggu atau leluhur amat menyukai hal-hal yang suci dan bersih. Satu hal menarik sekaligus aneh yang bisa ditemukan di tempat ini adalah adanya pohon lanang dan pohon wadon. Mengapa bisa dinamakan demikian? Pohon ini memang sangat aneh. Bentuknya menyerupai tubuh laki-laki dan tubuh perempuan. Kedua pohon ini menyatu dan saling membelakangi satu sama lain. Masyarakat mempercayai pohon ini sebagai pohon keramat.

b. Kunjungan Hari ke-2

a. Balai Bahasa Denpasar

Perjalanan menuju ke Balai Bahasa Denpasar menempuh waktu sekitar setengah jam dari penginapan. Di sana rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Bahasa Denpasar dilanjutkan dengan diskusi mengenai profil dan peran serta balai bahasa di Bali. Balai Bahasa Denpasar merupakan 4 dari pusat bahasa tertua di Indonesia. Kantor ini dibangun bersamaan dengan pusat bahasa di Jakarta. Pusat Bahasa merupakan lembaga pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Akan tetapi, saat ini pusat bahasa menjadi lembaga pembinaan dan pengembangan bahasa secara umum tidak terkhusus pada bahasa Indonesia saja.

Pusat Bahasa mempunyai dua bidang kegiatan, yaitu bidang pembinaan dan pengembangan. Bidang pembinaan bertugas untuk meningkatkan pemakaian bahasa. Programnya antara lain:

  1. penyuluhan bahasa
  2. pelatihan karya ilmiah
  3. penyebaran informasi dengan tujuan agar wawasan kebahasaan meningkat melalui penerbitan penyiaran.

Pembinaan bahasa indonesia direalisasikan dengan kegiatan seminar dan lokakarya baik secara langsung maupun melalui media massa dan elektronik. Bidang pengembangan bertugas melakukan penelitian dan pengembangan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kegiatannya antara lain berurusan dengan korpus bahasa, pengkajian bahasa, sastra, dan pemakaian bahasa.

Tugas utama balai bahasa Denpasar adalah penelitian (pengembangan bahasa, sastra Indonesia, dan bahasa daerah). Kegiatannya meliputi:

1. Bidang Pengembangan

  1. penelitian (masalah bahasa daerah sastra Indonesia dan daerah)
  2. Penyusunan kamus dwibahasa
  3. Pengkajian penyusunan materi ajar untuk BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)
  4. Uji Kemahiran Berhasa (UKBI)

2. Bidang Pembinaan

a. sesuai masalah yang dihadapi pada saat itu

b. porsinya sama untuk bahasa Indonesia dan daerah

c. jika ada masalah tentang bahasa Daerah dilakukan pembinaan.

Kendala yang dihadapi pusat bahasa dewasa ini semakin besar. Hal ini disebabkan oleh arus globalisasi yang semakin cepat mengalir jika dibandingkan dengan kecepatan melakukan sosialisasi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia juga semakin tergerus peradaban, hal ini diindikasikan dengan banyaknya bahasa asing yang diadopsi maupun diadaptasi oleh bahasa Indonesia sehingga fungsi dari bahasa Indonesia itu semakin kabur.

Rombongan KKL disuguhi pula dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Teater Angin dari SMA N 1 Denpasar. Suguhan dua buah lagu yang dibawakan 7 siswa Bali ini akan dipentaskan dalam festival musikalisasi puisi antarprovinsi di Jakarta.

b. Pantai Tanjung Benoa

Tanjung Benoa terletak di antara pulau Bali dan pulau Lombok. Pantai Tanjung Benoa berbeda dengan pantai-pantai lain di pulau Bali. Di pantai ini pengunjung bisa menikmati berbagai macam permainan pantai, seperti banana boat, motor boat, paraselling, dan lain-lain. Selain itu, pengujung dapat pula melihat taman laut dengan menaiki glass bottom boat menuju ke Teluk penyu (turtle island). Di Teluk penyu pengujung dapat melihat puluhan penyu dan berbagai macam satwa yang dilindungi, seperti burung gagak, ular, dan lain sebagainya.

c. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Patung raksasa Garuda Wisnu Kencana terletak di Denpasar tepatnya di sebelah barat Universitas Udayana. Patung ini dibangun di antara gugusan batu kapur yang tingginya mancapai puluhan meter di atas permukaan laut. Patung ini dibuat dari bahan tembaga dan berbetuk burung garuda yang dinaiki oleh dewa Wisnu. Pembuatan patung raksasa ini memakan waktu bertahun-tahun secara bertahap dan saat ini baru sampai pada bentuk separuh tubuh dewa Wisnu dan separuh tubuh burung garuda. Patung ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2010 dan akan menjadi patung tertinggi di Asia Tenggara. GWK sering digunakan sebagai tempat pertemuan baik acara berskala nasional maupun internasional.

d. Joger

Joger merupakan pusat perbelanjaan barang-barang bermerek Joger khas pulau Bali dan tidak dapat ditemui di kota-kota lain. Untuk menuju tempat ini pengunjung yang menaiki bus besar dan kendaraan yang berukuran lebih dari 5 meter harus berhenti sejenak di parking central area dan dilanjutkan dengan menaiki kendaraan umum yang juga mengantarkan pengujung ke pantai Kuta. Barang-barang merek Joger yang banyak diserbu pengunjung, antara lain kaos, tas, sandal, souvenir, dan pernak-pernik. Joger lebih terkenal juga karena memiliki kekhasan tulisan bernada ironi, aneh, dan lucu yang tertera pada setiap barang merek Joger.

e. Pantai Kuta

Setelah mengunjungi Joger, pengunjung biasanya melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta dengan kendaraan umum. Di pantai ini pengunjung dapat menikmati keindahan tenggelamnya matahari (sun set) sekitar pukul empat sampai lima sore. Di sepanjang pantai ini berjejer berbagai macam hotel berbintang dan club/dikotik yang dikunjungi oleh turis mancanegara.

c. Kunjungan Hari Ketiga

a. Pantai Sanur

Pantai Sanur terletak di pulau Bali sebelah utara. Di pantai ini pengunjung dapat menikmati keindahan terbitnya matahari (Sun Raise). Pantai ini memiliki bebatuan karang yang mengelilinginya.

b. Museum La Mayer

Tidak jauh dari pantai ini pengunjung dapat mengunjungi Museum La Mayer. Museum ini berisi lukisan-lukisan karya La mayer, seorang pelukis berkebangsaan Belgia yang tinggal di Indonesia dan menikah dengan seorang gadis Bali yang bernama Ni Nyoman Polok atau Ni Polok. Museum ini dahulu merupakan tempat tinggal La Mayer bersama istrinya. Ia dan istrinya pada waktu itu juga menggunakan rumahnya sebagai galeri lukisan yang banyak dikunjungi wisatawan asing. La Mayer meninggal karena penyakit kanker telinga, kemudian jenazahnya dijemput ke negara Belgia oleh Ratu Belgi. Setelah kepergian La Mayer, istrinyalah yang mengelola kembali galeri lukisan itu. Akan tetapi, setelah istrinya meninggal lukisan tersebut banyak yang hilang dan tersebar di sekitar kota Denpasar. Karena lukisan-lukisan karyanya dianggap sangat berkualitas seni tinggi, presiden Soekarno dan Dinas Pariwisata Denpasar mencari dan mengumpulkan kembali lukisan-lukisan tersebut dan mengabadikan rumah La mayer menjadi sebuah museum lukisan. Di museum tersebut kini terdapat puluhan lukisan asli karya La Mayer dari awal pembuatan hingga akhir hayatnya.

b. Pusat Perbelanjaan Galuh

Tempat ini merupakan pusat perbelanjaan terkenal di Bali  yang menjual berbagai jenis barang, seperti pakaian, kerajinan tangan, souvenir, pernak-pernik, dan lain-lain. Barang- barang yang dijual di sini adalah barang-barang dengan tingkat orisinalitas yang tidak diragukan lagi. Harga yang ditawarkan di sini memang lumayan tinggi. Pengunjung domestik, khususnya pelajar dan mahasiswa akan mendapatkan diskon 50% dari setiap pembelian barang-barang, sedangkan pengunjung mancanegara diberi harga dua kali lipatnya.

b. Pasar Sukowati

Pasar ini merupakan satu-satunya pasar yang paling banyak dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan domestik. Di sini dijual berbagai macam pakaian dan kerajinan Bali. Hal yang paling menarik di pasar ini adalah proses tawar-menawar yang disuguhkan oleh penjual. Pembeli yang pandai menawar akan mendapatkan harga yang serendah-rendahnya. Bermacam-macam barang yang dijual di sini adalah barang kerajinan atau souvenir yang dapat dijadikan oleh-oleh. Pengunjung dapat membeli barang dengan jumlah yang banyak karena harga yang ditawarkan tidak terlalu tinggi. Harganya barang berkisar dari Rp.500,- hingga puluhan ribu rupiah.

C. Analisis Hasil Kunjungan

a. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha)

Kunjungan ke Undiksha memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa, antara lain:

  1. Kami dapat mendapat banyak pengetahuan tambahan tentang sistem perkuliahan yang ada di Undiksha Singaraja dan mata kuliah apa saja yang diajarkan di Univesitas tersebut
  2. Kami dapat melihat peran mahasiswa untuk meningkatkan kemauan mahasiswa dalam mempelajari bahasa
  3. Kami dapat melihat apresiasi mahasiswa terhadap bahasa
  4. Adanya diskusi antarmahasiswa mengenai kesuksesan yang dapat diraih melalui bahasa.

Meskipun banyak pengalaman menyenangkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. setelah diskusi berakhir, kami tidak diajak untuk mengetahui secara langsung kondisi sarana prasarana yang terdapat di Undiksha
  2. Kurangnya tanggapan dan peran serta mahasiswa Undiksha dalam menanggapi makalah dari kami tentang cara meraih sukses dengan bahasa.

b. Perpustakaan UPTD Gedong Kirtya Singaraja

Kunjungan yang kami lakukan di perpustakaan UPTD Gedong Kirtya Singaraja ini berjalan sangat lancar. Akan tetapi, terdapat banyak koleksi yang dapat menambah wawasan kita terhadap sastra Bali. Ternyata masih banyak sekali naskah yang ditulis dalam daun lontar. Usaha yang dilakukan petugas untuk tetap mempertahankan kekhasannya ini adalah dengan menyalin tulisan-tulisan yang ada dalam buku ke dalam daun lontar.

c. Balai Bahasa Denpasar

Kegiatan yang dilakukan di balai bahasa secara umum berlangsung lancar. Pengkondisian yang cukup baik memperlancar kegiatan kami.

D. Penutup

a. Simpulan

Dari laporan yang telah dideskripsikan di atas maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa melakukan kunjungan di objek wisata dan objek studi. Objek studi tersebut adalah Universitas Pendidikan Ganesha, Gedung Kirtya, dan Balai Bahasa Denpasar
  2. Dari beberapa objek yang kami kunjungi itu banyak sekali hal yang didapat terutama mengenai eksistensi bahasa Indonesia di Indonesia saat ini
  3. Peradaban budaya Bali sangat bagus dan diikuti pula dengan perkembangan pariwisata yang ada
  4. Mahasiswa mendapatkan banyak bertukar pengalaman dengan mahasiswa Undiksha terutama dalam hal mata kuliah Bahasa Sastra Indonesia.

b. Saran

Dari Kuliah Kerja Lapangan yang telah kami laksanakan maka dapat diberikan saran sebagai berikut:

  1. Kunjungan yang dilaksanakan hendaknya didasarkan atas adanya rasa ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang objek studi, terutama yang berkaitan dengan bahasa Indonesia
  2. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan pada saat kunjungan sedang beralngsung
  3. Mahasiswa mampu mendapatkan manfaat baik secara teori maupun praktik dari hasil kunjungan yang telah dilaksanakan
  4. Dosen dan mahasiswa lebih dapat saling bekerja sama dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

April 12, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: